
"Tunggu Omah telpon dulu." ucap Omah menelpon Darel.
Setelah di angkat ternyata Dia sedang menemani Tasya di rumah sakit. Tiba-tiba perut nya sakit mungkin terlalu laju membawa mobil namun mereka sudah mau pulang.
Omah dan Opah sempat panik, namun mendengar Tasya baik-baik saja mereka sedikit lega.
Di dalam perjalanan pulang Darel membawa Tasya berbicara.
"Bagaimana perut kamu masih sakit?" tanya Darel memegang perut Tasya, namun langsung di tepis.
"Kakak fokus saja menyetir, aku baik-baik saja." ucap Tasya. Darel menghela nafas panjang.
"Apa kamu mau makan sesuatu? biar kakak beliin." ucap Darel. Tasya hanya diam.
Darel tidak bisa membujuk Tasya agar mau berbicara dia pun fokus pada jalanan.
Sesampainya di rumah Tasya langsung masuk.
"Kamu dari mana saja Tasya? Kamu membuat kami khawatir saja." ucap omah.
"Aku pusing di rumah Omah." ucap Tasya.
Omah datang dan memeluk Tasya. "Jangan terlalu memikirkan nya, Clara sudah tidak di rumah ini lagi, kamu bisa tenang." ucap Omah.
Tasya mengangguk.
"Bawa istri kamu istirahat." ucap omah pada Darel.
"Aku mau sama Omah aja." ucap Tasya. Omah menghela nafas panjang dia pun membawa nya ke atas.
Darel duduk di sofa, dia melihat panggilan tak terjawab dari mertua perempuan nya.
Dia meletakkan ponsel nya di atas meja dengan kasar sambil memegang kepala nya yang terasa sangat berat.
Di rumah Buk Adel, suami nya baru saja pulang bekerja di sore hari dia menunggu di kamar.
"Akhirnya Papah pulang juga, apa maksud papah menceritakan semua nya pada ibu?" tanya Buk Adel.
"Apa maksud Mamah?" tanya pak Ahmad sambil duduk di pinggir kasur melonggarkan dasinya.
"Papah kan yang menceritakan sama ibu perjanjian antara keluarga kita, keluarga Clara dan juga keluarga besan kita." ucap buk Adel.
Pak Ahmad Menghela nafas panjang.
"Iyah memang papah yang cerita. Papah tidak bisa membiarkan rencana itu berjalan karena Tasya adalah Anak ku, Ayah mana yang tega menyakiti hati anaknya." ucap Pak Ahmad.
"Cihh sejak kapan Papah luluh pada anak pelakor itu? Apa jangan-jangan Papah lebih memilih dia dari pada Mamah?"
__ADS_1
"Mamah! Kalau Tasya adalah anak ku, dia juga anak Mamah, jangan membeda-bedakan dia, aku sudah cukup mengikuti kata-kata Mamah selama ini, dan papah sangat menyesal putri yang baik harus tersakiti dari masalah masa lalu."
"Jangan pernah salah kan aku Pah, karena ini semua salah papah dan pelakor itu. Kurang apa aku sama papah sampai Papah berselingkuh di saat Amel Masih kecil." ucap buk Adel.
"Itu adalah masa lalu Mah, jangan di bahas lagi."
"Sampai kapan pun aku tidak menerima anak pelakor itu, dia adalah anak haram." ucap Bu Adel.
"Jaga mulut Mamah yah, dia adalah anak ku." ucap Pak Ahmad.
"Kalau dia anak Papah pergi saja dengan nya, mamah tidak mau melihat Papah." ucap buk Adel.
"Aku tidak habis pikir Mamah sangat egois, papah capek kerja pulang-pulang di perlakukan seperti ini. Baiklah kalau mamah ingin aku pergi." ucap Pak Ahmad.
Pak Ahmad mengambil handphone nya dan pergi begitu saja, namun setelah keluar dari kamar dia melihat Clara.
"Halo Om." Sapa Clara, namun langsung di tinggal kan oleh pak Ahmad.
"Loh ada apa dengan Om Ahmad." Dia pun langsung masuk melihat ke dalam.
"Tante! Ada apa?" tanya Clara melihat buk Adel menangis.
Clara mendekati nya.
"Tante ribut sama Om yah?" tanya Clara.
Sementara Pak Ahmad memilih datang ke rumah Darel.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana.
"Ahmad? Kamu ngapain di sini?" tanya Omah.
"Tasya mana Buk?"
"Dia ada di kamar nya."
"Oohh boleh aku ke kamar nya? Darel tadi mengabari perut nya sempat sakit." ucap pak Ahmad.
"Ibu mau ingat kan sama kamu ya Ahmad, tolong ajarin istri kamu berbicara, semakin tua pikiran nya tidak ada dan tidak ada adab." ucap Omah.
Pak Ahmad Menghela nafas panjang.
"Aku minta maaf atas nama Istri ku Buk." ucap pak Ahmad dia pun langsung ke kamar.
"Hay putri Ayah." sapa Pak Ahmad membuka pintu.
Tasya menoleh ke arah pintu.
__ADS_1
"Ayah di sini?" ucap Tasya. Pak. Ahmad tersenyum.
"Lihat nih Ayah bawa bawa apa sama kamu? Ini semua kesukaan kamu," ucap pak Ahmad.
Tasya bangun dia melihat banyak makanan di bawa oleh Ayah nya.
"Aku tidak mau makan karena tidak berselera." ucap Tasya.
"yakin gak mau makan? Ayah suapin gak mau?" tanya Pak Ahmad.
Akhirnya Tasya mau di suapin sama ayah nya. Dia terlihat sangat lahap makan nya.
Darel yang duduk di sofa merasa lega karena istri nya mau makan, sebelum nya pak Ahmad mengabari Darel kalau dia akan ke sana. Darel sekalian minta tolong mertua nya membawa makanan karena Tasya tidak mau makan.
Darel pun keluar dari kamar itu.
"Kenapa kamu mengabaikan suami kamu seperti itu?" tanya Pak Ahmad.
Tasya menggeleng kan kepala nya sambil cemberut dia memakan buah yang di tangan nya.
"Tidak baik seperti itu, kamu tidak boleh menyalah kan suami kamu seperti ini, coba bicarakan baik-baik. Ayah tau Darel hanya takut pada orang tua nya."
"Dia seorang laki-laki Ayah, dia harus tegas, kalau seperti ini rumah tangga kami akan terus di atur oleh orang tua nya."
"Suami kamu tidak ada pilihan lain lagi Tasya. Di satu sisi dia tidak ingin melawan orang tua nya, namun di sisi lain dia tidak ingin menyakiti perasaan kamu."
"Dengan cara menyetujui persyaratan seperti itu adalah jalan terbaik menurut Ayah?"
"Bukan Jalan terbaik, namun dia hanya ingin menikahi kamu secepat nya, dia sama sekali tidak mempunyai perasaan pada Clara."
"Kasihan suami kamu, jangan abaikan dia seperti ini, Ayah tau sekarang dia pasti sangat pusing. Cukup Omah saja yang marah pada nya jangan kamu istri nya tempat untuk bersandar dan tempat untuk berkeluh-kesah."
"Aku sangat merasa kecewa Ayah, aku harus menghadapi situasi ini seperti apa." ucap Tasya.
"Ayah paham kok, ayah akan selalu ada di sini untuk kamu." ucap pak Ahmad.
"Ya udah kamu istirahat yah. Ayah mau ngomong sama Omah dulu, dia sudah sangat emosi." ucap pak Ahmad.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya. Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏
__ADS_1