
"Alhamdulillah kalau begitu kak, pasti anak laki-laki nya pada semangat kuliah karena dosen nya sangat cantik." ucap Riski.
Tasya tersenyum.
"Kamu bisa saja!" ucap Tasya.
"Aku juga ingin pindah universitas saja lah, aku ingin kakak ku adalah dosen ku." ucap Riski, Tasya tersenyum.
"Kalau kamu di sini kakak sama sekali tidak bermasalah, namun bagaimana dengan Ayah dan Ibu." ucap Tasya.
"Apa mereka belum tau kakak sudah jadi dosen?" tanya Riski. Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Humm kenapa kakak tidak memberitahu mereka? Pasti mereka sangat senang karena itu adalah cita-cita mereka juga." ucap Riski.
"Tau atau tidak mereka pasti tidak Akan perduli." ucap Tasya. Riski langsung terdiam.
"Ya udah kakak yang sabar yah." ucap Riski.
Tasya mengangguk.
"Kamu kapan ke Pekanbaru? " tanya Tasya.
"Humm aku Akan ke sana setelah aku selesai Ujian. Aku juga sudah rindu sama Ibu dan Ayah." ucap Riski.
"Kakak tungguin yah, pokoknya kamu secepat nya harus pulang kakak juga sangat merindukan kamu." ucap Tasya.
Namun tiba-tiba Darel masuk. Tasya melirik nya dan kembali menatap ke handphone nya.
"Ya udah kalau begitu kamu Makan gih, kakak juga mau istirahat." ucap Tasya.
"Oke kakak, assalamualaikum!" ucap Riski.
"Walaikumsalam!" jawab Tasya.
Panggilan handphone pun terputus. Tasya bangun dia menatap Darel yang duduk di kursi.
"Kamu kalau tidak suka pada Sinta bilang! Jangan membuat nya terluka seperti itu!" ucap Darel langsung.
"Aku tidak sengaja kak. Aku minta maaf!" ucap Tasya.
"Percuma saja permintaan maaf kamu tidak langsung membuat rasa sakit yang di tangan nya hilang." ucap Darel.
Tasya terdiam.
"Kakak tidak mau tau kalau kamu ceroboh dan tidak teliti lagi kakak jauh lebih Marah dari pada ini," Ucap Darel.
"Baik kak, aku minta maaf." ucap Tasya lagi sambil menundukkan kepalanya.
Darel langsung keluar dari kamar itu menutup pintu dengan sedikit keras sehingga membuat Tasya terkejut.
Tasya langsung membaringkan tubuhnya ke atas kasur.
__ADS_1
"Huff aku tidak sengaja melakukan nya, melainkan kaki wanita itu yang sengaja menghalangi jalan ku." ucap Tasya.
Dia menutup wajahnya dengan bantal.
"Aku benci hari libur ku yang seperti ini. Dan kenapa kak Darel sangat perhatian pada wanita itu." ucap Tasya.
Dia melihat tangan nya yang terbalut.
"Kalau seperti ini bagaimana aku besok ke kampus." ucap Tasya.
"Omah, Opah.. aku sangat merindukan kalian." ucap Tasya. Dia mengingat di saat dia tidak sengaja tersandung meja dan makanan yang di pegang nya jatuh dan dia terluka. Omah nya tidak Marah pada nya melainkan pada Meja nya dan meja itu langsung di pindahkan, hanya Luka sedikit saja namun mereka meminta dokter datang.
Di Ruang tamu Darel menghampiri Sinta yang sedang bermain dengan Raya dan Stevan.
Darel duduk di dekat mereka di atas karpet. Sinta tersenyum.
"Seperti nya sangat seru yah kalau ada anak kecil seperti ini di rumah. Rumah tidak Akan terasa sepi." ucap Sinta.
Darel tersenyum.
"Kita Makan Siang dulu yok, Bibi sudah selesai Masak." ucap Darel.
Mereka pun Makan siang.
"Aku baru tau deh kalau kamu suka sama anak kecil juga." ucap Darel pada Sinta yang sedang menyuapi Stevan makan.
"Mungkin dulu karena kita sibuk dengan urusan kita masing-masing," ucap Sinta. Darel tersenyum.
"Maafkan aku yang dulu yah. Aku sudah sangat banyak menyakiti perasaan kamu " ucap Darel.
Mereka pun Makan bersama, Sinta tau kalau Darel sangat suka udang dia mengupas kan nya dan meletakkan di piring Darel.
"Terimakasih!" ucap Darel tersenyum.
"Pasti semenjak istri kamu tidak ada, kamu kesepian tidak pernah mendapat kan perhatian lagi sehingga badan kamu semakin kurus saja." ucap Sinta.
Darel Diam.
"Sudah jangan di jawab! Aku hanya ingin basa-basi Saja, ayo lanjut makan." ucap Sinta.
Cukup lama Sinta di sana. Karena sudah di Sore hari dia pamit pulang kembali ke hotel nya.
"Aku pamit dulu yah, sampai jumpa besok!" ucap Sinta.
"Humm aku anterin kamu yah? biar mobil kamu supir aku yang nganterin, tangan kamu sakit seperti itu pasti sangat sulit menyetir." ucap Darel.
Sinta terdiam sejenak namun dia langsung mengangguk.
"Ya udah Iyah!" ucap Sinta. Mereka pun langsung berangkat.
Sementara Tasya yang duduk di balkon melihat Darel membantu Sinta Masuk ke dalam mobil membuat nya kesal.
__ADS_1
"Huufff Hanya luka seperti itu saja manja sekali! Pakai di anterin lagi!" ucap Tasya.
"Mamah!" panggil Raya. Tasya langsung masuk ke kamar.
"Iyah sayang kenapa?" tanya Tasya.
"Kenapa mamah tidak turun Makan? Kami sudah Makan di suapin sama Tante Sinta." ucap Raya.
"Mamah belum lapar, ya udah kalau begitu istirahat yah " ucap Tasya. Raya mengangguk.
"Tangan Mamah kenapa?" tanya Raya.
"Gak apa-apa kok. Hanya luka sedikit." ucap Tasya.
"Kalau hanya luka sedikit tidak Akan di bungkus seperti itu Mamah." ucap Raya.
"Gak apa-apa sayang nanti juga sembuh sendiri, lebih baik kita Bobo yah." ucap Tasya.
Tasya menggendong Stevan ke kasur dia menahan rasa sakit di tangan nya. setelah itu mereka tidur karena belum ada tidur siang, Tasya juga sudah Males keluar.
Padahal rencana nya dia Akan membawa anak-anak jalan-jalan ke taman.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka tidur. Sementara di perjalanan mau ke hotel Sinta, kedua nya saling diam.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai, karena tidak terlalu jauh.
"Humm Besok aku masih bisa main kan ke rumah kamu?" tanya Sinta. setelah turun dari mobil.
Darel tersenyum sambil mengangguk.
"Dengan senang hati menyambut kamu datang ke rumah. Tapi aku Besok kerja," ucap Darel.
"Gak apa-apa aku hanya ingin main-main dengan anak-anak saja! Aku di hotel saja sangat bosan karena tidak ada kerjaan," ucap Sinta.
"Tidak masalah kok, kamu datang saja kapan mau Kamu." ucap Darel.
"Makasih yah, kamu baik banget." ucap Sinta sambil tersenyum.
"Humm ya udah aku langsung pulang yah. kamu buruan naik gih." ucap Darel
Namun tiba-tiba Sinta memeluk Darel. Darel terkejut.
"Aku juga sangat merindukan kamu, Maaf kan aku sudah lancang memeluk kamu." ucap Sinta setelah selesai memeluk dan melepaskan nya.
Darel hanya diam saja.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***