Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 72


__ADS_3

"Apa yang kakak lakukan?" ucap Tasya.


"Kakak hanya ingin memeluk kamu saja! Apa salah nya kakak memeluk istri kakak sendiri." ucap Darel.


Tasya diam, dia memeriksa badan Darel masih panas atau tidak ternyata tidak lagi dia merasa lega.


"Kenapa kakak melihat ku seperti itu?" tanya Tasya karena Darel menatap nya dengan tatapan tidak biasa.


"Kamu cantik kalau ikat rambut, ternyata istri ku sangat cantik." ucap Darel menggoda istri nya.


Tasya jadi senyum-senyum sendiri di puji cantik karena dia sangat suka dengan pujian.


"Kakak pembohong!" ucap Tasya.


"Loh bohong dari mana?" tanya Darel bingung.


"Kakak bilang baku cantik, kalau aku cantik selama ini aku pasti sudah punya pacar." ucap Tasya.


"Loh bukannya sekarang kamu sudah punya suami langsung? kenapa harus bertanya tentang pacar?" ucap Darel.


Tasya terdiam dia menatap Darel.


"Humm sebenarnya aku bingung dengan kehidupan yang kita alami sekarang, sebenarnya kamu ngangapkakak sebagai apa?" tanya Darel.


Tasya terdiam, ini adalah pertanyaan yang selama ini dia harap tidak mendengar nya.


"Kenapa kamu diam saja?" tanya Darel. Tasya menatap Darel.


"Kakak sendiri bagaimana menganggap aku?" tanya Tasya Balik.


Darel terdiam kedua nya bingung menjawab apa untuk pertanyaan yang sama.


Darel duduk kedua nya jadi terdiam satu sama lain.


Namun perlahan Darel mengambil tangan Tasya menggenggam nya.


"Kakak ingin jujur sama kamu, kakak tidak bisa lagi menahan nya, kakak tidak bisa menahan ini lebih lama lagi." ucap Darel.


"Kakak mencintai kamu, kakak mencintai kamu sudah lama sebenarnya ungkapan kakak beberapa Minggu lalu adalah benar. Kakak bingung harus mengatakan nya seperti apa." ucap Darel menatap mata Tasya.


Tasya Menatap mata Darel. Dia tidak terkejut karena dia sudah tau kalau Darel mencintai nya.


"Bagaimana tanggapan kamu?" tanya Darel.


"Kakak mungkin mencintai aku hanya karena mirip dengan kak Amel, aku tidak ingin suatu saat nanti ada penyesalan di antara kita." ucap Tasya.

__ADS_1


Darel menggeleng kan kepala nya.


"Aku sudah mengatakan ini beberapa kali sama kamu, kakak mencintai kamu, karena ini adalah kamu sendiri bukan orang lain." ucap Darel.


"Kakak tidak perduli dengan jawaban kamu sekarang karena Kakak tau kamu belum bisa membuka hati untuk kakak karena kamu memiliki pria lain di hati kamu!" ucap Darel.


Tasya terdiam.


"Tapi ijin kan kakak membuka hati kamu, kasih ruang untuk kakak di hati kamu. Kakak yakin kamu pasti bisa mencintai kakak." ucap Darel.


Tasya menundukkan kepalanya.


"Aku sudah menganggap kakak seperti kakak laki-laki ku sendiri. Aku harus bagaimana lagi? Aku sudah mencoba nya dan aku hampir menyukai kakak namun kakak membuat ku sadar diri karena kakak adalah kakak ipar ku sendiri." Ucap Tasya.


"Kalau kata-kata kakak menyakiti hati kamu, kakak minta maaf, dan di saat kakak marah Sama kamu, itu karena kakak Cemburu dengan pria yang dekat pada kamu." ucap Darel.


"Kakak Akan memperjuangkan pernikahan kita. Dan Kakak Akan melaksanakan resepsi nya agar semua orang tau kalau kamu adalah istri Kakak." ucap Darel.


Tasya diam.


"Ngomong Tasya! ngomong! Kakak ingin tau bagaimana rencana kamu selanjutnya seperti apa?" tanya Darel.


"Aku Bingung Kak, aku serba Salah aku belum bisa mengambil keputusan, kenapa sih tidak kita jalani saja seperti ini dulu." ucap Tasya.


Darel menghela nafas panjang.


"Aku tidak memiliki hubungan dengan pria lain kak, apa salah nya jika mereka dekat dan ingin kenal?" ucap Tasya.


"Kamu belum merasakan apa rasanya yang namanya cemburu! Orang yang kita cintai di godain pria lain di depan kita sendiri." ucap Darel.


Tasya menghela nafas panjang.


"Aku paham apa yang kakak maksud. Tapi bukan kah sebelum nya Kita sudah setuju untuk menyembunyikan hubungan kita?" ucap Tasya.


"Ini sangat berat Tasya! Ini sangat sulit. Kakak Capek menjalani rumah tangga cinta bertepuk sebelah tangan. Kakak lelah, ingin kakak menyudahi nya namun tidak semudah itu." ucap Darel.


"Kamu tidak tau rasanya takut kehilangan orang yang kita sayangi, itu sungguh membuat ku hampir gila." ucap Darel menatap Tasya mata nya sudah berkaca-kaca.


Tasya menghapus air mata Darel.


"Maaf kan aku kak yang terlalu egois, aku paham apa yang kakak rasakan, namun hati ku benar-benar kosong, aku tidak bisa mudah menyukai orang lain." ucap Tasya.


Darel meletakkan tangan nya di dada Tasya.


"Berikan ruang sedikit saja untuk kakak di hati kamu, kakak mohon." ucap Darel.

__ADS_1


"Awalnya aku mengira pernikahan ini hanya sekedar pernikahan saja," ucap Tasya.


"Apa kamu berfikir mau berpisah?" tanya Darel. Tasya menoleh ke arah Stevan.


Darel seketika paham..


"Baiklah kamu bertahan Hanya karena Raya dan Stevan saja, kakak paham itu." ucap Darel.


"Tapi tolong berikan kakak alasan kenapa kamu tidak mencintai kakak, apa sudah ada pria lain di hati kamu?" tanya Darel.


"Aku tidak mempunyai alasan untuk tidak mencintai kakak, namun aku juga bingung dengan perasaan ku, aku belum bisa melupakan pria yang selama ini menjadi teman baik ku dia juga selalu ada untuk ku." ucap Tasya.


Darel menatap Tasya.


"Apa itu Alex?" tanya Darel. Tasya mengangguk.


"Aku minta maaf kalau kejujuran ku membuat kakak sakit hati." ucap Tasya.


"Baiklah! Kakak mengerti kok, kakak juga tidak bisa memaksa kan seseorang untuk mencintai Kakak." ucap Darel.


Kedua nya saling diam.


"Kalau begitu kita berdua sebaiknya memikirkan apa ujung dari hubungan kita ini." ucap Darel.


"Maksud kakak?" tanya Tasya.


"Kakak tidak bisa mempertahankan hubungan yang seperti ini. Kamu jangan memikirkan anak-anak karena mereka adalah anak-anak kakak, kakak yang akan mengurus mereka." ucap Darel.


"Apa Kakak mau pisah?" tanya Tasya, Darel diam.


Tasya menghela nafas panjang.


"Kalau seandainya ini mudah aku Akan melakukan nya, namun sangat banyak orang yang Akan kecewa dengan keputusan kita." ucap Tasya.


"Ya Allah Tasya! Kenapa kamu begitu tidak mengerti perasaan kakak? Kenapa kamu terlahir jadi adik ipar kakak? Karena status adik ipar kamu Sulit membuka hati untuk kakak." batin Darel.


"Aku minta maaf kalau kakak benar-benar marah pada ku, tapi aku mohon kita jalani saja dulu ini bersama." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2