Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 240


__ADS_3

Tasya tidak melihat mereka lagi dia langsung keluar. Dia masuk ke dalam mobil. Dan Menuju ke makan mbak nya, Sampai di sana kaki nya begitu terkulai lemas dia duduk di tanah sambil menangis meminta maaf pada mbak nya.


Dia sudah begitu mencintai Keponakan yang menjadi anak nya itu sehingga sangat pilu rasa nya ketika berpisah.


"Kenapa aku harus kehilangan orang yang aku sayangi? Kenapa?" ucap nya berteriak seakan tidak terima dengan takdir nya.


"Mbak Amel pergi, ibu pergi, sekarang Raya dan Stevan pergi. Tinggal hanya aku sendiri." ucap Tasya, namun tiba-tiba Ibu nya datang. Buk Mita mengelus punggung Tasya dan memeluk nya.


"Aku baru saja kehilangan ibu, namun sekarang sudah harus berpisah dengan Raya dan Stevan, salah ku apa buk? kenapa aku harus merasakan penderitaan yang tidak henti-hentinya." ucap Tasya.


"Yang sabar Nak, mungkin ini aadalah yang terbaik untuk mereka. Inti nya kamu harus berdoa agar mereka selalu bahagia di sana, selalu senang seperti saat bersama kamu. Kamu juga harus percaya pada Nenek dan Kakek nya di sana." ucap Buk Mita.


Tasya mengangguk, benar yang di bilang oleh Ibunya.


"Ya sudah nak, jangan sedih lagi. Ayo kita pulang." ajak Buk Mita. Tasya mengangguk. Buk Mita menghapus air mata nya.


"Kamu gak boleh banyak-banyak berfikir yang membuat kamu sakit. Kamu juga harus ingat lagi hamil, tidak baik jika kamu stres berlebihan." ucap buk Mita.


Tasya mengangguk.


"Terimakasih yah buk." ucap Tasya. buk Mita tersenyum.


"Mbak kami pulang dulu yah." ucap Tasya dan mereka pun meninggalkan pemakaman itu.


Sementara di dalam sebuah pesawat Stevan terbangun dia menangis sehingga membuat penumpang lain nya tidak nyaman. Pramugari nya sudah membantu namun tetap saja tidak mau diam.


"Mamah...." ucap Stevan, Wajah nya begitu sedih sekali seperti mencari mamah nya.


"Mamah." ucap Stevan. Darel yang mendengar suara Stevan yang begitu pilu membuat nya sangat merasa bersalah karena sudah memisahkan mereka.


"Kamu di rumah Nenek akan lebih baik nak, papah juga tidak ingin Nenek kalian selalu menyalah kan mamah, menuduh yang tidak-tidak. Papah lelah mendengar nya, kalau dia sanggup mengurus Kalian Papah akan membiarkan kalian tinggal di sana." batin Darel.


Baru Saja sampai di rumah. "Tasya kamu dari mana?" tanya Tiwi yang ternyata menunggu nya di rumah.


"Aku baru saja pulang dari pemakaman." ucap Tasya.

__ADS_1


"Oohh. Rumah kok sepi sih? Raya sama Stevan mana? Ini nih mainan titipan mereka kemarin, aku sudah membeli nya." ucap Tiwi.


"Mereka sudah tidak di sini lagi."


"Maksud kamu apa sih? Pasti lagi di dalam mobil kan? Raya.. Stevan... Ayo turun." ucap Tiwi.


"Mereka sudah pergi ke Dubai dengan Kak Darel wi, mereka tidak di sini lagi, percuma saja kamu memanggil mereka." ucap Tasya.


"Loh ke Dubai? Ngapain mereka ke sana?" tanya Tiwi kaget.


"Nenek dan kakek nya tidak yakin kalau aku bisa mengurus mereka, akhirnya mereka meminta kak Darel membawa mereka ke Dubai." ucap Tasya.


Tiwi terdiam.


"Kamu gak apa-apa kan? Lalu bagaimana dengan Stevan dan Raya?" tanya Tiwi.


"Aku tidak bisa di katakan tidak apa-apa, sekarang aku sangat kefikiran Stevan. Dia pasti menangis." ucap Tasya.


Tiwi memeluk Teman nya itu.


"Yang sabar yah, kamu juga gak boleh terlalu memikirkan mereka. Kamu mempunyai satu lagi di dalam perut kamu." ucap Tiwi.


"Suatu saat nanti aku juga tau Nenek nya mengambil anak ku setelah sudah lahir." ucap Tasya.


"Ah tidak mungkin, kamu adalah ibu nya, kamu yang lebih berhak, kalau Raya dan Stevan bisa di katakan kalau mereka bukan anak kamu dan dia bisa mempunyai wewenang untuk mengambil nya, kecuali suami kamu tegas." ucap Tiwi.


"Aku tau kok sebenarnya kak Darel juga tidak ingin berpisah, namun dia paham Mamah sama papah nya seperti apa, sehingga dia tidak ingin menjadi anak yang durhaka. Di tambah lagi melihat Ibu ku meninggal dia sangat trauma." ucap Tasya.


"Yang sabar yah Teman ku, kamu pasti kuat, kamu juga sekarang mempunyai kebahagiaan baru kalau Ibu dan Ayah kamu akan menikah, mereka Akan selalu ada untuk kamu." ucap Tiwi.


Tasya menoleh ke arah Ibu nya yang memegang yang nya. Dia tersenyum.


"Ayo masuk yok. Ibu mau Masak nanti kalian berdua cicipin yah." ucap bu Mita. "Baik Bu." Mereka pun masuk ke dalam.


Di malam hari nya Tiwi pamit pulang karena sudah malam.

__ADS_1


"Bu malam ini ibu nginap di sini yah." ucap Tasya.


"Bukan nya ibu tidak mau, Tapi ibu besok harus bekerja nak, bagaimana kalau kamu ikut ke rumah ibu." ucap bu Mita.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Aku juga Besok harus kerja Bu, Tapi setelah ibu Selesai bekerja langsung datang ke sini yah." ucap Tasya.


Bu Mita mengangguk. Tidak beberapa lama Bu Mita Pamit untuk pergi. Tinggal lah hanya Tasya dengan Bibik di rumah.


"Rumah sangat sunyi yah Bik, biasa nya selalu ada suara anak-anak yang sangat berisik." ucap Tasya.


Bibik tersenyum.


"Tasya melihat mainan yang tersusun rapi. Biasanya tidak pernah rapi kalau anak-anak di rumah. Tasya masuk ke dalam kamar mereka.


"Mamah sangat rindu kalian nak. kenapa papah belum menghubungi mamah." batin Tasya. Dia duduk di kasur sambil memeluk boneka Stevan.


"Stevan di rumah nenek baik-baik yah, jangan nakal." ucap Tasya berbicara sendiri.


Tasya melihat foto-foto anak nya. "Cepat pulang dan lihat Mamah di sini yah nak, Mamah gak tau lagi bagaimana kalau tidak ada Kalian di samping mamah. Maafin Mamah yang telah menyia-nyiakan waktu waktu kalian masih di sini." ucap Tasya


Dia berbaring di kasur sambil mencium aroma khusus yang di miliki Tasya dan Stevan.


"Mamah sangat sayang sama Raya dan Stevan, raya juga sempat janji Akan selalu ada di samping Mamah, namun kamu yang ninggalin Mamah duluan." ucap Tasya.


Tidak beberapa lama Tasya menetes kan Air mata nya, dan karena lelah dia tertidur dalam keadaan mata yang basah.


Namun dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia selalu bangun-bangun berharap Raya dan Stevan ada.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya. Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like', komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2