Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 153


__ADS_3

"Huff kerja aja dulu yang benar." ucap Tiwi.


"Kalian baru saja kenalan namun sudah sangat dekat yah, jail nya juga sama." ucap Tasya.


Mereka tersenyum.


"Oh iya kak Alex hari ini datang loh."


"Hah! Serius? Kok dia gak bilang apa-apa sama aku yah?"


"Maksud kamu?"


"Hum maksud aku, aku gak tau." ucap Bela.


"Huff aku Curiga deh sama kamu, Atau jangan-jangan kamu ada hubungan yah sama kak Alex? Kemarin aku melihat Rian posting foto kalian makan bersama." ucap Tasya.


Bela Tersipu malu.


"Jangan berfikir seperti itu, aku hanya temenan dengan kak Alex tidak lebih dari itu." ucap Bela.


"Teman apa teman?" ucap Tiwi semakin membuat Bela malu.


"Ah sudahlah jangan bahas itu lagi, aku sangat lapar ayo sarapan." ajak Bela.


"Humm sengaja melarikan pembicaraan nih." ucap Tasya. Bela tersenyum dia menarik tangan Tiwi dan Tasya.


"Ayo buruan!" ajak Bela, Tasya dan Tiwi tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya, karena ekspresi Tasya sangat mencurigakan.


Mereka pun menyusul Darel dan anak-anak nya yang sedang sarapan di restoran hotel.


Namun ternyata Clara dan ibu mertua nya ada di sana.


"Huff kenapa aku sangat kesal sih melihat Clara ada di sini?" Batin Tasya sambil menarik kursi di samping kanan Darel karena di samping kiri ada Clara yang memangku Stevan.


"Tasya kamu harus banyak makan sayuran agar janin kamu sehat, kamu juga biar gemukan sedikit." ucap Bela.


"Dia sangat sulit untuk makan sayur sama seperti almarhum Amel." Timpal Bu Tima. Tasya hanya tersenyum saja, sementara Darel langsung membuat kan sayur ke piring Tasya.


"Aku tidak mau kak." ucap Tasya.


"Makan sayang biar kamu sehat dan juga calon anak kita." ucap Darel sambil mengambil sendok berisi sayur dan menyuap kan ke mulut istri nya.


"Cieee... Mamah di suapin sama papah." ucap raya. Tasya tersenyum.


"Humm kalau seperti ini yang jomblo akan iri." ucap Tiwi.


Clara seketika langsung badmood.


Acara menyambut keluarga dan berdoa sama-sama sudah di mulai. Tasya dan keluarga besar nya sudah lengkap di dalam.


Sementara Tiwi dan Bela banyak juga yang lain nya menyambut tamu-tamu di depan pintu masuk.

__ADS_1


"Kak Alex, Rian!" ucap Bela.


Alex tersenyum.


"Kakak Langsung masuk saja, semua sudah menunggu di dalam." ucap Bela.


"Ekhem-Ekhem!" Tiwi berdehem di samping Bela.


"Oh iya kak, kenalin ini namanya Tiwi dia salah satu teman Tasya dia juga seorang Dosen." ucap Bela.


Alex menyalim tangan Tiwi.


"Teman Tasya dan juga Bela." ucap Alex.


"Ya udah kalau begitu kakak masuk dulu yah." ucap Alex.


"Baik kak."


"Kakak yakin mau masuk? Wanita yang kakak cintai sudah bersanding dengan pria lain, kalau aku sih aku Akan menangis dan tidak akan tidur semalaman." ucap Rian.


Alex langsung menarik adik nya masuk ke dalam.


"Humm itu yang namanya Alex, lumayan ganteng lah pantesan saja banyak Junior nya yang suka." ucap Tiwi.


"Kamu tidak berhenti menggoda ku dari tadi! Aku bisa saja mengadukan kamu pada Tasya dan dia tidak mau berteman sama kamu." ucap Bela.


Tiwi tertawa.


"Aku hanya bercanda kamu serius sekali, kelihatan sekali kalau kamu suka sama Alex tapi Masih jaim." ucap Tiwi dan pergi.


"Selamat yah atas pernikahan kamu, semoga langgeng terus sampai hari tua nanti, hanya ajal yang bisa memisahkan kalian." ucap Alex.


Tasya tersenyum sambungan telepon mengucapkan amin.


"Terimakasih yah kak sudah mau datang." ucap Tasya.


"Nih ada kado untuk kamu titipan Ibu sama Ayah, mereka tidak bisa datang." ucap Alex.


Tasya mengambil dan mengucap terima kasih lagi.


"Oh iya Kak, jaga Tasya yah sekarang Tasya sudah tanggung jawab kakak sepenuhnya. Jangan sampai dia sedih, ataupun menderita dan sengsara." ucap Alex pada Darel.


"Saya tau tanggung jawab saya, karena saya jauh lebih tua dari kamu." ucap Darel.


"Darel! Kamu di berikan nasehat malah sok bagak." ucap Omah kesal sehingga menarik telinga Darel.


"Ampun-ampun Omah, aku minta maaf, aku hanya kesal saja pada nya." ucap Darel.


"Ya udah ayo makan nak," ajak Omah pada Alex.


Giliran reja mengucap kan selamat pada pengantin.

__ADS_1


"Selamat yah Tasya dan juga buat suami nya, aku berfikir kamu akan jadi kakak ipar ku, ternyata tidak kita di takdir kan untuk terus berteman." ucap Reja.


"Huff kamu sama saja seperti pria tadi!" ucap Darel kesal.


"Ya iyalah sama, dia Kakak gw." ucap Reja songong.


Darel mau marah namun di hentikan oleh Tasya.


"Sabar kak," ucap Tasya.


Reja pun pergi dari hadapan mereka.


"Mereka sungguh menyebalkan dan membuat emosi saja, kenapa kamu mengundang mereka?" ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Sudah lah kak ngapain di perpanjang sih? Kan semua nya sudah jelas. Aku tidak lagi dengan kak Alex, bahkan rasa suka ku sudah tidak ada, aku sudah milik kakak dan kakak adalah milik ku." ucap Tasya.


Darel tersenyum.


"Kamu bisa aja buat aku tersenyum." ucap Darel menyubit hidung Tasya.


"Omah kapan pulang ke Bandung? Kita sama-sama saja yah." ucap Reja.


"seperti nya Omah akan lama di sini, apa lagi Tasya sedang hamil muda harus banyak yang nemanin dia." ucap Omah.


"Oohh, berarti aku jadi Anti nyamuk dong nanti di dalam mobil." ucap Reja.


"Kenapa bisa begitu?"


"Omah belum tau yah kalau Kak Alex sedang mendekati Bela? Dia tidak bisa mendapatkan Tasya, teman nya pun jadi." ucap Reja.


Alex kesal dia nenyumpal mulut Reja dengan kue.


"Makan tuh kue, dasar tukang kompor saja." ucap Alex.


Omah dan Bela senyum-senyum melihat tingkah mereka.


"Lalu nak Tiwi bagaimana sudah mendapatkan pasangan?" tanya Opah pada Tiwi.


"Aduh opah, boro-boro pasangan gebetan pun saya tidak punya, mana ada yang mau sama saya." ucap Tiwi.


"Loh Kok ngomong seperti itu?" ."Orang jaman sekarang yah Opah suka nya body yang ala-ala Korea cantik dan mulus."


"Nak Tiwi cantik kok, badan nya juga bagus itu artinya kamu tidak bersyukur apa yang di berikan tuhan." ucap Opah.


"Bukan seperti itu Opah, hanya saja tidak ada yang mau dekat sama ku." ucap Tiwi.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2