
Candra menatap Tasya dengan tatapan tajam.
"Bukan kah kamu merasa terganggu karena saya?" tanya Candra dengan nada marah. Tasya diam.
"Saya hanya tidak habis pikir dengan pola pikir kamu. Untuk apa kamu mempertahankan pria seperti Darel? Kamu sama sekali tidak menganggap saya ada di sini." ucap Candra.
Tanya memegang baju Candra.
"Kenapa bapak meninggikan nada bicara bapak kepada saya?" tanya Tasya karena Candra sama sekali tidak pernah berbicara dengan kasar pada nya.
Candra yang tadi nya sangat marah seketika langsung merubah ekspresi wajah nya, dia menghela nafas panjang
"Saya minta maaf, saya tidak bisa menahan emosi saya " ucap Candra.
"Saya minta maaf sudah marah, saya rasa tidak nyaman lagi kalau saya harus di sini, saya lebih baik pulang saja." ucap Candra.
"Apa Bapak selama ini membantu ku karena mempunyai perasaan pada ku? Apakah bapak tidak melakukan nya dengan tulus?" tanya Tasya.
Candra Menghela nafas panjang dia menatap wajah Tasya.
"Kamu juga Manusia, kamu sudah dewasa kamu tentu nya bisa membaca pikiran orang lain sifat orang lain." ucap Candra.
"Saya membantu kamu sangat ikhlas, saya perduli pada kalian karena saya mencintai kamu, saya mencintai kamu Dan juga anak-anak kamu, saya menerima keadaan kamu seperti apa pun itu." ucap Candra.
Tasya langsung terdiam dengan kata-kata Candra.
"Saya bukan hanya merasa iba atau alasan lain seperti yang kamu pikirkan. Saya tidak pernah menganggap Adik atau kakak. Saya melakukan nya karena saya mencintai kamu, saya berharap kamu melihat pengorbanan saya." ucap Candra.
"Aku sangat berterima Bapak Sudah membantu ku, aku sangat beruntung. Namun aku tidak bisa membalas perasaan bapak untuk ku." ucap Tasya.
Candra tersenyum dia menghela nafas panjang beberapa kali untuk menenangkan diri nya sendiri.
"saya paham bagaimana di posisi kamu, saya tidak pernah memaksa seseorang untuk ada dan mau pada saya, saya ikhlas kamu menolak saya. Kapan pun kamu butuh saya Akan Selalu ada untuk kamu." ucap Candra.
Tasya terdiam. Candra tidak ada basa-basi dia pun langsung meninggalkan Tasya yang terdiam.
Tasya melihat Candra pergi. Dia menjadi sangat merasa bersalah sekali, dia bingung harus apa sekarang.
Sementara Candra dia keluar dari rumah itu. di dalam mobil dia menghela nafas dan bersandar. dia memegang kepala nya yang tidak pusing menutup mata nya.
__ADS_1
"Ternyata jatuh cinta dengan orang yang Salah itu sangat sakit. Tasya tidak melakukan kesalahan-kesalahan Apa pun justru aku yang terlalu berharap lebih pada nya." ucap Candra.
"Dia hanya memilih menjadi wanita yang setia. Dia ingin mempertahankan hubungan nya dengan suami nya." ucap Candra m
Setelah itu dia pun meninggalkan ruangan itu. Tidak terasa Air mata nya keluar.
Satu Minggu kemudian....
"Tiwi! Apa kamu melihat pak Candra akhir-akhir Ini?" tanya Tasya pada Tiwi.
"Nah itu dia aku mau nanya sama kamu, aku sudah Lama tidak melihat dia." ucap Tiwi. Tasya terdiam.
"Kemana yah pak Candra." ucap Tiwi. "Oh iya apa kamu sudah mencoba menghubungi nya?" tanya Tasya.
"Sudah, tapi yang ada sama ku hanya nomor Lama nya, dia sudah menukar Nomor baru." ucap Tiwi.
"Ooh Gitu yah." ucap Tasya. "Ya udah kalau begitu aku ke kelas dulu yah. Kalau kamu sudah pulang kabarin aku." ucap Tiwi. Tasya mengangguk.
Mereka berpisah. Tasya melihat nomor Candra yang ada di ponsel nya.
"Humm kira-kira dia kemana yah." batin Tasya.
Dia mau menelpon namun Tidak berani, karena dia tau Candra hilang kabar seperti itu karena dia. Tentu nya Candra tidak Akan pernah bertemu dengan dia lagi.
Tasya diam dia duduk sambil memandangi ponsel nya.
"Huff ya sudah lah, aku lebih baik Pulang saja." ucap Tasya.
Namun sebelum pulang ke rumah dia menjemput raya Dulu.
"Wahh anak Mamah keringatan sekali, abis ngapain sih?" tanya Tasya saat Raya masuk ke dalam mobil.
"Abis lari-lari sama teman mah. Mamah kok bawa mobil sendiri? Mana supir?" tanya Raya.
"Humm Kebetulan tadi supir ada urusan mendadak, jadi nya Mamah harus jemput Raya sendiri." ucap Tasya.
"Oohh, nanti Mamah jangan sering-sering yah, Mamah gak boleh bawa mobil sendiri takut terjadi apa-apa." ucap Raya.
"Hummm pintar banget sih anak Mamah." ucap Tasya mencubit pipi Raya.
__ADS_1
"Oh iya Mah, Mamah kenapa kelihatan nya murung sih? Dan akhir-akhir ini om Candra gak datang main lagi, Apa Mamah berantem sama om Candra?" tanya raya.
"Bagaimana sekolah nya tadi Seru?" tanya Tasya.
"Humm Mamah kok mengalihkan pembicaraan ku sih? Mamah lagi mikirin apa?" tanya Raya. Tasya menghela nafas panjang. dia menggeleng kan kepala nya.
"Mamah hanya kecapean saja, tidak ada masalah kok." ucap Tasya. "Mamah bohong. Mamah biasa nya terlihat senang walaupun ada masalah saat bersama om Candra, namun sekarang tiba-tiba sedih sekali." ucap Raya.
"Mamah sama Om Candra tidak ada masalah apapun, dan om Candra tidak datang ke rumah, karena dia sangat sibuk. Nanti kalau sudah tidak sibuk datang lagi." ucap Tasya.
"Tapi seperti nya tidak seperti itu mah, Om Candra sama Mamah marahan kan?" tanya Raya lagi. Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Humm ya udah deh kalau mamah gak mau jujur aku hanya ingin mamah senang jangan sedih." ucap raya. Tasya tersenyum.
"Oh iya mah, besok ada acara sekolah kedua orang tua di undang ke sekolah. Tapi kalau hanya Mamah saja gak apa-apa kok." ucap Raya.
"Mamah pasti datang kok." ucap Tasya. Raya tersenyum.
Setelah sampai di rumah Tasya meminta Raya untuk mandi dulu baru main-main, sementara Tasya bermain dengan Stevan.
"Assalamualaikum." Bu Mita baru saja pulang.
"Loh ibu tumben banget pulang cepat." ucap Tasya.
"Oh iya yah, ibu lupa Bilang sama kamu, kalau hari ini adalah hari terakhir ibu bekerja. Ibu mau fokus mengurus Cucu Ibu sama putri kesayangan ibu." ucap Bu Mita mencium kening Tasya.
Tasya terlihat sangat senang dia langsung memeluk ibunya.
"Makasih yah Bu, aku sangat sayang ibu." ucap Tasya.
"Ibu juga sangat sayang kalian semua. Ini saatnya ibu membalas semua nya yang sudah ibu sia-siakan dulu." ucap Bu Mita.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***