Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 172


__ADS_3

"Tante!" panggil Clara sambil memberikan minuman pada buk Adel yang duduk di pinggir danau yang sangat luas.


"Tante jangan sedih gitu dong, aku juga jadi ikut sedih." ucap Clara. buk Adel tersenyum.


"Maaf yah Tante belum bisa wujudkan keinginan kamu untuk menjadi istri Darel. Padahal kamu wanita yang sangat Baik dan juga dari keluarga baik-baik." ucap buk Adel menatap Clara.


"Aku boleh tau gak Tante, kenapa Tante tidak suka pada Tasya? Padahal dia anak Tante sendiri." ucap Clara.


Buk Adel menghela nafas panjang sambil menatap ke arah air.


"Masa lalu belum bisa Tante lupakan. Itu sangat membekas di hati dan tidak bisa sampai sekarang menerima Tasya." ucap buk Adel.


"Emang kesalahan apa yang di perbuat Tasya Tante? Dia terlihat sangat baik dan dia juga sopan pada ibu walaupun ibu sering menyindir dengan kata-kata yang pasti menyakiti hati dia." ucap Clara.


"Tasya bukan lah anak kandung Tante melainkan anak tiri Tante yang terpaksa harus Tante akui anak sendiri dan masuk ke kartu keluarga Tante." ucap buk Adel.


Clara terdiam.


"Cerita nya sangat panjang, namun intinya ibu kandung Tasya adalah selingkuhan suami Tante dan lahir lah Tasya dari dia." ucap buk Adel.


Clara langsung bisa menyimpulkan kalau Tasya adalah anak di luar nikah. Dia tau kalau sebenarnya Bu Adel sakit hati telah di selingkuhin.


Clara memeluk Buk Adel dari samping.


"Aku tau itu pasti sangat sulit untuk Tante terima, tapi Tasya tidak salah apa-apa Tante."


Buk Adel menatap Clara.


"Kenapa kamu tiba-tiba membela dia? Tante sama sekali tidak kefikiran untuk memikirkan itu," ucap buk Adel.


"Sekarang aku melepaskan Darel Tante, aku tidak mau mengganggu hubungan mereka lagi." ucap Clara.


"Kamu yakin? Bukan nya kamu sangat mencintai Darel?"


"Maaf Tante selama ini sudah melibatkan Tante, tapi Tante pasti tau rasanya pasangan kita di rebut oleh wanita lain, dan aku tidak mau saling menyakiti perasaan sesama wanita." ucap Clara.


Buk Adel tersenyum dia memeluk Clara.


"Seandainya wanita itu berfikir perasaan Tante waktu itu mungkin Tante tidak akan menyimpan rasa sakit sampai sekarang." ucap Buk Adel.


Clara tidak bisa memberikan saran apa pun selain menguat kan buk Adel. Cukup lama mereka di sana mereka pun meninggalkan Danau itu setelah buk Adel tenang.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya buk Adel pada Clara.

__ADS_1


"Sampai urusan aku selesai aku akan tetap tinggal di sini, tapi tidak lagi mengharapkan Darel aku mencintai nya dan aku ingin dia bahagia dengan wanita pilihan nya." ucap Clara.


"Ibu yakin ada pria yang lebih baik mengganti kan Darel di hati kamu, semangat yah sayang." ucap buk Adel.


Sementara rombongan Darel dan Tasya sedang bersenang-senang mengelilingi tempat kebun binatang yang sangat banyak ikan besar.


Tasya dan juga anak-anak sibuk minta di foto kan oleh Darel. Darel hanya bisa mengikuti kemauan anak dan istri nya.


Sementara Omah hanya mengikuti mereka. Namun Opah dengan iseng mau mencoba permen kapas.


Darel dan Tasya senyum-senyum melihat Opah yang mencoba romantis tapi Omah malah cuek saja.


Karena Tasya dengan Darel sudah menghabiskan waktu menemani mereka dari tadi waktu nya untuk mereka berdua.


"Sayang!" ucap Darel memanggil Tasya. Tasya menoleh ke arah Darel yang berhenti di toko sepatu wanita.


"Coba ini deh, kaya nya cantik." ucap Darel.


"Gak usah kak, aku baru saja membeli beberapa sepatu."


"Anggap saja ini Hadiah dari Kakak, bentuk nya sangat bagus." ucap Darel.


Tasya akhirnya mencoba nya.


"Wahh cocok banget, bungkus yah Mbak." ucap Darel pada kasir.


"Aku juga mau pilihin kakak Sepatu, dasi dan juga kemeja baru, kakak tidak pernah ganti-ganti." ucap Tasya menarik tangan Darel ke toko sebelah nya.


Setelah keluar dari toko itu Darel kesulitan membawa semua belanjaan.


"Kakak juga tidak ada celana dala*." ucap Darel.


"Loh bukannya banyak kemarin?"


"Semenjak tinggal di sana, seperti nya tukang cuci nya tidak mengembalikan nya." ucap Darel.


"Mungkin dia tertarik dengan kakak, tapi hanya bisa mendapatkan celana dala* saja." ucap Tasya sambil tertawa.


Darel mencubit pipi Tasya dengan sangat gemas.


"Humm kamu cemburu yah?"


"Ngapain aku cemburu? Karena kakak hanya punya aku seorang." ucap Tasya.

__ADS_1


Darel tersipu malu. "Iyah-iyah kakak hanya punya kamu." ucap Darel mengulangi lagi.


Setelah pulang dari tempat belanja mereka pun singgah untuk makan bersama.


Namun tidak sengaja Darel bertemu teman nya. Darel harus menemani mereka berbicara sebentar tapi Tasya tidak sabaran mereka meninggalkan Darel dengan Opah di sana.


Setelah selesai berbicara dengan teman Darel dia sudah kalang kabut mencari nya mau kemana karena di telpon tidak di jawab.


"Huff kemana mereka pergi?" ucap Darel. mencoba menelpon Omah akhirnya di jawab mereka sudah sampai di rumah, Darel dan Opah hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya sama sekali.


Sampai di rumah ternyata sudah gelap. Suster langsung memandikan Stevan dan Raya. sementara Darel ke kamar.


"Sayang, kamu kenapa sangat cepat pulang tidak mengabari kakak?" tanya Darel sambil membuka kancing kemeja nya.


Namun seketika dia terdiam melihat Tasya baru keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang membuat Darel tercengang.


Dia langsung mengunci pintu. Tasya hanya tersenyum saja.


"Apa yang kamu lakukan dengan pakaian itu? Kapan kamu membeli nya?" tanya Darel.


Tasya mendekati Darel tapi tiba-tiba Darel menahan Tasya agar tidak mendekati nya.


"Jangan mendekat! Di situ saja, kakak mandi sebentar." ucap Darel.


"Kenapa kak? Kakak tidak suka yah? Jelek yah?" tanya Tasya. Darel menutup mata nya dengan kedua telapak tangan nya.


"Kamu sangat cantik sayang, kamu hari ini sangat kelelahan jangan menggoda kakak seperti ini. Kamu tidak akan tidur." ucap Darel.


"Kalau aku cantik, jangan tutup mata dong." ucap Tasya.


"Kalau kakak gak mau lihat, aku akan menukar nya." Darel langsung membuka mata nya.


Dia menarik Tasya ke pelukan nya.


"Kamu sengaja menggoda kakak? Atau kamu menginginkan sesuatu?" tanya Darel.


"Kenapa kakak berfikir seperti itu? Aku hanya ingin menyambut kakak dengan hal yang spesial saja." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2