Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 166


__ADS_3

Bela tersenyum sambil mengangguk.


"Ya udah aku ke kamar mandi dulu."


Setelah selesai membasuh wajah nya dia langsung masak ke dapur. "Kamu cantik banget tampa makeup seperti itu." ucap Alex pada Bela yang sangat fokus masak.


"Jangan lebay deh, di kantor kamu lebih banyak cewek cantik lebih dari aku." ucap Bela.


"Tapi hanya kamu yang paling cantik di mata aku." ucap Alex. "Huff seperti nya setelah kamu sakit hati, kamu jadi lelaki buaya yang pandai menggoda wanita." ucap Bela.


Alex tersenyum, dia hanya fokus melihat wajah natural Bela.


"Ngaku aja deh, pasti iya kan?" tanya Bela. Alex menggeleng kan kepala nya.


"Mungkin kamu baru saja mengenal ku." ucap Alex.


"Atau jangan-jangan selama ini kamu menggombal semua perempuan?"


Alex menatap mata Bela.


"Kamu cemburu yah?" Bela langsung menggeleng kan kepala nya.


"Enggak! Siapa coba yang cemburu? Aku hanya ingin tau saja karena kelihatan nya kamu sangat polos dan pendiam namun ternyata tidak."


Alex mendekati Bela dia berdiri di belakang Bela.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Bela kaget karena Alex memeluk Bela dari belakang.


"Semua orang mempunyai sifat yang berbeda dan juga mempunyai sifat yang tidak semua orang tau. Jadi aku mohon mari kita saling memahami sifat kita masing-masing." ucap Alex.


Bela tersenyum sambil mengangguk.


"Nih coba cicip dulu, aku yakin kamu pasti suka." Alex pun mencoba nya.


"Mamah... Mamah.." Stevan bangun. Tasya dan Tiwi yang di bawah mendengar suara Stevan langsung berlari ke atas.


"Iyah sayang, Mamah di sini." Tasya langsung menenangkan Stevan.


"Huff dia terlihat sangat pucat Tasya, apa tidak di bawa ke dokter saja?"


"Sudah kok, tapi dia masih lemas." ucap Tasya.


"Oohh kalau begitu kamu harus membeli obat penambah nafsu makan."


"Di mana beli nya? Aku tidak tau karena kata dokter obat nya semalam sudah sekaligus dengan penambah nafsu makan."


"Kamu tunggu sebentar yah, aku akan membeli di apotik dekat sini." ucap Tiwi.


Setelah Tiwi datang, Tasya Langsung memberikan nya pada Stevan dan benar saja setelah itu Stevan mau Makan banyak.


Tasya terlihat sangat senang melihat Stevan mau makan banyak.


"Tuh kan apa aku bilang dia langsung aktif setelah makan banyak." ucap Tiwi.


"Humm terimakasih yah Wi, mungkin kalau tidak dari kamu aku tidak tau lagi, Sekarang aku sangat lega." ucap Tasya.


Tiwi tersenyum.

__ADS_1


"Sebagai seorang ibu kamu harus lebih banyak belajar lagi." ucap Tiwi.


"Tapi kenapa kamu sangat paham yah tentang anak-anak? Dan juga Raya sama Stevan langsung dekat sama kamu, padahal kamu kan belum menikah." ucap Tasya.


Tiwi tersenyum.


"Waktu kuliah dulu aku pernah membantu Bibik ku mengurus panti asuhan nya, si sana sangat banyak anak yang kurang kasih sayang." ucap Tiwi.


"Oohhh begitu."


"Dan kamu harus jaga anak-anak baik dan juga benar karena Pak Gerwyn pasti sangat khawatir anak nya kenapa-kenapa."


"Kamu benar Wi, bahkan dia terdengar marah." ucap Tasya.


"Kamu jangan ambil hati, itu adalah hal wajar ketika Sang ayah marah pada istri nya. Tapi dia bukan menyalahkan hanya khawatir saja."


"Aku salut deh cara berfikir kamu Wi, aku tidak berfikir kamu bisa mengatasi masalah seperti ini." ucap Tasya. Tiwi tersenyum.


Cukup lama Tiwi di sana, karena sudah sore dia harus pulang. Sementara Raya dan omah belum pulang juga.


Tasya tidak mau mendesak mereka pulang cepat karena jarang mereka bisa keluar seperti itu. Dia menemani Stevan tidur di kamar.


Handphone nya berdering suami nya menelpon.


"Halo Assalamualaikum Kak." sapa Tasya.


"Walaikumsalam, bagaimana kabar Stevan?" tanya Darel.


Tasya melihat ke arah Stevan.


"Sudah mulai sembuh kok kak, kakak jangan terlalu khawatir lagi dia sudah mau makan banyak." ucap Tasya.


"Alhamdulillah kalau begitu. Kamu sendiri bagaimana?" tanya Darel.


"Hah! Maksud kakak?"


"Kandungan kamu bagaimana? Apa badan kamu masih sakit-sakit?" tanya Darel.


Tasya Langsung memegang pundak nya, karena sangat fokus menjaga Stevan dia lupa kalau dia juga kurang enak badan.


"Humm aku baik-baik saja kok kak." ucap Tasya.


"Bagus lah kalau begitu. Jangan lupa untuk makan tepat waktu." ucap Darel.


"Humm baiklah, kakak sudah makan? Bagaimana kakak makan di sana?" tanya Tasya.


"Ada khusus yang menyediakan makanan dari restoran ke sini, kamu jangan khawatir." ucap Darel.


"Kenapa kamu Diam?" tanya Darel.


"Aku sangat merindukan kakak." ucap Tasya. Darel tersenyum.


"Kakak tidak akan lama lagi di sini, kamu sabar yah, kakak juga Rindu sama kamu." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


Namun bel tiba-tiba berbunyi.

__ADS_1


"Kak udahan dulu yah, seperti nya Omah sama Raya baru pulang." ucap Tasya.


"Oohh ya udah salam untuk mereka." ucap Darel.


Tasya mengangguk.


Tiga hari kemudian....


"Kak Darel Besok sudah pulang Omah." ucap Tasya baru bangun dan melihat Omah nya sedang minum teh di ruang tamu.


"Alhamdulillah kalau seperti itu." ucap Omah.


"Aku titip anak-anak dulu yah omah, aku ada urusan di luar." ucap Tasya.


"Loh bukannya hari ini kamu gak ke kampus?" tanya Omah.


"Gak ke kampus kok Omah, aku ada janji sama Tiwi."


"Tumben-tumbenan banget, ada apa?" tanya Omah.


"Ihh Omah kepo deh." ucap Tasya sambil berjalan ke dapur.


"Hari ini mau masak apa Bik?" tanya Tasya pada Bibi.


Tasya memasak menu makanan yang di inginkan Omah dan juga anak-anak nya.


Setelah selesai mereka makan bersama.


"Mamah berangkat dulu yah." ucap Tasya keluar dari kamar sudah rapi.


"Mamah mau kemana kok cantik banget?" tanya Raya.


"Kan Mamah sudah cantik dari awal, maka nya Papah suka." ucap Tasya.


Raya seketika langsung memasang wajah meledek.


"Mamah ada janji di luar sana mbak Tiwi, kamu sama Adik di rumah dulu yah." ucap Tasya.


"Humm palingan mamah mau pergi belanja." ucap Raya.


Tasya tersenyum.


"Kamu sok tau banget sih," ucap Tasya mencubit pipi Raya.


"Buruan kamu berangkat gih, jangan pulang terlalu malam." ucap Omah.


"Oke Omah, Titip anak-anak yah." Tasya menyalim tangan Omah dan Opah setelah itu pergi.


Dia sudah berjanji bertemu dengan Tiwi di cafe dekat mall kota itu.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2