
"Suami kamu juga mendukung kamu, tapi dia hanya takut kalau dia sebagai suami tidak bertanggung jawab." ucap mertua nya.
Tasya menghela nafas panjang.
"Kak Darel tidak hanya memikirkan itu Bu, dia tidak menginginkan aku kerja karena dia tidak ingin melihat aku bersama dengan pria lain." ucap Tasya.
"Dia seperti itu karena dia mencintai kamu," ucap Mamah mertua nya.
Tasya terdiam.
"Humm apa kamu belum membuka hati untuk Darel?" tanya Bu Tima.
Tasya mengangkat kepalanya menatap Bu Tima lalu menunduk lagi.
"Kenapa? Bilang saja sama ibu." ucap Bu Tima.
Tasya diam.
"Ya udah kalau kamu belum mau ngomong, ibu juga paham kok apa yang kamu rasakan." ucap Bu Tima.
Namun tiba-tiba handphone Tasya berdering kebetulan ada di dekat Bu Tima, dia melihat Nama Alex.
Tasya pamit sebentar untuk menjawab telepon nya keluar.
Bu Tima terdiam. Dia mengingat di saat Darel cerita kalau dia cemburu pada orang yang bernama Alex.
Tidak beberapa lama Tasya masuk lagi.
"Malam ini Ibu tidur di kamar ini saja yah." ucap Tasya..
"Ibu ada kamar sendiri kok, ibu juga tidak mungkin tidur di ranjang anak ibu sendiri yang sudah menikah, pamali." ucap Bu Tima.
Tasya pun diam.
"Ya udah kalau begitu kamu istirahat saja Yah, Ibu mau masak dulu untuk makan malam." ucap Bu Tima, Tasya mengangguk.
Malam hari nya mereka Makan malam bersama. Bu Tima memerhatikan Tasya yang mengurus anak-anak terlebih dahulu baru setelah itu dia mementingkan diri nya sendiri.
"Alhamdulillah Tasya bisa menggantikan Amel merawat anak-anak dua juga sangat sayang pada Cucu ku. Kalau masalah hubungan nya dengan Darel mereka pasti tahu jalan terbaik."batin Bu Tima.
"Sus tolong perhatikan mereka yah, Tasya kamu makan dulu!" ucap Bu Tima. Tasya mengangguk. dia pun ikut makan dengan mertua nya.
"Ini yang Masak adalah ibu, biasa nya suami kamu sangat suka ini, jadi kamu harus cicipin dulu." ucap Mertua nya, Tasya mencoba nya sedikit.
"Bagaimana? enak?" tanya Mertua nya. Seketika Tasya tersenyum dia mengangguk.
"Humm ini sangat enak, pantesan saja kak Darel suka ini " ucap Tasya. Dia langsung menambah ke piring nya Tampa ada kata-kata segan. Bu Tima yang melihat Tasya suka dia pun senang.
Keesokan harinya...
__ADS_1
"Tasya!" ucap Bu Tima yang baru saja keluar dari kamar nya di lantai bawah namun sudah melihat Tasya rapi.
"Eh ibu Sudah bangun? Aku membuat kan teh Susu untuk Ibu." ucap Tasya. Bu Tima mendekati Tasya.
Dia melihat Raya dan Stevan sudah mandi dan sangat asik main.
"Apa kamu akan berangkat sepagi ini?" tanya Bu Tima, Tasya mengangguk.
"Ibu jangan khawatir anak-anak sudah mandi dan sarapan kok, aku juga pulang cepat kok " ucap Tasya.
Tasya menyalim tangan ibu mertua nya dan pamit pada anak-anak nya setelah itu pergi.
Mertua nya mengantarkan ke depan.
"Kamu di jemput!" tanya Bu Tima karena melihat mobil masuk ke halaman rumah. Tasya mengangguk.
"Iyah Bu." ucap Tasya.
"Ayo Tasya! Kita sudah telat." ucap pria yang ada dalam dalam mobil.
"Ya udah Bu kalau begitu aku berangkat yah, titip anak-anak yah Bu." ucap Tasya berlari ke dalam mobil.
Mereka pun pergi.
"Huff pantesan saja. Darel cemburu sekali, ternyata istri nya di kelilingi pria yang sangat tampan-tampan." ucap Bu Tima.
Dia masuk.
"Bik jam berapa Tasya bangun?" tanya Bu Tima pada Bibik.
"Oohhh non Tasya bangun lebih awal memasak bubur untuk mereka dan juga mengurus mereka." ucap Bibik.
"Ibu jadi sangat merasa bersalah melihat dia harus mengurus anak-anak sementara dia ada kerjaan sendiri." ucap Bu Tima.
"Non Tasya sangat baik Bu, namun Bu Adel terlihat sangat membenci Non Tasya." ucap Bibi.
"Apa Bu Adel sering ke sini dan memarahi Tasya?" tanya Bu Tima. Bibi mengangguk.
"Non Tasya selalu sedih karena kata-kata ibu nya, saya selalu merasa iba pada Non Tasya." ucap Bibi.
Buk Tima terdiam.
"Assalamualaikum Tante;" sapa Gilang yang baru saja datang.
"Walaikumsalam! Kamu dari mana saja Gilang? kenapa tidak pulang malam ini?" tanya Bu tima.
"Maaf Tante aku tadi malam mabuk jadi tidak sanggup pulang ke sini." ucap Gilang.
"Huff dasar kelakuan anak muda jaman sekarang, maka nya Tante bilang buruan nikah." ucap Tante.
__ADS_1
"Ya udah kalau begitu bantuin aku dekatin Tasya yah Tante." ucap Gilang.
"Sembarangan saja! Tasya adalah istri Darel, masa iya kamu mau merebut istri sahabat kamu sendiri." ucap Bu Tima.
."Hah! Istri Darel? Tidak mungkin! Tante jangan bercanda deh " ucap Gilang.
"Tante sudah tua kenapa harus berbohong?" ucap Tante Tima.
"Bagaimana ceritanya mereka menikah Tan?" tanya Gilang.
"Apa mereka tidak cerita apa-apa pada kamu?" tanya Tima. Gilang menggeleng kan kepala nya.
"Huff ternyata mereka sama-sama menyembunyikan hubungan mereka." batin Bu Tima.
Bu Tima pun menceritakan jalan cerita mereka menikah, Gilang sangat lama teranga.
"Ya ampun hati ku sangat hancur, kenapa Tasya sudah di terlebih dahulu menikah dengan Darel?" ucap Gilang.
Bu Tima menarik telinga Gilang.
"Jangan coba-coba godain Tasya yah! awas saja kamu." ucap Bu Tima.
"Ampun Tante! Ampun...." ucap Gilang kesakitan.."Tasya sudah milik Tante, kamu gak boleh mengganggu mereka." ucap Bu Tima.
"Tapi Darel dengan Tasya tidak cocok Tante, Darel sudah tua dia juga sudah duda." ucap Gilang, Bu Tima kembali menarik telinga Gilang.
"Apa kata kamu? Berani-beraninya kamu menjelek-jelekkan anak saya!" ucap Bu Tima.
"Aaaaa sakit Tante. Aku tidak terima." ucap Gilang.
"Kamu harus terima kenyataan kalau Tasya sudah ada yang punya." ucap Bu Tima.
Gilang memegang kuping nya yang merah..
"Humm baiklah, aku menyerah." ucap Gilang. Bu Tima tersenyum.
"Tapi kenapa seperti nya mereka tidak baik-baik saja? Bahkan kenapa juga mereka tidak publish hubungan mereka? Bukan nya itu Akan membuat orang lain salah paham." ucap Gilang.
"Nah itu dia yang Buat Tante bingung, namun Tante juga tidak bisa ikut campur, mereka yang menjalani nya dan mereka tau apa yang terbaik." ucap Bu Tima.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1