
"Kamu mau bawa anak-anak ke sana?" tanya Darel.
"Iyah! Kakak juga pasti tidak bolehkan aku pergi sendiri ya udah kakak boleh ikut." ucap Tasya.
"Aku mengirim emot love itu karena aku senang di sana juga boleh bawa anak-anak, teman-teman ku juga banyak bawa anak kecil." ucap Tasya.
Darel terdiam dia sudah berfikir yang tidak-tidak.
"Kenapa Kakak diam? Kakak Masih marah yah?" tanya Tasya. Darel diam dia membaringkan tubuhnya ke kasur.
"kamu sama yang bernama Alex itu juga ada hubungan kan?" tanya Darel.
"Maksud kakak? Hubungan apa?" tanya Tasya.
"Ah sudahlah kakak ngantuk. Kamu juga tidur lah." ucap Darel langsung menutup mata nya. Tasya hanya bisa menghela nafas panjang.
Keesokan harinya Tasya terbangun karena Darel turun dari kasur seperti nya untuk sholat.
"Humm seperti nya dia Masih kesal pada ku." batin Tasya akhirnya dia sholat shubuh di kamar saja.
"Tasya! Kenapa Suami kamu seperti nya cemberut saja." ucap omah yang di dapur bersama Tasya.
"Biasa mah masalah sepele saja." ucap Tasya.
"Ada apa?" tanya Omah.
"Gak apa-apa kok Omah, nanti juga baik sendiri." ucap Tasya.
"Oohhh." ucap Omah.
Darel yang duduk sendiri di ruang tamu sambil membaca buku namun tiba-tiba ada tamu.
"Assalamualaikum!" ucap pria yang baru saja datang ternyata itu adalah Alex.
"Walaikumsalam!" jawab Darel.
"Humm Ada Tasya nya?" tanya Alex. Darel melihat pria itu seperti tidak asing bagi nya, dia langsung ingat kalau itu adalah Alex.
Darel melihat ke arah dapur.
"Dia ada di dapur! Ada apa?" tanya Darel.
"Saya mau mengantar kan ini Om untuk Tasya." ucap Alex menjulurkan Paper bag.
Darel yang di panggil Om seketika merasa kesal.
"Apa ini?" tanya Darel sambil mengambil dan melihat nya langsung.
"Pakaian wanita? Untuk apa?" tanya Darel.
"Saya Akan memberi kan nya langsung pada Tasya Om." ucap Alex mau mengambil namun tiba-tiba Darel menahan nya.
__ADS_1
"Dia sedang sibuk, lebih baik saya yang memberi kan nya, ada lain lagi?" tanya Darel.
"Ini untuk dia pakai malam ini, saya Akan menjemput nya jam tujuh malam." ucap Alex.
"Ada yang lain lagi?" tanya Darel dengan nada yang sangat jutek. Alex Menggeleng kan kepala nya.
"Ya sudah kalau begitu kamu bisa pergi." ucap Darel.
"Biar saya sendiri saja yang ngomong om. Saya takut merepotkan Om." ucap Alex.
"Om! Om! Sembarangan saja, sudah pergi kamu sana." ucap Darel. Alex akhirnya mengalah dia pergi.
"Nak Alex!" ucap Omah. seketika Alex langsung membalikkan badannya tidak jadi keluar.
"Omah." ucap Alex menyalim tangan omah.
"Bukan nya acara nya malam yah? Kok datang sepagi ini?" tanya Omah.
"Ooohh aku datang hanya mengantar kan Pakaian yang di pesan oleh Tasya kemarin Omah, Ini sudah jadi." ucap Alex langsung mengambil dari tangan Darel.
"Wahh udah jadi yah kak, makasih yah sudah jauh-jauh nganterin ke sini." ucap Tasya.
"Sama-sama! aku juga sekalian mau berangkat kerja." ucap Alex.
"Oh iya nanti aku jemput jam Tujuh yah, kamu siap-siap." ucap Alex. Tasya mengangguk.
"Raya sama Stevan mana?" tanya Alex.
"Turun-turun! Tidak baik sembarangan di gendong oleh orang lain." ucap Darel pada Raya.
"Om Alex bukan orang lain Pah." ucap raya.
"Walaupun! tidak boleh seperti itu." ucap Darel.
Alex baru tau kalau itu ternyata adalah orang tua Raya.
Raya akhirnya turun.
"Ya udah kalau begitu aku pergi dulu yah, sampai jumpa malam nanti." ucap Alex pada Tasya.
Tasya tersenyum sambil melambaikan tangan nya.
"Dadah anak ganteng anak cantik." ucap Alex mencubit pipi Mereka dan pergi.
"Ayo Raya, Stevan sarapan dulu." ajak Omah. Tinggal lah Tasya dan Darel di depan.
"Pakaian apa itu?" tanya Darel.
"Pakaian untuk pesta kak." ucap Tasya.
"Kamu membeli nya sendiri?" tanya Darel.
__ADS_1
Tasya Menggeleng kan kepala nya.
"Mana mungkin aku membeli baju semahal ini dan sepatu juga." ucap Tasya.
"Lalu?" tanya Darel.
"Kak Alex yang membeli kan nya." ucap Tasya.
"Kenapa harus meminta orang lain membelikan baju untuk kamu? Baju yang aku beli Minggu yang lalu kemana? Itu lebih bagus dari pada yang ini." ucap Darel.
"Aku tidak membawa nya." ucap Tasya.
"Lalu untuk apa kamu membeli nya kalau tidak pakai? kamu menghabiskan uang saja." ucap Darel mulai kesal.
Tasya menatap Darel.
"Aku Akan mengganti uang kakak nanti. Aku tidak meminta kakak membelinya." ucap Tasya.
Darel semakin kesal dia langsung meninggalkan Tasya.
"Dia sendiri yang mau membelikan itu untuk ku, bukan nya aku tidak bersyukur atau tidak mau memakai nya, namun Sangat sayang di pakai di hari biasa, kalau aku membawa nya tidak mungkin juga aku membeli baju ini." ucap Tasya.
Mereka pun sarapan bersama Omah dan Opah melihat Tasya dan Darel saling diam-diaman.
Bahkan setelah selesai makan Darel langsung kembali bekerja di ruang tamu tidak mengopi Tasya yang menawarkan kopi.
"Ada apa sih dengan kamu sama Suami kamu? kalian seperti anak kecil saja, tidak baik seperti itu di depan Opah." ucap Omah.
"Kak Darel tuh ngeselin Omah, apa-apa harus di ambekin, aku bingung, nah sekarang hanya karena pakaian saja dia Malah ngambek seperti itu." ucap Tasya langsung sudah tidak Kuat menahan nya.
Omah yang mendengar rengekan Tasya sedikit kaget karena terlihat sudah sangat kesal namun berusaha untuk sabar.
"Dari yang Omah lihat seperti nya dia tidak suka pada nak Alex." ucap omah.
"Bagaimana dia tidak suka? Apa yang di perbuat kak Alex pada nya? Tidak ada! kak Alex juga baik." ucap Tasya.
"Mungkin Suami kamu gak suka kamu dekat sama pria lain dan menerima pakaian dari orang lain." ucap Omah.
"Omah sekarang gak sayang aku lagi! Omah malah membela kak Darel, aku bete." ucap Tasya langsung pergi.
Omah hanya menghela nafas panjang.
"Biar kan saja omah, mungkin mereka belum bisa menyesuaikan diri sekarang, jangan di paksa terus." ucap Bibi. Omah pun diam dia tidak bisa ngomong apa-apa.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***