
Tasya menatap Darel.
"Mereka tunduk banget sama kakak." ucap Tasya.
"Berikan mereka Makan sendiri." ucap Darel. Tasya memberikan nya.
Tasya sangat salut pada mereka yang takut pada papah nya.
"Kamu sarapan juga! Nanti kalau lauk nya sudah dingin tidak enak." ucap Darel.
Tasya mengangguk. Namun Tasya sudah mau menyuap nasi ke mulut nya, dia Heran karena Darel tidak Makan.
"Kakak kenapa gak Makan?" tanya Tasya.
Darel terdiam sambil menoleh ke piring nya yang kosong, Tasya langsung mengerti maksud Darel dan langsung mengisinya.
"Terimakasih!" ucap Darel tersenyum. Tasya mengangguk.
Ini pertama kali nya mereka sarapan bersama. bagi Tasya sangat canggung sementara Darel sangat senang dia bisa memberanikan diri mendekati Tasya.
Setelah selesai sarapan Supir sudah menunggu di luar Darel harus berangkat kerja.
"Titip anak-anak yah, kakak berangkat kerja dulu." ucap Darel.
Tasya mengangguk. Darel pamit pada anak-anak nya.
"Kalian jangan nakal yah di rumah, jangan ngerepotin Tante Tasya nya. Papah mau berangkat kerja." ucap Darel.
Raya mengangguk.
Stevan yang di gendongan Tasya hanya tersenyum.
Darel mengelus kepala kedua anak nya. Dia menyodorkan tangan ke Tasya namun Tasya hanya menunduk kan sedikit kepalanya dan tersenyum.
Dia pun pergi.
Tasya melihat Darel pergi.
"Hufff kenapa kak Darel sangat tampan sih, wajar saja jika anak nya capek-capek." batin Tasya.
"Ayo anak-anak kita masuk." ucap Tasya.
Raya mengangguk.
"Raya! Main sama adek yah, kakak mau bersih-bersih di dapur." ucap Tasya. Raya mengangguk mereka pun di ruangan depan.
Darel baru sampai di kantor, sebelum ke ruangan nya dia bertemu beberapa staf membahas pekerjaan.
Tidak terasa hari semakin siang Darel masih bekerja di ruangan nya.
Tiba-tiba handphone nya Berdering dia melihat panggilan dari Raya karena dia sudah bisa pandai main handphone tidak jarang juga Raya menghubungi papah nya.
"Raya!" ucap Darel.
Dia pun menjawab nya.
__ADS_1
"Halo anak Papah sayang, kenapa nelpon papah?" tanya Darel.
"Papah kapan pulang?" tanya Raya.
"Ini Masih Siang sayang, papah Akan telat pulang nya." ucap Darel.
"Yah Papah," ucap Tasya.
"Kenapa sayang? Tumben-tumbenan protes Papah lama pulang?" tanya Darel.
"Aku rindu papah!" ucap raya.
"Papah juga Rindu Raya, nanti malam kita ketemu lagi, papah janji bacain dongeng lagi, sekarang Papah harus kerja dulu." ucap Darel.
"Humm ya sudah." ucap Raya, Panggilan langsung di matikan.
Tasya yang mendengar percakapan mereka menghela nafas.
"Raya sayang.. Lagi Habis ngomong sama siapa?" tanya Tasya duduk di samping Raya.
"Papah." ucap raya.
"Tante dengar Tasya seperti nya merajuk karena papah lama pulang yah?" tanya Tasya.
Raya mengangguk.
"Aku rindu papah." ucap Raya. Tasya memeluk Raya. dia tau saat ini pasti raya berfikir kalau papah nya Akan pergi juga meninggalkan nya seperti mamah nya itu sebabnya dia tidak ingin lama-lama berpisah.
Karena sudah tengah hari Stevan sudah merengek mau makan siang, Tasya Masih sangat kerepotan namun dia harus mengendong Stevan sambil masak.
Tasya menidurkan Stevan cukup lama, akhirnya tidur juga, Tasya langsung turun ke bawah. Dia sangat terkejut melihat Raya yang duduk tidur di dekat pintu keluar.
"Ya Allah raya!" ucap Tasya mau mengendong Raya namun tiba-tiba Raya bangun.
"Mamah!" ucap raya. Tasya terdiam.
Raya membuka mata nya.
"Humm bukan mamah!" ucap Raya.
Tasya tidak heran lagi kalau Raya selalu ketiduran di pintu seperti itu, karena pengasuh bilang Raya terbiasa menunggu mamah nya yang pergi keluar.
Dan sekarang Raya menunggu mamah dan papah nya pulang, melihat Raya seperti itu hati Tasya begitu sakit dia tidak tega melihat nya.
"Sayang! Ayo kita tidur di kamar yok." ajak Tasya mengendong Raya.
Tasya membaringkan Raya ke kasur. Dia membelai rambut Raya tidak terasa air mata nya sangat mudah keluar.
"Kenapa kakak begitu tega meninggalkan mereka, mereka sangat membutuhkan kakak." batin Tasya.
Darel yang sedang bekerja tiba-tiba teringat Tasya.
"Ini sudah jam Tiga sore apa yang sedang mereka lakukan." batin Darel.
Dia menelpon nomor Raya namun tidak di jawab, mau menelpon raya dia tidak punya nomor Nya.
__ADS_1
"Humm pasti mereka sedang tidur sekarang." batin Darel. dia pun melanjutkan untuk bekerja.
Hari semakin malam Raya berdiri di depan jendela sambil melihat ke luar.
"Kak Darel mana yah, ini sudah sangat malam kenapa belum pulang." ucap Tasya. Tasya Terus menandatangani keluar sambil bolak-balik melihat ke pintu.
Raya dan Stevan sedang menonton di kamar. Raya yang tidak bisa tenang karena Darel Belum pulang, tidak biasa nya seperti itu.
"Kak Darel kemana sih." batin raya.
Raya naik ke atas memeriksa Stevan dan Raya. mereka terlihat sudah mengantuk, mereka di buat Susu langsung tidur. sementara Tasya belum tenang karena Darel belum pulang.
Dia melihat jam sudah jam sepuluh malam, dia menelpon Darel pakai handphone Raya namun tidak bisa.
Tasya semakin khawatir.
Tasya turun ke bawah dia menutup semua jendela karena angin sangat kencang dan juga menutup pintu begitu saja petir sudah semakin kuat dan hujan mulai turun.
Tasya sangat takut dengan suara petir dan hujan dia langsung naik ke atas menemani Stevan dan Raya.
"Hiks! hiks! Opahhh omah.." ucap Tasya sambil menangis. Petir semakin kuat. Dan juga hujan semakin deras.
Karena suara teriakan Tasya membuat Raya dan Stevan terbangun.
Kedua nya langsung menangis, Tasya memeluk nya.
"Papah... Papah.. takut..." ucap Raya.
"Jangan takut sayang ada Tante di sini." ucap Raya.
"Bubu...." ucap Stevan menangis.
"Namun tiba-tiba lampu mati, Tasya langsung terkejut dia memeluk erat-erat Stevan dan Raya.
"Duarr...!!!!! suara petir yang sangat besar.
."Aaaaaaaa..." teriak Tasya takut. Namun tiba-tiba Darel datang Dan memeluk mereka.
"Papah/kakak!" ucap mereka langsung menangis di pelukan Darel.
"Hiks..hiks..hik.. Tasya menangis.
"Tenang-tenang, tidak ada apa-apa itu hanya Petir." ucap Darel. Namun mereka tidak kunjung tenang karena sangat gelap dan hujan belum ada kurang nya.
Darel menghidupkan senter handphone Raya.
"Lihat! Tidak ada apa-apa!" ucap Darel.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***