
"Boleh dong." ucap Tasya.
"Horeee.." ucap raya bersorak sangat senang sekali.
Setelah itu mereka pun keluar.
Darel bangun dia duduk di samping Tasya.
"Sudah jangan sedih lagi kak, kalau kakak sedih Aku juga ikut sedih." ucap Tasya. Darel lagi-lagi memeluk Tasya.
"Kakak sangat mencintai kamu, kakak tidak mau kehilangan lagi. Kakak tidak akan sanggup lagi. Kakak tidak bisa." ucap Darel.
Tasya tersenyum dia tahu apa yang di rasakan suami nya. Dia pasti trauma karena sudah di tinggal kan oleh Amel dan sebelum nya sudah berpisah dengan dia karena orang tua nya.
Keesokan harinya Tasya keluar dari kamar. "Loh kata nya mau jalan-jalan sama om Riski gak jadi?" tanya Tasya pada anak-anak nya yang duduk santai di ruangan depan.
"Hari ini kami ternyata sudah ada rencana untuk jiarah mbak ,aku lupa sehingga mengajak mereka untuk jalan-jalan." ucap Riski.
"Jiarah? Kok gak ada yang bilang sebelumnya sama Mbak?" tanya Tasya. "Sebenarnya Darel juga gak tau." ucap pak Ahmad Yang baru saja datang ke ruang tamu.
"Kalau begitu aku akan memanggil kak Darel dulu yah Ayah." ucap Tasya. Dia masuk ke kamar
ternyata Darel sudah bangun mungkin terbangun karena Radit yang menangis.
"Kak hari ini Ayah dengan ibu kata nya mau pergi jiarah. Kakak tidak mau sekalian ikut?" tanya Tasya. Darel menoleh ke arah istri nya.
"Apa Riski ikut?" tanya Darel. Tasya mengangguk.
"Ikut juga kak, tapi tidak ada salah nya kan kalau Kakak ikut." ucap Tasya.
"Lagian kalau kakak tidak ikut tidak enak sama ibu dan ayah." ucap Tasya.
"Ya udah kakak ikut." ucap Darel. Akhirnya dia pun segera siap-siap.
"Kamu gak apa-apa kan tinggal dulu nak? Nanti kalau sudah 40 hari baru kamu boleh keluar." ucap Bu Mita.
"Iyah Bu, gak apa-apa kok, sampai kan salam ku untuk almarhum Ibu Adel dan juga mbak Amel." ucap Tasya.
"Dadah Mamah." ucap Raya dan Stevan. Mereka meninggalkan rumah itu.
Darel menyetir mobil dan di samping nya Riski. Sementara di belakang adalah mertua mereka.
"Tidak pernah sebelumnya aku sangat canggung seperti ini pada adik ipar ku sendiri, namun sekarang aku sangat canggung sekali." batin Darel.
__ADS_1
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di pemakaman. Makam Ibu Adel dengan almarhum istri nya berbeda namun tidak Jauh juga dari almarhum mertua perempuan nya.
Mereka terlebih dahulu ke pemakaman mertua nya.
"Adel lihat lah kami sudah datang, kami minta Maaf baru bisa datang melihat kamu sekarang." ucap Bu Mita.
Riski menangis sambil meminta doa ibu nya. Raya dan Stevan hanya bisa diam saja melihat itu.
Setelah selesai dari sana mereka pindah ke pemakaman Amel.
"Raya, Stevan sini nak." ucap Darel membawa mereka duduk di dekat batu Nisan Mamah nya.
"Amel Raya dan Stevan sekarang sudah besar sehingga dia bisa datang berjiarah ke sini." ucap Darel.
"Mamah aku rindu Mamah." ucap Raya.
"Jangan nangis sayang." ucap Bu Mita memangku Raya.
Mereka berdoa di sana setelah selesai membaca ayat kursi membasuh wajah dengan Air.
Di rumah Tasya sedang Bosan.
"Radit sudah tidur, pekerjaan semua nya sudah selesai, rumah sangat sepi, Bibik juga lagi keluar untuk belanja keperluan rumah. Huff sangat membosankan sekali apa yang harus aku lakukan?" ucap Tasya.
"Loh apa mereka sudah pulang? Kenapa begitu cepat?" ucap Tasya. "Tapi kalau itu mereka pasti langsung masuk saja, Mana mungkin memencet bel seperti itu." ucap Tasya.
Dia berjalan ke arah pintu utama.
"Mencari Siapa yah Bu?" tanya Tasya melihat wanita yang berdiri di depan pintu namun membelakangi nya.
Wanita itu berbalik. Tasya sangat kaget karena Ternyata itu adalah mertua nya.
"Mamah." ucap Tasya. Bu Mita menatap Tasya.
"Mamah mencari kak Darel? Dia sedang tidak di sini. Mereka pergi dengan ayah ibu jiarah." ucap Tasya.
Bu Tima tiba-tiba berlutut di kaki Tasya. Tasya kaget dia langsung mundur. "Apa yang Mamah lakukan?" tanya Tasya.
"Mamah minta bantuan kamu Tasya, Mamah minta kamu untuk membujuk Darel membantu mamah." ucap Bu Tima.
"Berdiri dulu mah, kita bisa membicarakan nya baik-baik." ucap Tasya. Dia membantu Bu Tima duduk di kursi.
Tidak beberapa lama Tasya kembali membawa Teh untuk Bu Tima. "Aku berfikir mamah sudah tidak di sini, aku berfikir Mamah sudah kembali ke Dubai." ucap Tasya.
__ADS_1
"Kamu sudah mendengar tentang perusahaan kami kan? Apa Darel juga tau? kenapa dia tidak datang membantu orang tua nya, apa dia lebih mementingkan kamu?" ucap Bu Tima.
Tasya menghela nafas panjang. Dia mencoba untuk menahan diri nya.
"Aku dengan keluarga ku sungguh ikut berduka cita Atas kejadian yang menimpa perusahaan papah." ucap Tasya.
"Sebenarnya kamu senang kan?" ucap Bu Tima. Tasya terdiam.
"Mamah sebenarnya ke sini mau memaki-maki aku, menyalah kan aku atau ada tujuan yang lain?" tanya Tasya.
Bu Tima terdiam. Dia menatap wajah Tasya.
"Aku sudah meminta kak Darel untuk mengunjungi Mamah dengan papah, namun dia tidak mau." ucap Tasya langsung.
Bu Tima terdiam.
"Mamah yakin ini semua karena hasutan keluarga kamu kan?" ucap Bu Tima.
"Tidak ada hubungan nya dengan keluarga kami." ucap Riski tiba-tiba. "Tenang Riski." ucap Tasya.
"Sudah cukup selama ini ibu memaki-maki, menyalah kan keluarga saya karena anak ibu tidak memihak ibu, saya tidak akan membiarkan itu lagi." ucap Riski.
"Ayo masuk Mbak." ucap Riski memaksa Tasya masuk. Bu Mita juga di bawa masuk oleh pak Ahmad.
"Berbicara lah dengan mamah kamu nak." ucap pak Ahmad pada Darel. Darel terlihat sangat sedih melihat Riski dan Tasya semakin kecewa pada mamah nya.
Dia menghela nafas panjang menatap wajah mamah nya, dia menunduk wajah nya dan duduk di depan Bu Tima.
"Apa yang Mamah ingin kan ke Sini? apa Mamah tidak cukup hanya memarahi aku? Kenapa harus membawa-bawa keluarga istri Ku?" ucap Darel.
"Kamu pasti sudah tau kan Kalau keluarga kita sudah terkena musibah? Keluarga Tania benar-benar menipu keluarga kita." ucap Bu Tima.
Darel menghela nafas panjang.
"Karena Tasya kan kamu tidak perduli lagi pada orang tua kamu?" ucap Bu Tima.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***