Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 252


__ADS_3

"Aku sangat mencintai Tasya mas, aku mencintai anak-anak ku, aku tidak ingin berpisah dengan mereka." ucap Darel.


"Stop Darel, stop, kamu sudah memiliki Tania yang bisa mencintai kamu apa adanya, dia bisa memberikan anak yang banyak untuk kamu, bisa mengurus kamu, dia juga cantik dan juga baik." ucap Pak Yuda.


Darel diam, dia sama sekali tidak mau menoleh ke arah Tania Walaupun Tania yang berdiri di samping nya.


Setelah itu Papah dan mamah nya pulang harus bekerja.


"Kalau kamu ada kerjaan lebih baik kamu pulang, aku bisa sendiri di sini, aku juga sudah lebih baik." ucap Darel. Tania diam, dia sama sekali tidak menjawab memilih untuk duduk di sana.


Tasya hari ini tidak masuk kerja. Dia lebih memilih untuk membicarakan soal Anak nya mau sekolah di mana dengan ayah dan ibu nya.


Akhirnya keputusan nya Raya sekolah tidak jauh dari rumah itu. Bisa di antar jemput oleh supir.


Sementara Tasya sedikit tidak enak karena kalau di sana anak nya Sekolah dia juga harus menetap di sana tinggal bersama orang tua nya.


Bahkan ayah nya menolak uang Tasya untuk membayar sekolah dan semua keperluan Raya di tanggung jawabi oleh ayah nya. Tasya sangat sedih merepotkan mereka namun dia tidak bisa menolak mungkin itu adalah rejeki untuk nya dan anak-anak nya.


"Assalamualaikum." Ucap Tiwi yang baru saja datang.


"Tante Tiwi." Raya dan Stevan mengejar Tiwi yang baru saja berdiri di depan pintu namun sudah di kejar oleh kedua bocah itu.


"Tante Sangat rindu Kalian berdua." ucap Tiwi memeluk kedua anak itu. Mereka berpelukan.


"Lihat lah Tante bawa apa untuk kalian, ayo di ambil." ucap Tiwi.


"Horeee!!!" Mereka bersorak dan sangat senang.


"Kamu bawa apa lagi untuk mereka Tiwi? Aku jadi gak enak deh sama kamu nya kalau seperti ini." ucap Tasya.


"Sudah tidak perlu di pikirkan, yang penting anak-anak kamu sehat dan kaau juga sehat sudah cukup ." ucap Tiwi. Tasya tersenyum.


"Terimakasih yah." ucap Tasya. Tiwi mengangguk.


"Oh iya nih untuk Si bulat yang masih ada di kandungan." ucap Tiwi memberikan satu paper bag untuk Tasya.


Tasya buka lah." ucap Tiwi, Tasya pun Membuka nya, setelah di buka ternyata isi nya adalah pakaian bayi. Tasya terdiam sejenak.

__ADS_1


"Kandungan kamu sudah tujuh bulan, bahkan sudah mau Delapan bulan, aku belum melihat kamu membeli keperluan nya saat sudah lahir nanti." ucap Tiwi.


"Aku sampai tidak kefikiran Tiwi, terimakasih yah sudah mengingatkan nya. Maafin Mamah yah sayang." ucap Tasya mengelus perutnya.


"Humm bagaimana kalau kamu belanja aku temenin? Aku suka banget cari baju bayi, Kabari saja kalau kamu mau." ucap Tiwi.


"Baiklah, aku juga tidak bisa sendiri, pergi bekerja saja sudah membuat ku sangat lelah." ucap Tasya.


"Oh iya mana pak Candra, dia kok gak kelihatan?' tanya Tiwi.


"Ya sudah pulang ke rumah nya lah Wi, dia mungkin ada pekerjaan penting itu sebab nya tidak datang ke kampus." ucap Tasya. "Oohhh begitu yah." ucap Tiwi.


"Wi kamu gak marah kan sama aku karena aku dengan pak Candra pergi ke Dubai Kemarin?" tanya Tasya.


"Loh kenapa aku marah? Emang kelihatan nya aku marah yah?" tanya Tiwi.


"Maksud aku bukan seperti itu. Aku takut kalau kamu berfikir yang tidak-tidak aku dengan Pak Candra." ucap Tasya.


"Huss tidak perlu di pikirkan lagi. Aku dengan pak Candra tidak ada hubungan spesial kami tidak sedekat yang kamu pikir, kami dekat karena ada beberapa pekerjaan Pak Candra aku bantuin jadi nya dia merasa akrab sama ku, hanya itu saja." ucap Tiwi.


"Loh bukannya nya kamu pacaran dengan Pak Candra?" tanya Tasya, Tiwi menggeleng kan kepala nya.


"Pilihan sendiri?" ucap Tasya. Tiwi mengangguk dia terdiam sejenak seperti memasang wajah cemburu gitu.


"Pak Candra orang yang sangat misterius, ketika dia sudah yakin dia pasti berbicara mengeluarkan isi hati nya namun ketika dia tidak yakin dia akan menyimpan itu selama nya di hati nya." ucap Tiwi.


"Sangat beruntung orang yang di sukai oleh pak candra.' ucap Tasya. "Humm dia sangat beruntung sekali, wanita itu juga sangat baik dia mempunyai hati yang lembut." ucap Tiwi.


"Apa kamu sudah mengenal nya?" tanya Tasya. Tiwi menggeleng kan kepala nya, "Pak Candra tidak berhenti memujinya ketika sedang bercerita." ucap Tiwi. Tasya tersenyum.


"Kamu bisa aja deh." ucap Tasya.


"nak Tiwi minum dulu." ucap Bu Mita datang. "Terimakasih banyak Bu." ucap Tiwi.


"Kamu sendirian ke sini?" tanya Bu Mita.


"Iyah Bu. Emang nya ada apa yah Bu?" tanya Tiwi.

__ADS_1


"Ibu Fikir sama Pak Candra." ucap Bu Tiwi.


"Dia Mungkin mempunyai pekerjaan yang banyak sehingga tidak bisa datang ke sini lebih cepat." ucap Tiwi.


Bu Mita tersenyum.


Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana.


Di tempat lain.


Opah dan Omah sedang berbicara dengan Riski. Dia ingin pindah kuliah ke tempat kakak nya Bekerja.


Namun Opah dan Omah nya keberatan, Riski bersikeras tetap ingin pindah karena ingin bersama keluarga nya dia benar-benar tidak tahan hidup di sana sendirian karena selalu Kefikiran kekhawatiran tidak ada yang menjaga Mbak dan keponakan nya.


Akhirnya Omah dan Opah meminta Riski untuk menelpon Orang tua nya, Riski tidak berani ngomong karena takut di marahin dan tidak di setujui oleh ayahnya.


Namun dia menunggu sampai malam menunggu Ayah nya pulang bekerja karena Siang tadi pak Ahmad berangkat bekerja.


"Raya, Stevan Ayo mandi dulu." ucap Bu Mita memanggil mereka yang sangat sibuk lari ke sana ke sini.


"Sus tolong bawa mereka ke sini." ucap Bu Mita. Akhirnya mereka mandi dengan Nenek nya.


"Kamu beruntung banget dapat ibu seperti Bu Mita, dia sama baiknya seperti kamu." ucap Tiwi.."Alhamdulillah kalau begitu, aku juga sangat senang." ucap Tasya.


Tiwi tersenyum.


"Humm tapi aku tidak bisa tidur semalaman memikirkan kak Darel. Aku sangat pusing." ucap Tasya.


Tiwi mengelus punggung Tasya. "Kamu kuat, kamu pasti bisa." ucap Tiwi.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2