Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 280


__ADS_3

"Kelihatan nya kamu masih mengantuk, apa kita minum kopi dan sarapan Dulu?" tanya pak Ahmad pada Darel yang menyetir kurang fokus.


"Boleh juga ayah." ucap Darel, mereka pun berhenti untuk minum Kopi.


"Kamu kurang tidur, apa ada sesuatu yang menganggu kamu? Kamu dengan Tasya bertengkar lagi? Atau kamu memikirkan keluarga kamu?" tanya pak Ahmad.


"Tidak ayah. Tadi malam Radit tidak mau tidur, jadi saya mengantikan Tasya untuk menjaga nya." ucap Darel.


"Oohh begitu. Ayah pikir karena hal lain. Biasa lah bayi bergadang." ucap pak Ahmad.


"Dulu Tasya waktu bayi selalu bergadang, dia selalu menangis tidak tau apa yang dia mau." ucap pak Ahmad.


Darel tersenyum. "Tingkah nya sama seperti Radit." ucap Pak Ahmad.


Di siang hari Tasya baru saja duduk di ruang tamu namun tiba-tiba bel rumah berbunyi sangat cepat.


"Bik siapa yang datang?" tanya Tasya.


"Saya periksa dulu yah Non." ucap Bibik.


Namun orang tersebut langsung masuk Tampa menunggu di buka.


"Di mana Darel? Di Mana dia?" tanya Bu Tima yang datang langsung marah-marah. Tasya kaget dia berdiri.


"Mamah kok bisa di sini?" tanya Tasya.


"Jangan berpura-pura tidak tau, di mana Darel? kamu dengan keluarga kamu pasti membujuk nya untuk tinggal di sini dan kembali lagi sama kamu kan?" ucap Bu Tima.


Bu Mita keluar dari kamar.


"Ada apa ini kenapa ribut-ribut?" tanya Bu Mita.


"Kamu jangan ikut campur! ini urus saya dengan dia." ucap Bu Tima.


"Saya Ibu kandung nya, saya tidak akan membiarkan siapapun yang memarahi anak saya." ucap Bu Mita.


"Owh ternyata kamu ibu kandung nya? Sekarang kasih tau di mana Anak saya Darel? Kalian jangan mencoba menyembunyikan nya." ucap Bu Tima.


"Ini adalah calon istri nya! Kalian harus sadar kalau Darel itu tidak Cocok dengan Tasya." ucap Bu Tima.


"Darel! Keluar kamu." ucap Bu Tima.

__ADS_1


"Lebih baik ibu Keluar dari rumah saya! Ibu tidak ada hak untuk marah-marah dan teriak-teriak di rumah saya." ucap Bu Mita.


"Jangan sentuh saya! Wanita-wanita seperti kalian tidak pantas saja jadi bagian dari keluarga saya!" ucap bu Tima.


"Sudah Bu jangan di layani lagi. Biarkan mamah menggelah rumah ini agar dia bisa tau kalau kak Darel tidak ada di rumah ini." ucap Tasya.


"Tidak bisa! Karena ini adalah rumah kita. Tidak pantas juga orang seperti dia ini menginjak-injak harga diri keluarga dan putri saya." ucap Bu Mita tidak kalah ngamuk nya.


Dia mendorong Bu Tima keluar. Tania hanya bisa diam saja.


Di dorong keluar.


"Ingat yah, saya tidak pernah seperti ibu datang ke rumah orang lain hanya untuk marah-marah Saja! Lebih baik Kalian pergi dari sini!" ucap Bu Mita.


"Beritahu di mana putra saya dulu! Kalau tidak saya akan menelpon polisi kalau kalian sudah menyembunyikan Anak saya." ucap Bu Tima.


"Silahkan! saya tidak takut sama sekali." ucap Bu Mita.


"Sudah Bu, Sudah mah." ucap Tasya mencoba memisahkan mereka.


Namun Salah satu tidak ada yang mau mengalah.


"Lebih baik kamu jujur saja Tasya, di mana Darel? kami tau kalau Darel kembali ke Indonesia Kemarin." ucap Tania.


"Jangan menatap calon menantu saya seperti itu! Justru anak kamu yang harus kamu peringatkan agar sadar diri!" ucap Bu Tima pada Bu Mita.


Bu Mita tertawa.


"Saya tidak tau apa yang salah dengan diri ibu, namun ibu sungguh ingin anak ibu menderita." ucap Bu Mita.


Bu Tima langsung kesal, namun tiba-tiba suara tangisan Radit membuat nya terdiam. "Bik tolong lihat Radit." ucap Tasya.


"Ayo Tante lebih baik kita pergi saja dari sini. Kita akan mencari Darel ke rumah atau ke perusahaan nya." ucap Tania menarik tangan Bu Tima.


"Saya tidak Akan pernah setuju Darel rujuk kembali dengan Tasya!" ucap Bu Tima dan langsung pergi meninggalkan rumah itu.


"Sudah Bu, jangan emosi lagi." ucap Tasya pada Ibu nya.


Bu Mita menghela nafas panjang. Dia memegang dadanya.


"Jangan emosi berlebihan seperti itu Bu." ucap Tasya.

__ADS_1


"Bagaimana ibu tidak emosi? Dia menghina keluarga kita, putri Ibu." ucap Bu Mita.


Tasya mengelus punggung Ibunya.


"Tenang dulu Bu, mamah Tima memang seperti itu." ucap Tasya. "Kamu tidak bisa hanya diam saja seperti itu nak, kamu harus melawannya sekali-kali agar tidak di remeh kan oleh mereka." ucap Bu Mita.


"Ayo masuk saja buk. Di luar gak baik banyak orang yang melihat nya." ucap Tasya.


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam. Tasya pun memenangkan Radit dulu yang menangis tiada henti.


Tasya termenung dia berbaring sambil menyusui anaknya.


Tiba-tiba ponsel nya berdering panggilan dari suami nya. Dia tidak menjawab karena tidak ingin membuat masalah dia pun mengabaikan nya begitu saja.


"Nelpon Tasya?" tanya Ayah mertua nya yang baru saja selesai berbicara dengan orang-orang penting di dalam.


"Mungkin dia tengah tidur. Jangan menganggu nya, ayo masuk kamu harus kenal dengan teman-teman Ayah. Mereka mengenal kamu dengan baik." ucap Pak Ahmad. Darel Mengangguk mereka pun masuk ke dalam.


Jam lima sore semua nya baru selesai. Mereka pun pulang ke rumah.


"Tante bagaimana sudah ada yang tau Darel di mana?" Tanya Tania pada Bu Tima yang ada di rumah Darel padahal Dia ada di luar.


Setelah selesai menelpon Tania Bu Tima Duduk di ruang tamu sendirian.


Ponsel nya berdering dari suami nya.


"Halo mah, bagaimana kabar di sana? apa Mamah sudah bertemu dengan Darel?" tanya Pak Yuda.


"Belum pah. mamah juga sekarang sangat pusing, mamah bingung kalau seperti ini. Di saat-saat seperti ini Darel malah pergi begitu saja, tidak perduli pada kita." ucap Bu Tima.


"Darel memang sudah terpengaruh sama Tasya. Ini tidak bisa di biarkan lagi." ucap Pak Yuda.


"Jadi bagaimana Pah? apa yang harus kita lakukan? Kalau Darel dengan Tania tidak jadi menikah kita juga yang akan malu." ucap Bu Tima.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2