
Darel tersenyum sambil mengangguk.
"Pasti kok, kamu jangan khawatir kan itu, mau bagaimana pun seperti yang kamu Bilang mereka adalah orang tua ku." ucap Darel.
Tasya tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu lebih baik kita istirahat di kamar saja, Radit juga sudah tidur." ucap Tasya. Mereka naik ke kamar.
"Oh iya soal pak Candra dia datang ke sini sebelum nya sudah bilang ke aku, dia mau mengambilnya Beberapa surat-surat penting yang kemarin di kasih ke aku." ucap Tasya.
Darel mengangguk sambil tersenyum. Dia pun berbaring.
Tasya menghela nafas melihat suaminya sangat Cuek ketika Tasya membahas Candra.
"Ya sudah deh kalau seperti ini, Wajar saja Jika di marah ketika Pria yang dia tau sebelum nya pacar ku, datang." batin Tasya.
Dia mengambilnya ponsel nya membaca beberapa informasi tentang perusahaan mertua nya. Dan semua yang di duga suami nya benar terjadi.
"Sudah seperti ini pasti Mamah dan papah kesusahan, mereka tidak ada tempat untuk mengadu, kenapa mereka tidak datang ke pada anak nya?" batin Tasya.
"Apa mereka benar-benar membenci ku sehingga untuk datang kepada anak nya pun tidak Mau?" tanya Tasya dalam hati.
Tiba-tiba ada pesan masuk dari Tiwi menanyakan Bela dengan Alex jadi datang. Tasya melarang mereka datang karena masih di rumah orang tua nya.
Tasya memberi tahu Tiwi seperti itu. Tiwi yang berencana untuk datang ke rumah Tasya namun tidak jadi karena pacar nya mengajak untuk berkencan.
Untung saja Bela mengerti keadaan Tasya sekarang. Itu sebab nya dia tidak terlalu mengotot untuk bertemu dengan Tasya.
Kenapa kamu belum tidur? Ayo cepat tidur. Nanti Sore kita akan ke rumah sakit." ucap Darel. Tasya mengangguk dia pun meletakkan ponsel nya dan tidur memeluk suaminya sementara Radit sudah tidur di dalam Box nya.
Pak Ahmad Yang baru saja pulang dari kantor nya melihat berita di ponsel nya.
"Ya Allah.." Dia mengucap juga, dia merasa iba melihat besan nya sekarang dalam keadaan susah.
"Apa Darel belum tau? Kenapa tidak ada yang Mengabari ku sebelum nya?" tanya Pak Ahmad. "Tapi tidak mungkin dia tidak tau." ucap Pak Ahmad lagi.
Sebelum pulang ke rumah dia singgah dulu untuk membeli makanan untuk Cucu nya, eh dan ternyata dia bertemu dengan Riski.
"Ayah di sini?" ucap Riski menyusul Ayah nya.
__ADS_1
"Iyah, kebetulan Ayah lewat mau membeli beberapa untuk Keponakan kamu." ucap Pak Ahmad.
Riski pamitan pada teman-teman nya untuk ikut bergabung dengan Ayah nya.
"Kamu gak pergi lagi sama teman kamu?" Tanya pak Ahmad. Riski Menggeleng kan kepala nya.
"Kalau begitu ayo lah pulang dengan Ayah." ucap Pak Ahmad. Riski mengangguk.
"Ayah.." panggil Riski.
"Iyah ada apa nak?" tanya pak Ahmad.
"Aku ingin berjiarah dengan ayah ke makam Ibu dengan mbak Amel Besok sebelum aku lanjut kuliah di sini." ucap Riski. "Tentu boleh dong, sekalian ajak Kakak kamu Darel dan juga Ibu." ucap Pak Ahmad.
"Kenapa harus mengajak kak Darel Sih ayah? dia yang sudah membuat mbak Amel meninggal." ucap Riski.
"Sststt!!! Ayah tidak pernah mengajari kamu untuk berbicara seperti itu nak, Ayah sangat menanamkan sopan santun kepada semua anak Ayah." ucap Pak Ahmad.
Riski diam.
"Kamu ingat dulu bagaimana Almarhum ibu kamu menuduh kalau mbak Tasya yang membuat mbak Amel meninggal?" tanya Pak Ahmad.
"Astaghfirullahaladzim." ucap Riski mengusap kepala nya.
"Ini semua sudah takdir Allah nak, kamu tidak boleh menyalah kan siapa pun. Ayah tidak suka kamu seperti ini." ucap Pak Ahmad.
"Aku minta maaf Ayah." ucap Riski.
"Kamu harus minta maaf pada Darel bukan pada Ayah, Kalau kamu mencintai dan menyayangi mbak Tasya kamu pasti tau cara yang kamu lakukan ini salah." ucap pak Ahmad.
Riski diam lagi.
"Sudah jangan di ambil hati kata-kata Ayah. Ayah hanya ingin semua anggota keluarga ayah akur. Pada dasarnya Ayah yang sudah gagal menjadi kepala rumah tangga yang baik." ucap Pak Ahmad sambil menangis.
Riski diam. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah. mereka di sambut oleh Raya dan Stevan.
"Bu, Darel mana?" tanya pak Ahmad karena tidak melihat mobil nya di depan.
"Ayah lupa yah hari ini mereka harus periksa ke dokter?" ucap Bu Mita. "Oh iya yah, Ayah Lupa." ucap Pak Ahmad.
__ADS_1
Bu Mita mengambil tas suami nya, sepatu, dan juga mengambil tas Riski dan sepatu serta barang bawaan nya.
"Aku bisa sendiri Bu." ucap Riski tidak enak.
"Sudah tidak apa-apa, kamu ikut gabung saja dulu, ibu buatin teh." ucap Bu Mita.
Riski terdiam sejenak. Dia tidak pernah di perlakukan seperti ini oleh ibu kandung nya sendiri. Namun dengan Bu Mita dia merasakan kasih sayang yang sangat tulus sekali.
"Ini dia teh nya." ucap Bu Mita duduk di samping Pak Ahmad.
"Roti yang di bawa oleh Kakek sangat enak sekali." ucap Raya. Raya dan Stevan sangat suka.
"Oh iya Ayah. Apa ayah sudah tau kabar buruk dari perusahaan besan kita yang di Dubai?" tanya Bu Mita.
"Sudah Bu, Ayah sangat prihatin sekali. Dan apa mereka sudah mengabari Darel? Apa Darel Akan kembali ke Dubai?" tanya pak Ahmad.
"Nah itu dia Ayah. Seperti nya mereka tidak mau menghubungi dan tidak membutuhkan bantuan Darel." ucap Bu Mita.
"Sudah lah Ayah, itu juga bukan urusan kita. Kita tidak pantas untuk ikut campur. Mereka juga sangat membenci kita." ucap Bu Mita.
"Aku Mandi dulu yah Bu. Ayah." ucap Riski. Mereka Mengangguk Riski pun masuk ke dalam kamar nya.
"Apa benar sekarang kak Darel sudah memilih mbak Tasya dari pada orang tua nya?" batin Riski.
Di Rumah sakit Darel dan Tasya baru saja selesai di periksa, mereka menunggu Obat terlebih dahulu. Saat sedang menunggu di lorong rumah sakit itu tiba-tiba Candra menghampiri Tasya.
"Tasya kenapa kamu bisa di sini?" tanya Candra.
"Aku di sini mau periksa kesehatan, kakak sendiri di sini ngapain?" tanya Tasya.
"Melihat Saudara yang sakit." ucap Candra. "Tasya sudah selesai, ayo kita pulang." ucap Darel langsung menarik tangan Tasya meninggalkan Candra.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***