Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 100


__ADS_3

"Sudah biarkan saja mereka di sini," ucap Darel.


"Tidak bisa kak! Mereka akan menggangu jam kerja kakak." ucap Tasya.


"Selesaikan dulu pekerjaan kamu, setelah itu baru datang ke sini kalau kamu tidak lelah." ucap Darel.


"Baiklah." ucap Tasya pasrah. Dia melihat di postingan orang-orang yang sangat banyak memuji ketampanan suami nya dan juga anak-anak nya.


Bahkan banyak juga yang mengatakan mereka mau menikahi dengan Darel hanya memperbaiki keturunan. mereka tau nya Darel adalah Duda.


Tasya membaca semua komentar orang lain yang ingin memiliki Darel.


"Kalian bahkan hanya menghayal saja, karena tidak ada waktu untuk orang lain dia sudah langsung milik ku." ucap Tasya kesal.


"Kamu Kenapa Tasya?" tanya Tiwi yang baru saja datang.


Tasya langsung mematikan layar handphone nya.


"Tidak apa-apa!" jawab Tasya dengan wajah yang sangat tidak ramah.


"Kita Makan siang yok." ajak Tiwi.


"Aku tidak berselera." ucap Tasya.


Tiwi menghela nafas panjang.


"Kamu kenapa?" tanya Tiwi.


"Kamu tidak melihat postingan kak orang-orang tentang kak Darel membawa anak-anak ke kantor pagi tadi?" tanya Tasya.


"Aku melihat nya, kenapa?" tanya Tiwi.


Tasya diam.


"Kamu cemburu yah banyak yang suka sama suami kamu?" tanya Tiwi. Tasya menatap wajah Tiwi.


"Itu adalah resiko yang harus kamu tanggung kalau menjalani hubungan tersembunyi." ucap Tiwi.


"Humm aku semakin yakin deh kalau kamu benar-benar mencintai Pak Darel." ucap Tiwi.


"Aku jujur saja kalau aku memang menyukai nya," ucap Tasya.


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo buruan nikah resmi secara negara." ucap Tiwi.


"Tidak semudah itu Wi, sangat banyak yang tidak menyetujui hubungan kami, hanya Keluarga Dekat saja yang tau." ucap Ucap Tasya.


"Ya sudah kalau begitu Kalian harus banyak bersabar dan sampai jangan kejebolan." ucap Tiwi. Tasya memasang wajah kesalnya menatap Tiwi.


"Aku minta maaf, aku hanya bercanda saja." ucap Tiwi.


"Ya udah ah kita Makan siang dulu." ajak Tiwi. Tasya mengangguk namun tiba-tiba Candra datang.

__ADS_1


"Selamat siang pak." ucap Tasya dan Tiwi secara bersamaan melihat Candra berdiri di dekat pintu.


"Humm saya mau ngajak kamu Makan siang." ucap Candra.


Tasya menoleh ke arah Tiwi.


"Humm saya sudah di ajak duluan oleh Tiwi pak, saya minta maaf." ucap Tasya.


"Tiwi juga sekalian ikut gak apa-apa, saya juga mau berdiskusi dengan kalian berdua." ucap Pak Candra.


"Ba-Baik Pak." ucap Tasya.


Mereka pun Makan siang di kantin Kampus.


"Pak Candra akhir-akhir ini sering datang ke kampus yah semenjak dekat dengan Bu Tasya." gosip mahasiswi yang duduk tidak Jauh dari Tasya namun Tasya bisa mendengar kata-kata mahasiswi itu.


Tasya mendengar kata-kata mereka jadi sedikit canggung, apa lagi wanita kebanyakan memandang nya dengan tatapan tidak suka.


Cukup lama mereka berdiskusi di sana, Tiwi memerhatikan Candra yang sangat masuk dengan pembahasan mereka membuat nya yakin kalau Candra memiliki rasa pada Tasya.


Tiwi juga salut dengan kecerdasan Tasya.


Tidak terasa hari sudah jam tiga sore Tasya baru saja selesai dengan kelas nya, dia langsung keluar.


Namun tidak sengaja dia menabrak seseorang karena sangat terburu-buru.


"Maaf-maaf!" ucap Tasya sambil mengumpulkan barang-barang yang berserak di lantai. Dia melihat ternyata itu adalah Candra.


"Maafkan saya pak, saya tidak melihat Jalan." ucap Tasya.


"Saya harus pulang dengan Bus pak, saya harus segera pergi. Permisi!" ucap Tasya meninggalkan Candra setelah barang-barang Candra di kumpul kan.


"Wi! Wi!" cegat Candra yang kebetulan Tiwi lewat.


"Iyah Pak?"


"Dosen Tasya kenapa pulang pakai bus yah? Mobil nya kemana?" tanya Candra.


"Oohhh mobil nya rusak Pak, biasa nya juga dia anterin oleh su.." seketika kata-kata nya terhenti karena hampir keceplosan.


"Di anterin siapa?" tanya Candra.


"Aa maksud saya di Anterin oleh supir nya Pak." ucap Tiwi.


"Oohhh!" ucap Candra.


"Kalau begitu saya permisi dulu yah Pak." ucap Tiwi.


Candra mengangguk.


Tidak beberapa lama akhirnya Tasya sampai di perusahaan Suami nya.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya Tasya menginjak kan kaki di perusahaan milik suaminya sendiri yang terkenal di mana-mana.


"Permisi Mbak ada yang bisa kami bantu?" tanya security sebelum masuk.


"Saya mau bertemu dengan Pak Darel bisa?" tanya Tasya.


"Sebelum nya sudah membuat janji?" tanya Security lagi.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Sekarang Pak Darel berada di luar." ucap security.


"Boleh saya masuk untuk menjemput Raya dan Stevan?" tanya Tasya.


"Maaf Bu kami tidak bisa sembarangan mengijinkan kan orang lain apalagi menjemput Anak Pak bos." ucap security.


"Tapi saya.." Silahkan tunggu di sana yah buk sampai Pak bos datang." ucap security langsung memotong kata-kata Tasya.


Tasya akhirnya pasrah walaupun sebenarnya hati nya tidak tenang mengetahui suami nya kerja keluar anak-anak nya di dalam.


Anak-anak nya sangat nakal tidak mungkin orang baru bisa menjaga nya. Cukup lama Tasya di Depan perusahaan di kursi yang sangat panas menunggu sendiri an.


Tidak beberapa lama mobil Darel datang. dari mobil Darel melihat Tasya duduk kepanasan di kursi.


"Loh kenapa dia duduk di sana?" batin Darel dia langsung turun dari mobil.


"Tasya!" ucap Darel. Tasya melihat Darel dia langsung berdiri.


"Kenapa kamu duduk di luar panas-panas?" tanya Darel.


"Aku tidak di ijinkan masuk oleh security." ucap Tasya.


Security yang melihat Darel langsung mengenal Tasya Membuat nya ketar-ketir.


"Apa maksud anda melakukan ini pada adik saya?" ucap Darel mendorong security itu.


"Maafkan saya Pak, saya tidak tau bahwa perempuan ini adalah adik Bapak, saya minta maaf." ucap security mengusir tu memohon.


"Udah kak, sekarang anak-anak mana ? kenapa kakak meninggalkan nya di sini?" tanya Tasya.


"Saya tidak mau melihat Wajah anda di sini!" ucap Darel pada security itu.


Setelah Itu mereka pun langsung masuk. Tasya mengikuti langkah Darel sementara di luar semua staf melihat kemarahan Darel Membuat mereka ketakutan.


Setelah masuk ke ruangan Darel mereka terkejut melihat ruangan Darel sudah sangat berantakan. Dua Staf yang di suruh untuk menjaga Raya dan Stevan sudah khawalahan sehingga mereka berbaring di lantai dengan rambut yang acak-acakan.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2