Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 135


__ADS_3

"Sulit mencari sore-sore seperti ini, bagaimana kalau mangga matang saja dulu, Besok pagi kakak akan mencari sampai dapat." ucap Darel.


Tasya mengangguk. Darel pun keluar mengambil mangga.


"Loh kamu makan mangga Rel?" tanya Mamah Tima.


"Humm Iyah Mah, akhir-akhir aku suka anak-anak juga mau kata nya." ucap Darel dengan gugup namun langsung pergi ke kamar.


Bu Tima tidak merasa curiga sama sekali dia pun melanjutkan membantu memasak di dapur.


Darel masuk ke kamar dan segera menutup pintu.


"Kakak kenapa seperti ada yang mengejar?" Tanya Tasya.


"Ada Mamah di bawah." ucap Darel.


Tasya melihat mangga yang di tangan Darel.


"Nih makan dulu menjelang besok." ucap Darel. Tasya mengangguk.


"Terimakasih Kak." Tasya langsung melahap habis mangga bawaan Darel. Darel memerhatikan istri nya yang terlihat sangat rakus sambil tersenyum.


"Pelan-pelan saja Sayang, mangga nya tidak akan ada yang ngambil." Tasya langsung menoleh ke Darel.


"Ini kurang." Darel terdiam dia melihat mangga besar tadi sudah habis.


"Besok yah sayang, karena kalau aku keluar pasti akan ketahuan sama Mamah." ucap Darel. Tasya menghela nafas panjang.


"Baiklah." ucap nya sambil memasang wajah bete. Darel mengelus kepala Tasya.


Tiba-tiba mencium pipi Tasya yang membuat Tasya kaget.


"Kakak merindukan kamu, apa salah nya kalau kakak mencium kamu?"


"Bukan begitu kak, hanya saja aku tidak suka dengan bau kakak." ucap Tasya.


"Kakak baru saja mandi kakak juga menyemprotkan parfum di seluruh badan Kakak.


"Lebih baik kakak ganti pakaian dan pakai ini aku tidak suka bau parfum kakak." ucap Tasya.


Darel menuruti dan memakai minyak kayu putih menutupi semua bau yang ada di badan nya.


Namun setelah di oleskan Tasya langsung menempel.


"Dari tadi kepala ku sangat pusing sekarang gak lagi." ucap Tasya. Darel tersenyum dia mencium kepala Tasya.


Keesokan harinya.


"Mah, Pah kami berangkat Kerja dulu yah." ucap Darel turun bersama Tasya.


Semua langsung menoleh ke arah Tasya dan Darel.

__ADS_1


"Loh kamu langsung kerja Tasya?" tanya Bu Tima.


Tasya mengangguk sambil tersenyum segan.


"Sarapan dulu yok." ajak Bu Tima.


"Gak usah Mah, kami sudah telat." Ucap Darel langsung. Mamah sama papah nya langsung terdiam.


"Oh iya Mbak Tasya, kak Darel semua nya, hari ini saya harus pulang karena bentar lagi masuk kuliah." ucap Riski karena merasa situasi tidak aman padahal dia masih ingin lama.


"Temui mbak di universitas dulu yah." ucap Tasya. Riski mengangguk.


Setelah itu mereka pun pergi. Riski tidak jadi sarapan dia langsung berkemas untuk pulang.


"Om! Om! Kok om cepat banget sih pulang nya?" tanya Tasya.


"Om kan harus kuliah," ucap Riski.


"Tapi kalau gak ada Om nanti teman aku sama Stevan siapa?" tanya Tasya.


"Loh kan masih ada Papah, Mamah dan juga Oma sama Opa." ucap Riski.


"Gak seru Om," Riski tersenyum.


"Nanti kalau Om libur lagi, pasti datang ke sini dan jalan-jalan deh sama kamu dan Adek."


Setelah selesai berpamitan dengan orang rumah Riski pun ke rumah orang tua nya.


"Assalamualaikum Bu, Ayah." panggil Riski.


"Hari ini aku akan pulang Bu, libur ku sudah habis."


"Loh kamu bilang masih lama lagi."


"Mendadak Bu ada kegiatan dari kampus yang tidak bisa di lewat kan."


"Syukurlah kalau kamu pulang lebih cepat biar Tasya kakak kamu itu tidak seenak nya saja, karena kamu melindungi dia dia jadi bertindak sesuka hati nya."


Riski menghela nafas panjang.


"Ini yang selalu membuat aku malas lama-lama di sini, Ibu selalu menjelekkan mbak Tasya sama aku, kesalahan apa yang di buat oleh mbak Tasya sama Ibu sehingga Ibu sangat membenci nya?"


"Kamu tidak perlu tau, lebih baik kamu segera berangkat dan hati-hati lah di jalan."


Riski pamitan pada Ayah nya dan pergi. Riski langsung ke universitas bertemu Tasya yang menunggu nya di kantin.


"Kamu yakin mau pulang cepat?" tanya Tasya. Riski mengangguk.


"Oh iya Mbak mau ngasih tau kalau Mbak sedang hamil."


"Hah! Mbak serius? Bagaimana bisa?" tanya Riski.

__ADS_1


"Yah bisa lah ulah kak Darel." ucap Tasya heran dengan pertanyaan Riski.


"Maksud aku. Aku pikir selama ini kakak tidak mau di sentuh oleh kak Darel." ucap Riski.


"Waktu itu Kak Darel mabuk tidak bisa mengontrol diri dan akhirnya mbak jadi kena imbasnya." ucap Tasya.


Riski menoleh ke arah perut Tasya.


"Apa kak Darel sudah tau?" tanya Riski, Tasya mengangguk.


"Alhamdulillah kalau begitu, saran dari aku sih lebih baik kakak segera menikah Resmi agar tidak ada gosip di akhir nanti." ucap Riski.


"Itu dia yang membuat kakak dan Mbak sangat bingung, orang tua kita dan orang tua kak Darel tidak setuju untuk melanjutkan hubungan ini lagi, mereka akan mencari kan calon pada kak Darel."


"Jalan satu-satunya Mbak dan kak Darel harus jujur bahwasannya kakak Hamil, mereka pasti tidak ada pilihan lagi selain mengikuti alur nya." ucap Riski.


"Kamu benar tapi mereka pasti marah sama kak Darel sudah membuat Mbak hamil."


"Kak Darel laki-laki, dia bisa melindungi diri nya sendiri." ucap Riski.


Tidak beberapa lama Darel datang.


"Loh Riski kamu sudah sampai di sini?" tanya Darel.


Riski mengangguk dia melihat kantong kresek Darel.


"Mbak minta kak Darel mencari mangga muda karena Mbak lagi ngidam." ucap Tasya.


"Kamu sudah tau?" tanya Darel, Riski mengangguk.


"Kak sebaiknya kakak segerakan pernikahan Kalian agar tidak ada kata-kata yang aneh besok karena semakin lama perut mbak Tasya semakin besar. Tidak perduli apa halangan nya kakak harus segera melaksanakan pernikahan." ucap Riski.


Darel menoleh ke arah Tasya.


"Bagaimana dengan kamu Tasya? apa kamu siap berbicara pada orang tua kita?" tanya Darel.


"Kalau kalian berdua ada di samping aku, aku pasti bisa." ucap Tasya.


Darel menatap Riski.


"Kamu jangan pulang dulu yah Ki, bantu Mbak sama kakak di sini dulu, kamu lihat sendiri Mbak kamu butuh kamu di sini."


"Baiklah ini demi calon Ponakan, aku akan mengundur kepulangan ku." Tasya tersenyum dia langsung memeluk Riski.


"Terimakasih yah dek."


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2