Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 130


__ADS_3

Raya mengangguk dia harus mengerti dengan situasi.


Darel memeriksa ke kamar melihat baju Tasya masih utuh namun dia menemukan sebuah surat di bawah buku di nakas.


Dia mengambil dan membaca nya.


"Saat Kakak membaca surat ini aku mungkin tidak ada lagi di rumah, aku mohon jangan mencari ku. Aku titip anak-anak jaga baik-baik yah dan jangan biarkan mereka mencari ku. Aku hanya pergi menenangkan diri." isi pesan Tasya.


Darel seketika lemas dia mengingat kejadian kemarin dan perbuatannya semalam membuat nya sangat menyesal dia sangat menyesal sekali sehingga Air mata nya keluar.


"Maafkan Kakak Tasya! maafkan kakak," Darel memanggil nama Tasya sambil menangis.


Dia sudah yakin Tasya kabur karena dia.


"Kak!" panggil Riski masuk ke kamar.


Dia melihat Darel yang sudah duduk di lantai sambil menangis memegang surat.


"Tadi aku menghubungi Omah sama Opah namun mbak Tasya tidak ke sana, semua teman dekat nya juga tidak tau. Bagaimana ini?" tanya Riski panik.


"Tasya sudah kabur dia pergi karena kakak." ucap Darel.


Riski tidak mengerti dia membaca surat yang di tangan Darel.


"Apa yang kakak lakukan pada mbai Tasya sampai-sampai dia pergi?" tanya Riski.


Tidak mungkin Darel Jujur dia hanya diam saja.


"Kita harus mencari kemana Mbak Tasya pergi." ucap Riski.


Sementara Bu Adel dengan suami nya baru saja datang.


"Syukurlah Ibu sudah datang, tolong jagain Raya sama Stevan yah buk, kami akan mencari mbak Tasya." ucap Riski.


"Maksud kamu apa?"


"Mbak Tasya pergi entah kemana dan handphone nya tidak bisa di hubungi. Kami sudah mencari tempat yang kemungkinan dia ada namun tidak ada." lanjut Darel.


"Palingan dia ke rumah Pria yang di peluk nya di cafe itu." ucap Bu Adel dengan santai nya.


"Ibu! Masalah lagi serius bisa-bisa nya ibu mengatakan seperti itu!" ucap Pak Ahmad suami nya.


"Darel pun baru kefikiran dia mengambil kunci mobil.


"Jangan bilang kakak mau menemui Kak Alex?" tanya Riski menahan kakak iparnya.


Karena khawatir Riski pun ikut dengan Darel, namun sampai di apartemen Alex Tidak di Rumah dan juga Tasya Tidak ada di sana.


Satu Minggu kemudian Darel masih mencari istri nya namun tidak di temukan sama sekali, bahkan Darel sudah melapor kan ke polisi.


"Mamah! Mamah!" panggil Stevan menangis.


"Jangan panggil Mamah lagi! Tante Tasya sudah pergi meninggalkan kita dan tidak perduli," ucap Bu Adel.

__ADS_1


"Ibu ngomong apa sih? jangan mengajari mereka hal yang buruk!" ucap pak Ahmad.


"Sudah lah Ayah, Tasya memang berpengaruh buruk Sama mereka, Bagus saja dia tidak dapat dan pulang ke rumah ini." ucap Bu Adel.


Pak Ahmad hanya bisa diam sambil menggelengkan kepalanya.


Tidak beberapa lama Darel pulang dari kepolisian.


"Papah! Mamah mana?" tanya Raya.


Darel yang sudah lemas tidak bisa mengatakan apa-apa selain memeluk anak nya.


Di tempat lain Riski sedang menempelkan kertas pencarian Tasya di dinding.


Namun Tiba-tiba dia melihat mobil yang baru saja lewat seperti mobil Tasya dia segera masuk ke dalam mobil nya dan mengejar mobil tersebut.


Setelah di kejar ternyata bukan hanya mobil saja yang mirip, namun tiba-tiba Riski baru ingat kalau Tasya sudah ganti mobil dan mobil Lama nya masih tetap di bengkel.


Dia hilang kefokusan nya, dia sangat khawatir di mana Tasya sekarang.


"Assalamualaikum!" Bu Tima dan suami nya baru saja datang.


"Walaikumsalam!" jawab pak Ahmad.


"Di mana Darel Pak?"


"Mamah!" ucap Darel langsung memeluk Mamah nya.


"Bagaimana bisa istri kamu tidak pulang? Apa yang terjadi? kenapa baru mengabari Mamah?"


"Tuh kan apa mamah bilang, kamu harus pandai mengontrol diri kamu."


"Bukan Darel yang harus kontrol diri buk, justru Tasya yang tidak benar, dia berselingkuh di belakang suami sendiri."


Bu Tima terdiam dengan kata-kata Besan nya itu.


"Sudah lah tidak ada yang mau di salah kan sekarang lebih baik kita banyak mencari sekarang." ucap suami Bu Tima.


Sementara di tempat lain tempat yang kecil Tasya baru saja bangun dari tidur siang nya.


"Eh Mbak Tasya sudah bangun?" ucap ibu yang kebetulan sedang merapikan pakaian.


Tasya duduk.


"Tadi ibu Sudah masak sayur, itu pasti enak, Mbak Tasya harus makan kalau tidak mbak bisa sakit." ucap Ibu itu karena Tasya sangat tidak berselera makan.


"Terimakasih yah Bu."


"Huff kalau boleh tau mbak Tasya tinggal di mana? Kalau mbak Tasya kesasar boleh saya bantu ke kantor polisi."


"Gak usah buk, gak usah." ucap Tasya langsung.


"Baiklah kalau begitu."

__ADS_1


Tasya pun di bantu ke luar kamar. Tasya melihat anak cewek yang duduk di depan TV.


"Itu adalah cucu saya, dia tinggal dengan saya setelah ayahnya meninggal dan Ibu nya sekarang bekerja.


Tasya tersenyum.


"Saya juga punya anak sebesar dia." ucap Tasya.


"Loh mbak sudah punya anak sebesar Cucu saya? Tapi kenapa kelihatan Masih muda?"


Tasya hanya tersenyum.


"Apa mbak sebaiknya pulang dulu? Kasihan anak sama suami mbak nyariin."


"Saya punya masalah dan saya tidak bisa pulang lagi buk."


Ibu itu terdiam.


"Bukan kah lebih baik di bicarakan baik-baik? Sekarang saya yakin semua orang sibuk mencari Mbak."


"Tidak ada yang perduli sama saya mbak, paling Adek saya yang akan mencari saya." ucap Tasya. Ibu itu tau kalau Tasya sangat sedih dia pun memeluk Tasya.


"Percaya lah mbak semua masalah pasti ada jalan keluar nya. Buat sekarang mbak makan dulu " ucap ibu itu.


Tasya seperti tidak berselera namun Ibu itu terus memaksa akhirnya Tasya memaksa kan untuk makan.


Namun baru saja makan dua sendok dia sudah muntah-muntah berlari ke kamar mandi.


Ibu itu datang membawa minyak kayu putih.


"Seperti nya Mbak Tasya sudah masuk angin karena jarang makan."


Tasya hanya diam.


Di sore hari nya.


"Mbak Tasya! Mbak tidak sholat?" tanya menantu Ibu tadi.


Tasya bangun dia berdiri.


"Saya sholat di rumah saja yah Mbak," ucap Tasya.


"Baiklah, kalau begitu kami berangkat ke masjid Dulu.


Tasya segera sholat setelah selesai sholat dia mengambil handphone nya yang sudah satu Minggu dua hari tidak aktif.


Mampir dong ke cerita baru ku yang berjudul "Terpaksa menikah di usia muda" 🙏


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah lupa bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2