Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 180


__ADS_3

Buk Adel merasa senyap dia menoleh ke belakang. Dia menghela nafas panjang karena melihat Tasya tidur.


Buk Adel menatap wajah Tasya.


"Kenapa kamu harus sangat mirip dengan ibu kamu?" ucap buk Adel. tidak bisa menahan air mata air mata nya mengenai pipi Tasya.


"Entah kapan ibu bisa melupakan semua itu. Kenapa semua orang sangat tega pada ibu." ucap buk Adel.


Tidak terasa sudah sore hari. Tasya baru saja selesai membersihkan tubuh ibu nya dan menukar pakaian Ibu nya.


"Non Tasya. Pak Gerwyn ada di luar mencari Non Tasya." ucap Bibik.


"Kamu pulang hari ini?" tanya buk Adel. Tasya menoleh ke arah Ibu nya sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa suami kamu datang untuk menjemput kamu?" tanya buk Adel.


"Enggak Buk. Ya udah aku keluar dulu yah." ucap Tasya.


Darel melihat Tasya sambil tersenyum.


"Bagaimana kabar Ibu?" tanya Darel sambil mencium kening Tasya.


"Sudah lebih baik kok kak, Tapi tetap saja harus banyak istirahat belum boleh melakukan aktifitas apapun." ucap Tasya.


"Bik, Darel datang untuk menjemput Tasya yah?" tanya buk Adel.


Bibik menggeleng kan kepala nya..


"Seperti nya enggak Buk, Stevan dan juga Raya datang, saya berfikir mereka akan menginap." ucap Bibik. Buk Adel terdiam.


"Apa Bapak sudah pulang?"


"Belum Buk, dari kemarin bapak belum ada Pulang sama sekali." Jawab Bibik. "Oohh." ucap buk Adel.


"Ya udah kalau begitu saya permisi keluar dulu yah Buk." Bibik pun keluar setelah mengumpulkan pakaian kotor dari kamar majikan nya.


Tidak beberapa lama Darel, Tasya dan juga anak-anak masuk ke kamar.


"Nenek.. Bagaimana kabar Nenek? kenapa bisa sakit?" tanya Raya langsung naik ke kasur di ikuti oleh Stevan.


"Cucu-cucu ku, Nenek baik-baik saja hanya kelelahan saja." ucap buk Adel.


"Tapi Nenek sangat pucat dan juga kurusan." ucap Raya.


Buk Adel menoleh ke arah Darel.


"Mau menjemput Tasya yah nak?" tanya buk Adel pada Darel.

__ADS_1


"Huff seperti nya ibu ingin aku pergi dari sini lebih cepat yah? Aku sudah bilang kalau aku tidak Akan pergi sebelum ibu sembuh." ucap Tasya.


"Kamu akan menginap di sini buk karena besok saya libur sementara Tasya ada kerjaan besok, saya akan menggantikan nya di sini."


"Tidak perlu repot-repot mengurus ibu di sini, ibu baik-baik saja Lagian ada Bibik." ucap buk Adel.


Darel menoleh ke arah Tasya. Tasya menggeleng kan kepala nya seperti mengisyaratkan untuk menginyakan saja kata-kata Ibu nya.


Tasya memijit-mijit kaki ibunya. Sementara Darel dan anak-anak nya hanya bisa melihat buk Adel yang berbaring lemas.


Sudah malam waktu nya Raya dan Stevan untuk tidur.


"Kakak bawa anak-anak tidur di kamar saja, aku harus menyuapi ibu Makan dulu." ucap Tasya. Darel mengangguk.


Sudah malam buk Adel juga sudah tidur nyenyak, Tasya mengelus kepala Buk Adel sambil tersenyum.


"Tidur yang nyenyak yah buk, aku malam ini tidak tidur di sini yah." ucap Tasya mencium kening buk Adel.


Tasya mematikan lampu menghidupkan lampu tidur dan setelah itu keluar. Buk Adel terbangun dia memegang kening nya tiba-tiba tersenyum.


"Kak Darel!" ucap Tasya dengan manja langsung memeluk Darel yang duduk di sofa sambil membaca buku.


Darel menatap Tasya.


"Kenapa sayang? Apa ibu sudah tidur?" tanya Darel sambil meletakkan buku nya di atas meja.


"Satu malam saja tidak tidur dengan kakak sudah membuat badan ku sakit-sakit." ucap Tasya. Darel tersenyum.


"Itu hal biasa bagi ibu-ibu hamil muda bukan karena tidak tidur dengan suami." ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Aku sangat merindukan kakak." ucap Tasya mencium pipi Darel.


Duduk sini, biar kakak pijitin kaki nya." ucap Darel. Tasya mengikuti nya dan meletakkan kaki di pangkuan Darel.


"Oh iya aku mau bilang, beberapa malam yang lalu aku mimpi ada ibu-ibu mengejar aku dan selalu mengikuti aku." ucap Tasya.


Darel mengingat di saat Tasya mengigau di waktu tidur.


"Tiap kali aku bertanya dia siapa dia tidak menjawab dan hanya menangis saja. Itu membuat aku kefikiran sekali." ucap Tasya.


"Mungkin karena kecapean aja," ucap Darel.


"Bukan Kak, aku berfikir kalau itu seperti nyata kak." ucap Tasya.


"Sudah-sudah jangan terlalu berfikir aneh-aneh, bisa jadi karena kamu nonton film atau mendengar kisah yang aneh itu sebab nya kamu terbawa ke mimpi." ucap Darel.


"Humm bisa jadi sih kak." ucap Tasya.

__ADS_1


"Ya udah kalau begitu kita istirahat yah, kakak sangat ngantuk dan lelah." ucap Darel.


Tasya mengangguk dia turun dari sofa.


"Dedek bayi bobok yang nyenyak yah." ucap Darel mengelus perut Tasya.


Darel mencium bibir Tasya dengan singkat.


"Selamat malam sayang."


Namun Tasya tiba-tiba menahan leher Darel.


Tasya mencium bibir Darel cukup lama, Darel pun langsung membalas nya.


"Sssttt!!" Darel terlalu bersemangat sehingga tidak terasa Stevan terbangun dan merengek. Tasya menenangkan nya terlebih dahulu, Darel hanya bisa menghela nafas panjang melihat Stevan yang di pok-pok oleh Tasya.


Tidak beberapa lama Stevan pun nyenyak.


"Jangan melakukan nya sekarang kak." ucap Tasya. Darel menghela nafas panjang.


"Kamu yang memancing kakak duluan, kamu harus tanggung jawab." ucap Darel mencium bibir Tasya dengan paksa.


"Tapi nanti mereka bangun kak."


"Kakak akan pelan-pelan ucap Darel. Tasya melihat wajah Darel dia juga merasa kasihan akhirnya dia mau melakukan nya dengan Darel.


Beberapa ronde yang mereka lakukan malam ini cukup menguras tenaga Darel sehingga dia bangun kesiangan bersama anak-anak nya, sementara Tasya sudah bangun dari shubuh tadi.


"Loh Stevan sama Raya belum bangun juga yah Non?" tanya Bibik pada Tasya yang baru selesai mandi.


"Belum Bik, mereka memang terbiasa bangun siang. Kebetulan hari libur kak Darel juga malah ikutan Tidur." ucap Tasya.


"Lalu non Tasya mau kemana?"


"Saya mau ke kampus dulu bik, tadi ibu sudah makan kok, sudah minum obat, makan siang nya Bibik tolongin yah." ucap Tasya.


"Baik Non, saya akan memberikan Ibu makan, non Tasya jangan lama-lama pulang yah, karena Ibu pasti nyariin." ucap Bibik.


Tasya tersenyum sambil mengangguk.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2