Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 243


__ADS_3

"Kamu serius bisa masak?" tanya Candra, Tasya menatap wajah Candra dan mengangguk.


"Paling bisa nya Masak Mie goreng, mie rebus, masak Air untuk teh dan kopi." ucap pak Ahmad.


"Yah ayah bongkar aib putri nya saja." ucap Tasya. Candra menahan ketawa nya.


"Tuh kan Tiwi sama pak Candra ngetawain aku." ucap Tasya.


"Kita sama kok Tasya." ucap Tiwi. "Sebenarnya aku ingin belajar, namun aku sudah keburu hamil mencium Aroma dapur saja membuat ku mabuk." ucap Tasya.


"Tapi kamu sangat beruntung mempunyai suami seperti suami kamu. Dia menerima apa adanya, dia tidak banyak protes." ucap buk Mita.


Tasya tersenyum.


"Jadi rindu sama suami nih." ucap Tasya. semua nya tersenyum.


Setelah selesai makan Bubur mereka pindah ke ruang tamu. Sebenarnya Tasya sudah mau berbaring ke kamar nya namun karena masih ada Candra dia sedikit canggung untuk meninggalkan nya.


Tiba saat Candra akhirnya ijin pergi.


"Kalau begitu saya permisi pulang yah Buk, Pak." ucap Candra menyalim tangan mereka. Tasya akhirnya lega.


"Anterin ke depan gih." ucap buk Mita pada Tasya.


"Tiwi aja buk." ucap Tasya. "Loh kok aku sih? yang punya rumah kan kamu." ucap Tiwi.


Tasya menghela nafas panjang. akhirnya dia membawa Pak Candra ke depan.


"Terimakasih sebelumnya sudah mengijinkan saya berkenalan dengan orang tua kamu. Saya sungguh merasa senang." ucap Candra.


"Terimakasih kembali sudah mau berkunjung ke sini pak." ucap Tasya. Candra mengangguk.


"Saya pergi dulu." ucap Candra, Tasya pun melihat mobil Candra yang meninggal kan halaman rumah nya.


"Tiwi aku tau sebenarnya kamu sama pak Candra udah jadian kan?" ucap Tasya. Dan ternyata Tiwi sudah molor di sofa karena Ayah dan ibu nya juga sudah tidak di sana.


Tasya Menghela nafas panjang, "Huff dasar anak kebo." umpat Tasya. Dia mau membangun kan pindah ke kamar namun takut menganggu tidur Tiwi, dia pun membiarkan teman nya untuk di situ saja. Dia berjalan ke kamar nya.


Setelah masuk ke dalam kamar nya dia kaget melihat kamar nya sudah rapi. Padahal kemarin sangat berantakan karena tidak kefikiran untuk membersihkan nya.

__ADS_1


"Huff ini pasti ibu yang rapih kan, aku jadi gak enak." batin Tasya. Dia mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi.


Dia melihat perut nya semakin besar membuat nya semakin senang sekali.


"Tidak terasa kamu sudah empat bulan menjelang Lima bulan di perut Mamah nak. Mamah ingin kamu cepat lahir dan temanin mamah di sini." ucap Tasya.


Dia mengelus nya sambil tersenyum.


Setelah selesai mandi dia mendengar ponsel nya Berdering, dia langsung keluar dan menjawab panggilan Vidio dari suaminya.


Tasya menjawab dan ternyata yang dia lihat adalah Wajah Raya dan Stevan.


"Mamah! Mamah sedang apa? Kami Rindu, Mamah kapan kesini?" tanya Raya.


"Mamah juga rindu kalian nak, mamah akan segera datang. Kamu jagain Adek baik-baik yah." ucap Tasya.


"Adek selalu nangis Mah, dia jarang makan, dia terus panggil mamah." ucap Raya.


"Stevan gak boleh seperti itu yau nak." ucap Tasya.


"Mamah, Mamah." ucap Stevan.


Tiba-tiba Handphone di rebut oleh nenek nya.


Tasya mencoba menelpon lagi namun nomor nya sudah di blokir. Tasya menjadi sedih dan kefikiran.


"Kemana kak Darel? kenapa dia tidak ada di rumah dan meninggalkan ponsel nya?" tanya Tasya Heran.


Dia menelpon suster. Suster tidak menjawab melainkan mengirimkan pesan.


"Nenek anak-anak tidak mengijinkan Kamu berhubungan kontak dengan non Tasya. Begitu juga dengan Bapak, bapak tidak diijinkan menghubungi nom Tasya karena membuat anak-anak sedih." ISI pesan suster.


Tasya terdiam. "Mungkin itu adalah cara Nenek anak-anak untuk membuat mereka tidak sedih dengan tidak melihat ku, dan mendengar suara ku." ucap Tasya.


Tiba-tiba Tiwi mengetuk pintu. Tasya membuka nya. "Aku boleh tidur di sini kan malam ini? Apa aku perlu tidur di kamar yang lain?" tanya Tiwi. Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Kamu boleh tidur di sini kok." ucap Tasya. Tiwi pun masuk ke dalam.


"Wahh akhirnya aku bisa meluruskan kaki di sini." ucap Tiwi.

__ADS_1


"Mandi dulu gih." ucap Tasya. Tiwi mengangguk dia pun segera mandi.


Satu Minggu berlalu...


Darel dan Tasya tidak ada berkabar Sama sekali. Tasya tidak dapat kabar sama sekali dari mereka.


Tasya pun pasrah karena berharap anak-anak nya bisa tenang ketika tidak mendengar suara nya. Tasya juga selalu berdoa untuk kesehatan anak dan juga suami nya. Dia sudah ikhlas dengan apa yang di alami oleh nya.


"Besok adalah hari pernikahan Ibu dan ayah, tetapi kamu Sama sekali belum memilih kebaya yang akan kamu pakai nak." ucap Bu Mita pada Tasya yang sedang duduk di ruang tamu sambil menonton.


"Aku ikut seragam seperti yang lain saja Bu, berbeda hanya aku sendiri gak seru." ucap Tasya.


"Oohhh begitu. Bagus deh. Lagian Kebaya nya seperti warna kesukaan kamu kok." ucap buk Mita. Tasya tersenyum.


Acara akan di langsung kan di rumah Pak Ahmad Yang baru. orang-orang sudah mulai Selesai mengurus semua pelaminan karena acara nya cukup besar jadi nya sedikit lama mengerjakan nya.


Tidak kalah besar dengan acara Tasya dan suami nya dulu.


"Seandainya Kak Darel ada, aku ingin berfoto keluarga nanti, aku sangat ingin berkumpul namun tetap saja tidak bisa." ucap Tasya.


Buk Mita mengelus rambut Tasya.


"Kamu gak boleh sedih nak, nanti kalau kamu sedih Ibu juga Akan sedih." ucap Bu Mita. Tasya memeluk Ibu nya.


"Aku mohon Ibu juga Jangan tinggal kan aku, aku takut." ucap Tasya.


"Gak Akan nak, ibu Akan selalu ada di samping Mita. Ibu janji." ucap Bu Mita.


"Aku akan ke kampus nanti siang sebentar Bu, gak apa-apa kan? Sekalian juga ngundang Semua teman-teman ku." ucap Tasya.


"Iyah gak apa-apa nak, pergilah. Jangan lupa beri tahu Pak Candra juga." ucap Bu Mita.


"Seperti nya Pak Candra tidak Akan datang karena dia orang yang sangat super sibuk Bu, setelah dia datang ke rumah aku tidak pernah bertemu dengan nya lagi. Mungkin dia Keluar kota." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya. Jika Ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like dan komen vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2