
Tasya dan Darel tersenyum, sementara Stevan ikut tertawa karena kakak nya juga tertawa.
"Aku janji akan selalu ada di samping kamu." Tasya mengangguk dia langsung memeluk Darel dengan penuh kasih sayang.
Setelah itu mereka berempat berenang dengan sangat senang, seketika dunia hanya milik keluarga kecil Darel.
Karena Tasya tidak bisa berenang, Darel harus memegang tangan Tasya dan mengajarkan cara berenang.
Sudah mencoba beberapa kali namun tetap tidak bisa, wajah nya sudah merah dan juga sudah banyak keminun air.
Karena sudah kedinginan juga mereka pun naik untuk makan karena sudah tengah hari juga.
"Ibu sudah di rumah yah?" tanya Tasya. Darel mengangguk.
"Apa kita pulang sore ini juga?" tanya Tasya. Darel mengangguk lagi.
"Emangnya kenapa?" tanya Darel.
"Aku hanya tidak nyaman saja di rumah kalau ada Clara dan ibu, mereka selalu menyindir aku." ucap Tasya. Darel menghela nafas panjang.
"Jangan perduli kan kata-kata mereka." ucap Darel.
Tasya pun diam.
Setelah selesai makan mereka mandi habis itu mengajak jalan-jalan sebentar karena sudah Sore mereka pun pulang.
Sampai di rumah Bu Tima menyambut mereka.
"Akhirnya cucu-cucu nenek sangat rindu." ucap Bu Tima menggendong Stevan.
"Kami habis berenang Nek, seru banget. Di sana juga Papah ngajarin mamah berenang." ucap Raya sambil tertawa.
Wajah Clara yang tadi nya senang seketika Langsung bad mood.
"Wahh pasti sangat seru, tapi kenapa kalian gak ngajak nenek sama Tante Clara?"
"Kan Nenek sama Tante Clara udah jalan-jalan!" ucap Raya.
Nenek nya langsung terdiam.
"Ya udah kalau gitu kami istirahat dulu yah Mah." ucap Darel mengajak Tasya.
"Ya udah." ucap Bu Tima.
"Rel aku minta tolong anterin aku malam ini ke rumah Tante aku yah." ucap Clara.
"Aku gak bisa, Tasya masih kurang sehat." ucap Darel.
"Darel... Kamu gak bisa gitu dong sama Clara! Justru kamu harus adil." ucap Bu Tima.
Tasya langsung bingung dengan kata-kata adil yang keluar dari mulut Mertua nya.
__ADS_1
"Kan ada supir mah! Ada mamah juga yang nemenin, aku harus nemenin Tasya!" ucap Darel.
"Kamu juga harus kenal siapa saja Keluarga Clara mereka juga ingin kenal sama kamu, masalah Tasya biar Mamah yang jagain."
"Ngapain pakai di jaga segala sih? Kan dia udah besar kelihatan nya juga sehat, manja banget." ucap Clara.
"Clara!" ucap Darel dengan nada marah.
"Udah kak gak apa-apa kok, lebih baik kakak pergi aja cuman nganterin kok." ucap Tasya.
"Kebetulan ada acara keluarga, Darel adalah tamu undangan kamu harus ada di sana bersama Clara." ucap Bu Tima.
"Gak apa-apa kok kak, pergi aja. Aku gak apa-apa." ucap Tasya.
"Tuh istri kamu aja bilang gak apa-apa." ucap Clara.
"Ya udah Iyah, jam berapa?"
"Jam delapan malam." Darel mengangguk singkat dan setelah itu membawa Tasya ke kamar.
"Kamu kenapa sih pakai ngomong gak apa-apa kalau aku pergi? Nanti kamu sendiri yang kefikiran dan khawatir!" ucap Darel.
"Aku gak mau Ibu semakin membenci aku kak, hanya karena aku kakak gak bisa nganterin atau nemenin Clara." ucap Tasya.
"Aku tidak mau mengantar kan nya!"
"Kakak tetap harus pergi," ucap Tasya. Darel diam.
Di malam hari nya Tasya dan Darel sudah duduk di sofa, Darel sudah rapi.
"Papah mau pergi sama Tante Clara, ada acara keluarga Tante Clara." ucap Bu Tima.
Bu Tima turun dengan Clara yang sudah berdandan cantik.
"Clara cantik banget sih, aku saja melihat nya suka, Apa lagi kak Darel." batin Tasya.
Sementara Darel tetap memasang wajah dingin, dia tidak mau menatap Clara.
"Kalau sudah siap lebih baik kita berangkat." ucap Darel.
"Kamu jangan dingin seperti itu dong Rel! Clara sudah Dandan cantik seperti ini, masa kamu gak mau melihat sedikit pun." ucap Bu Tima.
"Tidak perlu basa-basi! Lebih baik kita segera pergi." ucap Darel.
"Ya udah Tante, kami berangkat dulu yah."
"Iyah sayang, hati-hati yah."
"Kakak berangkat dulu yah, kamu baik-baik di rumah, kakak cepat kok pulang nya." ucap Darel mengelus kepala Tasya dan mencium kening nya.
Clara melihat nya sangat cemburu.
__ADS_1
"Lain kali kalau kamu mau pergi jangan menyusahkan aku yah! aku capek aku mau istirahat di rumah bukan mau jadi supir kamu!" ucap Darel langsung.
"Kamu apa-apaan sih Rel! Kamu kasar banget sih."
Darel menghela nafas panjang.
"Kamu adalah wanita yang sangat jahat berusaha merebut aku dari Amel dulu dengan cara mengadu domba, nah sekarang kamu mau menjadi pacar ku sementara aku masih suami orang." ucap Darel.
"Aku tidak perduli! Dan aku pastikan kamu juga pasti akan suka sama aku."
"Tidak akan, karena aku mencintai Tasya, sangat mencintai nya, sedikit pun aku tidak membuka hati untuk Kamu."
"Aku tidak perduli karena aku yakin dengan tujuan ku, Tante dan Om Serta keluarga istri kamu lebih menyetujui hubungan kita dari pada hubungan kalian berdua."
"Dan kamu juga jangan lupa setelah istri kamu melahirkan, kamu harus bercerai dan menikah sama aku."
"Tidak akan, justru aku yang Akan membujuk orang tua ku untuk membatalkan rencana bodoh itu!"
"Eits tidak bisa! Karena orang tua kamu gila jabatan, Siapa Sih yang gak mau punya menantu seperti aku, sudah cantik, cerdas, kaya punya perusahaan bahkan aku lebih kaya dari pada kamu!"
Darel sangat gedek, namun dia tidak bisa melakukan apapun. Akhirnya dia memilih diam saja.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
"Ayo turun! Kamu ngapain di dalam mobil."
"Kamu saja yang turun!"
"Ayo buruan turun! Kalau gak aku nelpon Tante nih."
Darel seketika mengepalkan tangannya.
"Dasar wanita picik." Darel mengguman sambil turun dari mobil.
"Kita adalah tamu utama di sini." ucap Clara.
"Sebenarnya aku sangat malu jalan bersama kamu, menjauh lah dari ku " ucap Darel.
Clara terdiam namun dia tidak memperdulikan perintah Darel dia menggandeng tangan Darel dan menyapa tamu-tamu.
"Wah akhirnya Clara datang juga, kamu cantik banget malam ini." ucap Tante nya.
"Makasih loh Tante. Oh iya kenalin nih orang yang aku ceritakan sebelumnya."
Tante Clara itu menyalim tangan Darel yang tetap memasang wajah dingin.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 😇***