Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 84


__ADS_3

Dan Darel langsung tenang walaupun rasa bersalah nya belum hilang di saat Suara lembut dan tangan halus Tasya membelai nya membuat nya tenang.


Darel mulai berhenti menangis.


"Kakak ada masalah apa?" tanya Tasya. Darel tiba-tiba melepaskan pelukan Tasya mendorong nya sedikit jauh dari nya.


"Kakak kenapa?" tanya Tasya kaget.


"Jangan ikut campur! Keluar!" ucap Darel.


Tasya sangat Sedih Ketika Darel mendorong nya dia Langsung Keluar date kamar itu.


"Aaarggghh!!!!! Apa yang terjadi pada ku!" ucap Darel sangat marah sambil mengusap rambut nya dengan kasar.


Tasya mendengar teriakan Darel membuat nya kefikiran.


Cukup Lama dia berdiri di depan pintu namun karena tidak mendengar suara aneh dari dalam dia pun tenang dan memilih untuk pergi.


"Sebenernya ada apa dengan Kak Darel? Tidak biasa nya dia seperti itu?" batin Tasya.


Di sore hari nya Tasya dan anak-anak sedang asik di ruang tamu.


Darel baru saja turun dengan wajah nya yang baru saja syiuman dari tidur nya.


Tasya melihat anak-anak langsung berlari ke Papah nya. Darel mengendong mereka sambil tersenyum. mereka di bawa ke ruang tamu yang ada Tasya di sana.


Darel menoleh sekilas ke arah Tasya dan duduk di sofa yang lain tepat di depan Tasya.


"Soal tadi kakak minta maaf!" ucap Darel.


Tasya menatap Darel.


"Apa yang terjadi pada kakak? Kenapa kakak menangis?" tanya Tasya langsung. Darel menggeleng kan kepala nya.


"Tidak apa-apa!" ucap Darel. Tasya Menghela nafas panjang.


"Humm." Tasya seperti mau mengatakan sesuatu.


"Ada apa?" tanya Darel.


"Besok aku ada kegiatan di kampus sehingga aku akan menginap di tempat yang sudah di tentukan. Aku mau minta ijin sama Kakak." ucap Tasya.


"Pergi saja kalau kamu mau pergi!" ucap Darel dengan nada yang sangat datar. Tasya terdiam.


"Hanya satu malam dua hari saja kak. Aku akan mengusahakan segera pulang." ucap Tasya. Darel diam.


Tiba-tiba handphone nya Berdering. Tasya melihat handphone Darel yang di atas meja. Sangat jelas tertera nama nya Sinta.


Darel mengambil handphone nya melihat Sinta dia mematikan karena lagi sama Anak-anak dia juga sedang dalam keadaan yang tidak baik.


Namun Sinta terus menelpon nya.

__ADS_1


"Kenapa gak di jawab Kak?" tanya Tasya.


"Mungkin ada sesuatu yang penting." ucap Tasya lagi. Darel mematikan lagi sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada yang penting." ucap Darel. Tasya menatap wajah Darel.


"Kenapa aku sangat senang kak Darel tidak menjawab telepon dari wanita itu? Dan juga apa mereka mempunyai hubungan spesial? Seperti nya Kak Darel hari ini membingungkan itu pasti karena mbak Sinta." batin Tasya.


Namun handphone nya tidak kunjung berhenti berbunyi dengan lancang Tasya mengambil handphone dan menekan warna hijau.


Namun Sinta menangis.


"Hiks....hiks..." suara tangis Sinta langsung terdenger oleh Darel dan mengambil handphone dari atas meja.


"Kamu kenapa menangis?" tanya Darel dengan wajah yang sangat khawatir.


"Kamu kenapa mengabaikan aku? Bahkan kamu meninggalkan aku begitu saja tadi." ucap Sinta.


Darel menoleh ke arah Tasya yang diam saja sambil mendengarkan Sinta karena suara nya di perkeras oleh Tasya tadi.


Darel langsung menjauh dari sana.


"Seperti nya tadi Kak Darel dari tempat mbak Sinta." ucap Tasya.


Tidak beberapa lama Darel masuk.


"Kakak mau kemana?" tanya Tasya setelah Darel naik keatas dan kembali dengan jaket Serta kunci mobil di Tangan nya.


Tasya Melihat Darel pergi begitu saja.


Dia menghela nafas panjang.


"Huff kenapa ini semakin sulit sih? kalau seperti ini aku harus apa?" batin Tasya.


"Papah mau ke tempat Tante Sinta yah mah?" tanya Raya.


Tasya mengangguk.


"Tante nya seperti nya mempunyai masalah jadi papah harus membantu ke sana." ucap Tasya.


"Oohhh! Tapi kenapa Mamah butuh apa-apa papah gak bantuin? tangan Mamah sakit saja papah tidak perduli?" tanya Raya.


"Karena Mamah bisa atasi nya sendiri! Tidak seperti Tante Sinta." ucap Tasya karena sudah mulai kesal.


"Oohhh Gitu? Berarti Mamah kuat dong?" tanya Raya lagi, Tasya Mengangguk.


"Ya udah kita tidur yah. Kan besok Mamah mau ke kampus." ucap Tasya. mereka pun masuk ke kamar.


Namun handphone Tasya berdering dia melihat panggilan dari Alex.


Dia menjawab nya.

__ADS_1


"Halo assalamualaikum kak." ucap Tasya.


"Walaikumsalam! Kamu lagi apa?" tanya Alex sangat senang telpon nya di jawab.


"Nih lagi nemenin raya sama Stevan tidur." ucap Tasya.


"Humm dua hari lagi kakak ada tugas di Pekanbaru, kita boleh bertemu?" tanya Alex.


"Boleh kok kak." ucap Tasya terlihat sangat senang.


Cukup lama mereka berbincang-bincang. Tasya bahkan tidak memikirkan besok karena sangat asik berbincang dengan Alex.


"Mamah! Mamah! Adek seperti nya mau minum susu." Ucap Raya pada Tasya.


Tasya langsung mengakhiri telepon nya dan mengurus anak-anak yang sudah sangat mengantuk.


Keesokan harinya Darel benar-benar tidak pulang. Tasya mencoba menelpon namun tidak di jawab dia pun pergi ke kampus.


Sementara di tempat lain Darel tidur bersama Sinta menenangkan nya karena dia sangat sedih saat Darel meninggalkan nya begitu saja. Darel merasa bersalah itu sebabnya dia memenuhi permintaan Sinta agar dia tidur di sana.


Di pagi hari yang cerah Darel terbangun dia melihat Sinta yang memeluk nya Masih tidur di samping nya.


Perlahan dia mengawas kan tangan Sinta dan turun dari kasur.


"Kamu mau kemana?" tanya Sinta pada Darel.


"Aku mau ke kamar mandi dulu." ucap Darel.


Darel masuk ke kamar mandi. Sinta mendengar suara handphone Darel. Dia memeriksa nya.


Ternyata pesan dari Tasya. Dia pamit untuk berangkat kerja dan pamit juga dua hari.


"Maaf yah pesan kamu tidak di baca oleh Darel karena dia sangat kelelahan malam tadi, saya membaca pesan kamu dan saya akan menyampaikan nya nanti." balas Sinta sambil mengirim kan foto nya yang baru bangun dengan pakaian seksi.


Tasya yang sedang menyetir melihat itu langsung tiba-tiba rem mobil nya mendadak.


"Apa-apaan ini!" ucap Tasya sangat kesal.


"Aku saja istri nya tidak pernah membuka handphone dan sampai membalas pesan seperti ini!" ucap Tasya.


Dia menghapus foto wanita itu dan melanjutkan perjalanan nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2