Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 208


__ADS_3

Seperti biasa Raya dan Stevan memborong semua mainan yang mereka suka, Tasya menarik tangan Riski ke toko sepatu.


"Mbak dulu sering di pilihin sama mbak Amel pakaian, sekarang mbak mau pilihin kamu sepatu main." ucap Tasya.


Riski tersenyum.


"Tumben sekali mbak mau memilih barang-barang untuk orang lain, dulu saja aku minta temanin belanja tidak mau." ucap Riski.


"Sudah biasa Mbak melakukan ini, kakak kamu Darel tidak pernah lagi membeli barang-barang pribadi nya sendiri, mbak yang selalu membeli nya." ucap Tasya. Riski pun tersenyum.


Di sore hari nya Darel baru saja pulang dia langsung ke kamar. "Sayang buruan siap-siap kita Akan berangkat." ucap Darel pada Tasya yang masih mengeloni Stevan.


"Kakak sudah pulang, istirahat lah sebentar. Tidak baik kalau kakak kecapean terus menyetir." ucap Tasya.


"Gak apa-apa sayang, segera lah siap-siap." ucap Darel.


Darel mendekati Tasya dan mencium kening nya.


"Humm bau keringat Kak, aku gak suka, lebih baik kakak mandi dulu gih." ucap Tasya. Darel mencium bau badan nya namun menurut nya tidak bau.


Tapi demi kenyamanan istri dan anak nya akhirnya dia pun mandi, setelah selesai Riski membantu membawa koper dan barang-barang lain nya ke dalam mobil.


"Mbak sama kakak hati-hati yah di jalan. Kabari aku kalau sudah sampai Agar aku tidak khawatir." ucap Riski.


"Iyah Dek, kami berangkat yah." ucap Tasya. Mereka bersalaman.


"Lalu kamu kapan berangkat?" tanya Darel


"Besok Kak, sebelum pergi aku mau melihat Ibu ke rumah sakit dulu." ucap Riski.


"Oohh bagus lah, kalau sudah bisa masuk kamu Ijin dan bilang juga kalau kami sudah berangkat ke Bandung, agar dia tidak mencari nanti." ucap Darel


"Baik Kak. Semoga kakak sampai selamat sampai tujuan." ucap Riski. "Amin.".


Mereka pun berangkat.


Tasya dan Darel duduk di depan sementara Anak-anak di belakang.


"Kalau kakak ngantuk jangan di paksain yah, lebih baik berhenti kalau gak kita gantian aja." ucap Tasya. Darel tersenyum sambil mengangguk.


"Tapi kamu sedang hamil sayang, gak bisa nyetir jadi percayakan semua nya pada Kakak yah, kita akan sampai dengan selamat sampai tujuan." ucap Darel.

__ADS_1


"Amin." ucap Tasya sambil tersenyum.


Sebelum berangkat mereka berdoa dulu.


"Oh iya sayang, kamu belum kasih tau Omah kan kalau kita ke Bandung Sekarang?" tanya Darel. "Belum kak, aku juga lupa," ucap Tasya.


"Tidak perlu di beri tahu agar jadi kejutan bagi mereka, mereka pasti senang Cucu kesayangan nya datang tiba-tiba." ucap Darel, Tasya tersenyum.


"Boleh juga tuh." ucap Tasya. Mereka tidak memberi tahu pada Omah dan Opah nya mereka ke Bandung. Sekalian Tasya ke sana ingin membawa Omah dan Opah nya untuk mengunjungi ibu nya.


Di rumah Riski sekarang sendirian dia merasa kesepian. Dia menelpon Ayu.


"Halo Yu, kamu ada di mana? Sibuk gak?" tanya Riski.


"Enggak Kok, memang nya ada apa?" tanya Ayu.


"Aku mau ngajakin makan malam, kamu mau?" tanya Riski.


"Tumben banget ngajakin." ucap Ayu.


"Kamu mau gak? Kalau tidak mau ya udah gak apa-apa." ucap Riski langsung.


"Ya udah kirim alamat kamu, aku Akan jemput ke sana." ucap Riski. "Baik lah kalau begitu." ucap Ayu.


Riski menghela nafas panjang, dia baru saja meletakkan ponsel nya namun tiba-tiba berdering itu adalah dari kekasihnya.


"Halo sayang." ucap Riski.


"Kamu dari mana aja sih? Kenapa satu harian kamu tidak membalas pesan ku?" tanya kekasih nya.


"Aku bantuin Mbak aku sayang, aku juga harus menjaga Ponakan ku." ucap Riski. "Oohh aku pikir kamu sibuk bersama wanita lain di sana."


"Enggak sayang, hanya kamu satu-satunya," ucap Riski.


"Kamu jadi pulang besok? Aku sudah sangat merindukan kamu." "Jadi kok, kamu yang sabar yah." ucap Riski.


Cukup lama berbicara Riski pun mengakhiri nya dengan alasan mau berangkat ke rumah sakit.


Di malam hari nya Dia sudah terlihat tampan. Dia mengambil kunci mobil dan berangkat ke rumah ayu yang tidak jauh juga dari sana.


Setelah sampai di sana Riski masuk dia di sambut hangat oleh keluarga Ayu. "Kamu adik ipar Darel yah? kamu baru tau." ucap Ibu Ayu.

__ADS_1


"Ibu dan bapak kenal Ipar saya?" tanya Riski.


"Kenal sih, tapi dia yang tidak mengenal kami. Tapi kalau Ayah kamu dia adalah teman satu sekolah saya dulu." ucap Ibu nya Ayu.


"Wahh senang bisa berkenalan dengan ibu." ucap Riski.


"Saya tidak tau kalau ternyata Ahmad mempunyai anak laki-laki."


"Saya jarang di Pekanbaru Buk, Sama seperti mbak Tasya, tapi yang tinggal di sini hanya Mbak Amel." ucap Riski.


"Ibu sama Bapak turut berdukacita yah atas meninggalnya Almarhum saudara perempuan kamu, ini pasti sakit untuk di hadapi oleh keluarga besar Ahmad dan juga ipar kamu."


Cukup lama mereka berbincang-bincang, Riski meminta ijin membawa Ayu.


"Ibu, bapak saya dengan Ayu mau keluar sebentar, boleh kan?" tanya Riski. "Boleh kok nak jangan terlalu larut yah pulang nya."


"Baik Buk, kalau begitu kami ijin dulu yah." Akhirnya mereka berdua pun pergi.


"Kamu berani banget sih ketemu orang tua aku? Biasa nya orang tua ku tidak seramah itu pada teman laki-laki ku, tapi sama kamu mereka tidak asing lagi." ucap Ayu.


"Mungkin karena aku anak dari teman nya Dulu." ucap Riski. "Humm bisa jadi sih. Tapi kelihatannya kamu sudah biasa yah menemui orang tua dari tiap masing-masing pasangan kamu." ucap Ayu.


"Tiap aku pergi dengan perempuan aku harus ijin Dulu pada orang tua nya. Itu adalah ajaran dari Mbak ku dan juga orang tua ku." ucap Riski. Ayu tersenyum.


"Pasti banyak juga orang tua yang suka sama kamu, ramah dan juga sopan terhadap orang tua." ucap Ayu.


"Banyak juga kok yang gak suka, bahkan aku pernah menjemput wanita, sudah ijin baik-baik aku malah dimarahin dan di usir." ucap Riski. Ayu tertawa.


"Ternyata mempunyai wajah tampan tidak cukup." ucap Riski. "Kok Ngomong seperti itu?" tanya Ayu.


"Mereka tau anak kuliahan tidak mempunyai uang, dan waktu itu aku menjemput perempuan itu dengan motor biasa, sementara perempuan itu adalah anak orang kaya." ucap Riski.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah, bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2