
"Kamu bahkan tidak pernah menyervis mobil mu , itu sebab nya dia mogok." ucap Darel sambil memegang mesin karena dia paham juga namun tiba-tiba di tahan oleh Tasya.
"Aku mengantar kan nya ke bengkel saja kak, kalau kakak memegang itu pakaian kakak akan kotor lagi." ucap Tasya karena mesin mobil nya sangat lah kotor.
"Humm kamu benar juga. Kamu dengan kakak saja berangkat nya, mobil kamu biar supir yang mengurus nya." ucap Darel.
"Aku bisa naik Taksi online kok kak." ucap Tasya.
"Ingat kata-kata kakak tadi pagi?" tanya Darel langsung.
Tasya langsung mengingat pembahasan mereka pagi tadi.
"Baiklah kak." ucap Tasya.
"Pak tolong antar mobil istri saya ke bengkel, lihat mana yang rusak dan ganti! Kemarin saya sudah peringat Kan untuk mengganti dan servis semua nya." ucap Darel sedikit emosi.
"Baik pak, saya akan segera memperbaiki nya." ucap supir.
"Ayo berangkat!" ajak Darel menarik tangan Tasya.
Tasya melihat tangan nya di tarik ke arah mobil Darel.
Darel membuka kan pintu mobil untuk Tasya.
"Ayo segera masuk!" ucap Darel.
Tasya masuk Darel menutup pintu setelah itu.
"Ya Allah jantung ku tidak berhenti berdetak." batin Tasya. Di dalam tidak ada percakapan sama sekali, kedua nya saling diam.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
Darel turun dari mobil dengan cepat langsung membuka pintu mobil Bagian Tasya.
"Kakak tidak perlu melakukan ku seperti ini." ucap Tasya.
"Huff ayo segera turun!" ucap Darel seperti tidak memperdulikan kata-kata Tasya yang protes dengan sifat nya.
Tasya turun.
"Aku masuk dulu yah kak." ucap Tasya.
"Ekhem-Ekhem!!!" Tasya menoleh ke belakang nya karena Darel berdehem.
Tasya melihat Darel mengangkat tangan nya. Dia seketika mengerti dia menyalim tangan Darel. Saat mencium punggung tangan suami nya Darel mengelus kepala Tasya.
"Yang semangat yah membagikan ilmu pada Anak-anak di dalam!" ucap Darel.
Tasya tersenyum walaupun jantung nya sudah ingin melompat keluar.
__ADS_1
"Masuk sana!" ucap Darel. Tasya langsung pergi melambaikan tangan dan pergi.
Darel tersenyum sambil berdiri lama memandangi fakultas itu.
"Semoga saja kamu benar-benar bisa nyaman di sini." ucap Darel langsung masuk ke mobil dan pergi.
"Tasya! Tasya! Siapa Pria itu?" tanya Tiwi menahan Tasya.
Tasya menatap Tiwi.
"Kamu melihat nya?" tanya Tasya.
"Iyah lah, aku juga melihat kamu mencium tangan pria itu, siapa dia?" tanya Tiwi.
"Hummm... Dia..." ucap Tasya bingung mau jawab apa.
"Ayolah jawab! Kalian terlihat sangat romantis. Seperti seorang kakak Pria mengantarkan adik Wanita nya." ucap Tiwi.
"Ikut aku deh." ucap Tasya.
"Tunggu dulu! Jawab dulu!" ucap Tiwi.
"Maka nya ikut aku." ucap Tasya menarik tangan Tiwi ke lantai atas.
"Sudah di sini saja! Ini sudah sangat sepi!" ucap Tiwi.
"Kenapa sangat mencurigakan sih? Pakai rahasia-rahasia segala! Jangan-jangan itu adalah om-om simpanan kamu?" ucap Tiwi.
Tiba-tiba Tasya memukul lengan Tiwi dengan pelan.
"Ngomong apa sih? Aku tidak seperti itu!" ucap Tasya.
"Yah kan Siapa tau! Apa lagi kamu di sini adalah pindahan, Kamu pasti butuh uang banyak untuk baju dan semua yang kamu pakai ini. Walaupun aku terlihat sangat norak aku tau yang kamu pakai ini barang-barang mahal dan pakaian mahal." ucap Tiwi.
"Tapi kalo gak salah aku seperti nya tidak asing dengan wajah pria itu, tapi di mana yah aku melihat nya." ucap Tiwi lagi.
"Sebenernya kamu mau dengerin aku gak sih? Kalau tidak jangan kepo lagi!" ucap Tasya mau meninggalkan Tiwi namun di tahan oleh Tiwi.
"Eiitss!! Jangan pergi dulu, kamu harus beri tahu itu siapa dulu!" ucap Tiwi.
"Dia adalah suami aku!" ucap Tasya.
"Apa!!!" ucap Tiwi sangat kaget Suara nya begitu besar Tasya dengan cepat menutup.
Semua orang yang kebetulan lewat menoleh ke arah mereka.
Tiwi menggabungkan kedua tangan nya sambil tersenyum meminta Maaf.
"Pelan-pelan dong!" ucap Tasya kesal.
__ADS_1
"Iya! Iyah aku minta maaf!" ucap Tiwi.
"Lagian kamu bercanda Nya gak lucu sih!" ucap Tiwi.
"Siapa yang bercanda? Aku tidak bercanda!" ucap Tasya.
Tiwi menatap Tasya.
"Maksud kamu bagaimana? Jangan mencoba membuat aku kaget lagi!" ucap Tiwi.
"Dia adalah suami ku, maaf sebelumnya aku tidak jujur karena pernikahan Kami Masih di bawah tangan dan sebenarnya dia adalah suami Kakak ku yang meninggal kemarin." ucap Tasya.
"Kamu adik perebut suami kakak kamu sendiri?" tanya Tiwi lagi.
"Bukan Tiwi! Cerita nya sangat panjang nanti perlahan kamu tau juga kok, tapi aku mohon jangan beri tahu siapa pun." ucap Tasya dia sudah memanggil nama Tiwi karena permintaan Tiwi sendiri di panggil ibu dia merasa jadi sangat tua walaupun sebenarnya dia beda lima tahun dengan Tasya.
"Baiklah! Tapi aku benar-benar masih penasaran sampai bulu Roma ku naik membayangkan kamu menikah dengan kakak ipar sendiri." ucap Tiwi.
Tasya diam.
"Sudah! Sudah! jangan ambil hati omongan ku tadi!" ucap Tiwi.
"Aku tau pasti ada masalah itu sebab nya kamu menikah, aku tadi hanya syok saja. Karena sekarang waktunya kita untuk masuk ke kelas masing-masing, anak-anak juga sudah menunggu." ucap Tiwi.
"Kamu bisa jaga rahasia aku kan?" tanya Tasya, Tiwi mengangguk sambil tersenyum.
"Aman terkendali." ucap Tiwi. Tasya tersenyum.
Mereka pun masuk ke kelas masing-masing.
"Assalamualaikum! Selamat pagi!" sapa Tasya masuk ke kelas nya.
"Walaikumsalam Bu! Selamat pagi juga Bu cantik." ucap mereka semua. Tasya tersipu malu dia melihat anak-anak menyambut nya dengan senyuman.
"Baiklah kita Akan memulai mata kuliah yang saya bawakan yah, sebelum di mulai alangkah baiknya masing-masing berdoa dulu sesuai kepercayaan masing-masing." ucap Tasya.
Sementara di perjalanan ke kantor Darel senyum-senyum sendiri karena hari ini hari nya begitu baik menurut nya dari sebelumnya.
Dia merasa senang bisa ikhlas dan mendukung Tasya bekerja di sana dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk berusaha menahan rasa cemburu dan curiga nya pada istri nya karena itu kedua nya tidak pernah bersatu dan selalu saja salah paham.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1