
"Kamu mengkhawatirkan kakak karena anak-anak. Kamu benar-benar tidak bisa membuka hati untuk kakak." batin Darel.
Dia mengelus kepala Tasya membawa nya kepelukan nya.
Tasya terus saja menangis.
"Maaf kan aku sebagai istri tidak bisa mengurus kakak." ucap Tasya.
"Cup...cupp..cupp.. Jangan Nangis lagi, kamu gak salah kok " ucap Darel.
Darel menenangkan Tasya yang menangis tersedu-sedu di dada Darel. Darel yang di peluk oleh Tasya merasa senang karena mendapat kan pelukan.
Dua hari kemudian orang tua Darel sudah datang mau menjemput Darel berobat ke Dubai.
Tasya dengan anak-anak yang menemani Darel di ruangan rawat inap.
Sudah tiga hari dia sana Darel Belum juga sembuh.
"Assalamualaikum!" sapa Bu Tima.
"Nenek!" panggil Raya langsung memeluk nenek nya dan Kakek nya.
Mereka berpelukan.
Tasya menyalim tangan kedua mertua nya itu. Dan orang tua Nya juga kebetulan datang.
"Bagaimana keadaan Darel Nak?" tanya Ibu mertua nya karena Darel sedang tidur setelah Habis makan siang.
"Masih sama seperti kemarin Bu," ucap Tasya.
Orang tua nya melihat Darel kurusan membuat nya sedih.
"Mamah! Papah!" ucap Darel baru bangun.
"Kamu sudah bangun?" ucap Mamah nya Darel tersenyum.
"Kenapa kamu gak ngomong kalau kamu mempunyai penyakit jantung nak?" tanya Mamah nya. Darel hanya diam saja.
"Hari ini kamu akan berangkat ke Dubai melakukan pengobatan." ucap mamah nya.
Darel menoleh ke arah Tasya dan juga anak-anak nya.
"Kamu tenang saja, mamah akan di sini menemani istri sama Anak-anak kamu, kamu pergi sama Papah." ucap Mamah nya.
Darel mengangguk.
Cukup lama berbicara mereka keluar meninggalkan Tasya dan Darel di ruangan itu. Sementara Gilang juga Masih ada di sana dia bertemu dengan Tante dan Om nya membuat nya senang karena jarang bisa bertemu.
"Kakak tidak Akan lama di sana, kakak Titip anak-anak Yah." ucap Darel. Tasya mengangguk.
"Kakak jangan khawatir tentang Raya sama Stevan, intinya kakak harus sembuh." ucap Tasya.
Darel mengangguk dia tersenyum.
__ADS_1
Tasya memeluk Darel sangat Erat.
"Aku tidak ingin kakak kenapa-kenapa." ucap Tasya. Darel mengelus rambut Tasya.
"Do'akan saja kakak cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa." ucap Darel.
Di sore hari Saat nya mereka berangkat. Darel Berdiri di bantu oleh Gilang.
"Cepat pulih yah bro!" ucap Gilang.
"Terimakasih! Selama aku di sana kamu tolong perhatikan anak-anak ku yah." ucap Darel. Gilang mengangguk.
Darel melihat Raya dan Stevan. Mamah nya langsung meminta mereka memeluk Darel. Dan mamah nya juga meminta Tasya memeluk Darel.
Tasya langsung memeluk Darel.
Setelah sudah berpamitan mereka pun berangkat. ayah Tasya pun ikut untuk menemani mereka.
Raya dan Stevan menangis melihat Papah nya pergi. Namun Tasya berusaha menenangkan mereka.
Setelah mereka berangkat Tasya dan mertua serta Ibu nya pulang ke rumah.
"Seandainya saja Tasya becus menjaga suami nya, memerhatikan suami nya Darel tidak Akan sakit seperti itu." ucap Bu Adel. Dia berbicara pada besan nya. Namun Tasya di belakang mereka masih bisa mendengar nya.
Tasya hanya diam dan mertua nya juga diam.
"Tasya! Kamu bawa anak-anak ke atas untuk istirahat yah, mereka pasti sangat lelah." ucap mertua nya. Tasya mengangguk.
"Sebenernya salah Tasya pada ibu Apa? Kenapa ibu sangat membedakan Tasya dengan Amel?" tanya Besan nya itu.
"Saya tidak membedakan mereka Bu, hanya saja Tasya dari dulu sangat merepotkan semua orang dia tidak pernah peduli dengan Siapa pun." ucap Bu Adel.
Bu Tima hanya diam Saja.
"Ya sudah kalau begitu saya pulang yah Bu," ucap Bu Adel. Besan nya mengangguk mereka berpelukan perpisahan.
Setelah mereka pergi Bu Tima menyusul Tasya ke kamar.
"Tasya!" panggil Bu Tima.
"Iyah Bu!" jawab Tasya.
Bu Tima duduk di samping Tasya yang sedang menemani Stevan.
"Kamu jangan terlalu memikirkan Darel dia pasti sembuh kok." ucap Mamah Mertua nya.
"Iyah Bu." ucap Tasya.
"Tapi yang di katakan Ibu benar! Aku istri yang tidak bisa mengurus suami." ucap Tasya.
"Husss ngomong apa sih? Gak boleh ngomong seperti itu," ucap Mamah mertua nya.
"Ibu kamu saja yang terlalu Berlebihan. Namanya nya juga musibah kita tidak tau kapan datangnya." ucap Ibu mertua nya.
__ADS_1
Tasya menghela nafas panjang.
"Aku minta maaf Bu," ucap Tasya.
"Kamu gak salah! berhenti menyalah kan diri kamu sendiri." ucap Bu Tima.
Bu Tima menarik bahu Tasya kepelukan nya.
"Jangan terlalu di pikirkan, kamu hanya perlu membuktikan kalau Kamu benar-benar peduli pada suami kamu." ucap Bu Tima.
Tasya terdiam.
"Ibu dengar kamu sudah menetap di sini, apa itu benar?" tanya Bu Tima. Tasya mengangguk.
"Dan suami kamu juga bilang besok kamu ada urusan ke universitas." ucap Bu Tima.
"Iyah Bu, tapi bagaimana aku bisa ke sana sementara situasi nya seperti ini." ucap Tasya.
"Sudah jangan terlalu khawatir, biar ibu yang jagain anak-anak, kamu selesaikan dulu urusan kamu." ucap Bu Tima.
"Apa tidak apa-apa Bu?" tanya Tasya.
"Gak apa-apa sayang, ibu juga sudah rindu dengan mereka berdua. Kamu bisa bebas mengurus kebutuhan kamu juga mau mengajar." ucap Mertua nya.
Tasya tersenyum dia sangat senang karena mertua nya mendukung Niatnya.
"Semoga kalau kamu sudah bekerja di sana bisa membuat kedua orang tua kamu bangga dan terutama Omah sama opah kamu. Dan Ibu juga pasti bangga sama kamu yang bisa bekerja di universitas itu menjadi dosen." ucap Mertua Nya.
Tasya tersenyum.
"Terimakasih banyak buk, aku sangat senang, karena hanya Ibu yang mendukung ku seperti ini selain Omah sama Opah." ucap Tasya.
."Suami kamu juga mendukung kamu, tapi dia hanya takut kalau dia sebagai suami tidak bertanggung jawab." ucap mertua nya.
Tasya menghela nafas panjang.
"Kak Darel tidak hanya memikirkan itu Bu, dia tidak menginginkan aku kerja karena dia tidak ingin melihat aku bersama dengan pria lain." ucap Tasya.
"Dia seperti itu karena dia mencintai kamu," ucap Mamah mertua nya.
Tasya terdiam.
"Humm apa kamu belum membuka hati untuk Darel?" tanya Bu Tima.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1