
Bela menasehati Tasya sampai Tasya menangis karena tersentuh dengan semangat yang di berikan oleh teman nya itu.
Tidak beberapa lama Darel datang ke tempat itu.
"Loh kamu kok nangis sayang?" tanya Darel menghapus air mata Tasya.
Bela melihat Darel Seketika dia tercengang untuk pertama kalinya dia melihat Darel. Dia pikir Darel layak nya seperti om-om yang mempunyai anak dua sudah terlihat tua namun nyatanya tidak dia seperti melihat bujangan.
"Ya ampun ini seriusan suami Tasya? Kenapa sangat berbeda dari yang kemarin? Perasaan sudah tua." batin Bela.
"Oh iya kak kenalin ini Bela." ucap Tasya mengenal kan Bela pada Darel. Darel menoleh ke arah Bela.
"Kenalin saya suami nya Tasya." ucap Darel sambil menjulurkan tangannya.
Bela dengan senyuman sambil menyalim tangan Darel.
"Jadi selanjutnya perjalanan Kalian akan kemana?" tanya Darel.
"Rencana nya mau cari penginapan untuk Bela dekat rumah kak." ucap Tasya.
"Humm seperti nya tidak ada yang dekat rumah, hanya ada wisma." ucap Darel.
"Humm bagaimana kalau aku nginap di rumah kamu saj Tasya?" tanya Bela.
"Kamu yakin? Di rumah lagi ramai." ucap Tasya.
"Iyah gak apa-apa," ucap Bela.
Akhirnya mereka pun pulang bersama.
Setelah sampai di rumah mereka di sambut oleh anak-anak yang sudah menunggu orang tua nya.
"Mah kenalin ini Bela teman Tasya yang datang dari Bandung." ucap Darel pada Mamah nya.
Bu Tima yang menyalim tangan Bela.
"Nama saya Bela Tante."
Bu Tima tersenyum.
"Dia boleh nginap di sini kan Buk?" tanya s
Tasya.
"Boleh dong, nama nya juga tamu," ucap Bu Tima.
Mereka berbincang-bincang sebentar setelah itu istirahat ke kamar masing-masing.
"Kak bagaimana berkas-berkas nya?" tanya Tasya sambil meletakkan teh di atas meja tempat Darel memeriksa pekerjaan nya.
Darel menoleh ke arah Tasya.
"Kamu jangan khawatir semua nya sudah beres kok." ucap Darel memegang pinggang Tasya.
"Lalu bagaimana cara memberi tahu keluarga kita?"
"Semua nya akan kakak urus, kamu tidak perlu khawatir karena kakak sudah mengundang keluarga kamu, keluarga Kakak ke sini Besok." ucap Darel.
Tasya terdiam.
"Secepat itu kak?" tanya Tasya.
__ADS_1
"Kakak serius sama kamu, jadi tidak ada gunanya kalau semakin di perlambat." ucap Darel.
"Iyah sih kak, tapi apa mereka akan setuju?"
Darel menarik Tasya duduk di pangkuan nya, dia mengelus rambut Tasya.
"Kamu jangan khawatir yah sayang, semua nya akan baik-baik saja."
Tiba-tiba Tasya menangis.
"Loh kok nangis?" tanya Darel menghapus air mata Tasya.
Tiba-tiba Tasya memeluk Darel.
"Aku kefikiran Kak, aku bahkan sangat takut semakin di benci."
"Cup cup jangan berbicara seperti itu, karena semua orang akan sayang sama kamu, masalah ibu dan Ayah kamu mereka pasti akan menyesal sudah memperlakukan kamu seperti ini."
Tasya diam.
"Jangan di pikirkan lagi, lebih baik kamu istirahat, kamu pasti kecapean." ucap Darel.
"Hari ini kita tidak jadi periksa ke dokter karena kakak mengurus berkas-berkas untuk pernikahan, jadi kakak kapan bisa nya? Sementara besok perkumpulan keluarga." ucap Tasya.
"Yang sabar yah sayang, besok kakak akan meminta dokter nya datang ke sini, tidak mungkin sekarang karena sudah malam."
"Aku tidak mau dokter nya ke sini kak, aku mau langsung periksa." ucap Tasya.
"Ya udah besok yah, kamu Bobo dulu, kakak kerja sebentar lagi."
"Aku belum ngantuk." ucap Tasya.
"Semakin ke sini kelakuan kamu aneh-aneh saja yah." ucap Darel tersenyum melihat Tasya malah ingin menemani Darel.
"Kita mempunyai waktu bersama hanya malam hari saja, aku suka saat bersentuhan dengan kakak karena sangat hangat dan nyaman." ucap Tasya.
"Jangan menggoda kakak Tasya! Kakak tidak bisa mengontrol diri." ucap Darel.
Tasya menatap Darel, sengaja dia bergeser sedikit duduk sampai menyentuh milik Darel.
"Tasya..".
Tasya langsung tersenyum.
"Apa kakak tidak ingin melakukan nya dengan aku lagi? Apakah cukup hanya sekali saja?" tanya Tasya.
"Kamu yakin tidak apa-apa?"
"Ini sudah kewajiban aku Kak."
Tidak pikir panjang Darel langsung menggendong Tasya ke kasur.
"Aaaa turun kan aku kak, aku takut jatuh." ucap Tasya.
Darel membaringkan Tasya dengan pelan ke kasur.
"Biasanya lagi hamil muda tidak mood untuk melakukan berhubungan badan, kamu yakin ingin kakak melakukan nya?"
"Jangan tanya lagi kak, kakak membuat ku malu saja." ucap Tasya.
Darel tersenyum dia langsung mencium bibir Tasya dengan lembut.
__ADS_1
Sebelum melanjutkan aksi nya dia mematikan lampu terlebih dahulu.
"Riski! Tasya udah tidur yah?" tanya Bela yang melihat Riski duduk dan balkon sambil video call.
"Eh seperti nya sudah Mbak, lagi hamil muda dia sangat mudah kelelahan." ucap Riski.
"Oohhh." ucap Bela.
"Ya udah kamu lanjut saja dulu, Mbak Akan turun ke bawah."
Setelah turun ke bawah Bela menghampiri Bibik yang membersihkan dapur.
"Wahh ternyata rumah ini sangat besar yah Bik." ucap Bela.
"Iyah Mbak Bela." ucap Bibi.
"Loh kamu belum tidur bela?" tanya Bu Tima yang baru saja masuk ke dapur.
"Belum Tante."
Mereka pun duduk berdua di ruang tamu sambil menonton.
"Kamu Satu kuliah ya sama Tasya dulu?" tanya Bu Tima, Bela mengangguk.
"Iyah Tante."
"Kalau boleh tau apa Tasya mempunyai masa lalu yang buruk? Atau dia mempunyai ketakutan?" tanya Bu Tima.
Bela yang di tanya seperti itu langsung terdiam.
"Seperti nya tidak ada tan, Tasya adalah teman ku paling baik dan juga pintar."
"Oohhh, Tante hanya ingin tau saja."
"Emang kenapa yah Tante?" tanya Bela.
"Enggak kok."
Bela pun diam dia juga tidak ingin banyak tanya, dia langsung paham kalau Mertua teman nya itu seperti mencari kelemahan Tasya.
Keesokan harinya Tasya terbangun karena mual dia berlari ke kamar mandi. Darel karena kecapean dia tidak sadar istri nya sudah muntah-muntah di kamar mandi.
"Kak! Kak!" panggil Tasya membangun Darel.
"Iyah sayang kenapa?" tanya Darel dengan suara serak pada Tasya yang membangun kan Darel di atas kasur.
"Perut ku sangat keram dan kepala ku juga pusing kak."
Darel Langsung bangun.
Dia mencari minyak kayu putih mengoleskan ke perut Tasya dan memijat kepala nya karena masih sangat pagi Darel membawa Tasya ke kepelukan nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1