
"Kok kamu malah duduk di luar sih?" tanya Candra duduk di samping Tasya.
"Loh kok bapak keluar? Saya di sini karena viu nya lebih enak." ucap Tasya.
"Loh kalau kamu suka di luar dari tadi ngomong dong, kami sudah menunggu lama di dalam, kamu malah makan duluan di luar." ucap Candra. Tasya tersenyum.
Candra pun Makan di meja Tasya. Namun tiba-tiba handphone Tasya berdering.
"Iyah halo kak."
"Halo kamu di mana sayang? Kamu sudah makan siang? Raya bagaimana?" tanya Darel. "Udah kok kak, dia lagi makan bareng Tiwi. Kakak jangan khawatir." ucap Tasya.
"Suami kamu yah?" tanya Candra. Tasya mengangguk sambil tersenyum.
Candra menoleh ke arah perut Tasya.
"Tidak terasa perut kamu sudah kelihatan yah, jangan sering-sering pakai baju ketat, pakai senyaman nya Saja yah." ucap Candra sambil Terus makan.
Tasya mengelus perut nya. "Iyah Pak, sebenarnya kurang nyaman dengan pakaian ketat seperti ini, tapi ini adalah peraturan dari kampus di hari Senin." ucap Tasya.
"Nanti saya akan berbicara pada.." Gak usah kak. Aku gak apa-apa kok, aku gak mereka berfikir aku dekat dengan kakak hanya ingin di perlakukan berbeda." ucap Tasya.
"Jujur saja aku merasa tidak nyaman karena aku dekat dengan bapak semua orang jadi menghargai aku." ucap Tasya.
"Kenapa ku berbicara seperti itu? Mereka menghargai kamu karena itu adalah kamu bukan karena orang lain." ucap Candra.
Tasya Menghela nafas panjang.
"Justru mereka tidak Akan menghargai aku kalau tidak dekat dengan bapak." ucap Tasya.
"Bagus lah kalau dekat dengan saya membuat mereka lebih menghargai kamu. Karena kebanyakan orang seenaknya menindas sesama manusia." ucap Candra.
Tasya Tersenyum.
"Saya awalnya berfikir kalau bapak itu adalah Dosen juga di sana, ternyata tidak." ucap Tasya.
"Kamu tau saya sekarang siapa di sana?" tanya Candra, Tasya mengangguk.
"Bapak adalah donatur terbesar di universitas itu." ucap Tasya. Candra tersenyum. "Dari mana kamu tau?" tanya Candra.
"Sebenarnya Semua orang di universitas tau pak, namun karena Bapak tidak ingin orang tau dan membicarakan nya mereka semua memilih diam pura-pura tidak tau." ucap Tasya.
__ADS_1
Candra diam.
"Tapi kenapa sih bapak menyembunyikan nya? Bukan nya lebih bagus mereka tau yah?" tanya Tasya.
"Tidak apa-apa, saya hanya ingin tidak ada yang tau." ucap Candra.
"Mamah. Aku sudah kenyang ayo pulang." ajak Raya di ikuti oleh Tiwi dari belakang.
"Tapi Mamah Masih harus ke kampus lagi, kamu yakin mau pulang?" tanya Tasya. "Mau ikut Mamah aja." ucap Raya. Candra tersenyum.
"Humm sangat imut sekali, pasti Mamah saya senang mempunyai cucu seimut dan sepintar Raya." ucap pak Candra.
"Memang nya Ibu nya bapak belum mempunyai Cucu yah?" tanya Tiwi. Candra menggeleng kan kepala nya.
"Bagaimana dia bisa mempunyai Cucu sedang kan anak satu-satunya Belum menikah." ucap pak Candra. Mereka juga kaget baru tau kalau Candra adalah anak tunggal.
"Ya udah semua nya sudah selesai kan? saya membayar nya dulu, kalian kembali dulu ke dalam Mobil." ucap Candra.
"Biar saya saya Pak, saya yang ngajak makan, tidak enak jika bapak terus yang membayar." ucap Tasya.
"Humm sudah punya uang banyak nih." ucap pak Candra, Tasya tersenyum. "Sudah biar saya saja," ucap Candra langsung berjalan ke kasir.
"Ayo kita ke mobil." ajak Tasya.
"Loh kata nya dia ada kelas jam dua nih, kok malah ketempat lain lagi?" ucap Tasya.
"Kemana Tiwi? Apa dia tidak pulang dengan kita?" tanya Candra, "kata nya ada urusan sendiri Pak." ucap Tasya.
"Ya udah kita pergi." ajak Candra.
Di tempat lain Darel dan Stevan dan juga Riski baru saja sampai di restoran dekat rumah sakit. Tiba-tiba ada notifikasi masuk ke ponsel nya.
Darel terkejut melihat foto Tasya bersama Candra dan juga Raya.
"Ada apa kak? Kenapa kakak terlihat sangat marah?" tanya Riski. Darel mematikan ponsel nya.
"Enggak, gak apa-apa kok lebih baik kamu makan sama Stevan dulu yah, kakak mau ke depan sebentar." ucap Darel dia menelpon Tasya namun Tasya tidak menjawab sudah mengirimkan pesan namun tetap saja tidak ada balas.
Darel benar-benar sangat marah, namun dia berusaha untuk menahan nya. "Dia bilang pergi dengan Tiwi, kenapa dia bersama pria itu?" ucap Darel.
Dia pun kembali lagi ke dalam. Dia makan namun sudah tidak berselera lagi, terlihat jelas kalau Darel seperti memikirkan sesuatu namun Riski tidak mau ikut campur dia hanya membantu memberikan Stevan makan saja.
__ADS_1
Sementara Tasya baru saja sampai di Kelas dan langsung mencari tas dan ponsel nya yang ketinggalan. Dia melihat Pesan dari suami nya.
"Di mana kamu?" " Kamu sedang bersama siapa?" masih banyak pertanyaan lain dari Darel.
Tasya mencoba menelpon namun tidak di jawab.
"Aku masih ada kerjaan dua Jam lagi, setelah itu aku pulang." jawab Tasya.
Dia membaca pesan dari Riski.
"Alhamdulillah kalau kamu sudah sampai dek, mbak Titip ibu yah, seperti nya Mbak belum bisa kerumah sakit bertemu ibu. Mbak takut karena melihat mbak ibu jadi kumat lagi." balas Tasya.
"Baik lah kak, aku mengerti kok, sekarang ini ibu sudah lebih baik." jawab Riski.
"Apa kak Darel ada di sana?" tanya Tasya lagi.
"Dia sudah berangkat ke kantor dari habis makan tadi mbak, Stevan juga bersama dia." ucap Riski.
Di Malam hari nya Darel baru saja pulang bersama dengan Stevan.
"Kalian baru pulang? Kenapa sangat malam? bagaimana kalau Stevan sakit kak?" ucap Tasya mau menyalim tangan Darel namun Darel berlalu begitu saja.
Tasya keheranan.
"Mamah.." Stevan merengek. "Anak Mamah dari mana aja? Bagaimana ikut dengan papah, seru?" tanya Tasya, Stevan mengangguk sambil tersenyum.
"Ya udah Kalau begitu ganti baju dulu yok, baru bobok, Mbak Raya nya sudah tidur dari tadi." ucap Tasya.
Stevan dan Tasya ke kamar. Setelah selesai menukar pakaian Tasya menemani Stevan tidur terlebih dahulu.
Setelah Stevan tidur Tasya langsung ke kamar.
"Kak bagaimana keadaan Ibu?" tanya Tasya masuk ke kamar dan ternyata Darel sudah tidur.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏***