Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 63


__ADS_3

Gilang memegang kuping nya yang merah..


"Humm baiklah, aku menyerah." ucap Gilang. Bu Tima tersenyum.


"Tapi kenapa seperti nya mereka tidak baik-baik saja? Bahkan kenapa juga mereka tidak publish hubungan mereka? Bukan nya itu Akan membuat orang lain salah paham." ucap Gilang.


"Nah itu dia yang Buat Tante bingung, namun Tante juga tidak bisa ikut campur, mereka yang menjalani nya dan mereka tau apa yang terbaik." ucap Bu Tima.


Gilang terdiam.


"Lalu sekarang Tasya kemana Tante?" tanya Gilang.


"Dia akan menjadi Dosen di Salah satu universitas Di sini, tapi Ibu juga kurang tau, sekarang dia lagi mengurus keperluan untuk itu." ucap Bu Tima.


"Oohhh begitu." ucap Gilang.


"Kamu sendiri bagaimana dengan kerjaan kamu? " tanya Tante.


"Masalah pekerjaan aku sengaja mengambil cuti dua Minggu. Aku juga menemui beberapa keluarga kita di sini Tante." ucap Gilang.


"Oohhh Bagus lah kalau begitu, kalau bisa juga kamu nginap di sini saja dulu." ucap Tante Tima.


"Tante yakin gak apa-apa? Kalau seperti ini aku sudah tidak enak pada Tasya dan Darel." ucap Gilang.


"Namanya juga salah paham, justru kalau kamu di sini pasti lebih ramai." ucap Bu Tima.


"Kalau Tante tidak keberatan aku juga dengan senang hati." ucap Gilang.


"Nenek! Nenek!" panggil Raya.


"Iyah sayang. kenapa?" tanya Bu Tima menatap raya.


"Mamah kok belum pulang sih Nek?" tanya Raya.


"Mamah nya mungkin belum selesai dari kerjaan nya." ucap Bu Tima.


"Yahh Mamah janji pulang cepat, tapi dia bohong." ucap Raya.


"Gak boleh seperti itu Raya! Mungkin mamah nya ada kegiatan yang lain tidak bisa di tinggal kan, bukan Mamah janji pulang jam sebelas siang namun secepatnya." ucap Gilang.


"Om Gilang telpon Papah dong ,aku rindu papah." ucap Raya.


"Ya udah kita telpon papah." ucap Gilang.


Mereka menelpon Nomor Darel namun yang menjawab adalah Papah nya karena Darel dalam ruangan ICu.


"Bagaimana Om?" tanya Raya.

__ADS_1


"Papah nya lagi di obati, kalau Nanti sudah selesai papah sudah bisa ngomong sama Raya." ucap Gilang.


"Papah nya sakit apa Om? Apa Papah sakit seperti mamah juga? Papah bisa sembuh kan?" tanya Raya.


Gilang menoleh ke arah Bu Tima.


"Humm enggak kok sayang, papah nya pasti sembuh dan cepat pulang kesini." ucap Bu Tima.


Raya memasang wajah Sedih.


"Jangan sedih dong anak cantik, nanti cantik nya hilang loh, biar gak sedih om temanin main yah." ucap Gilang.


Mereka pun main bersama.


"Gilang makan dulu baru main." ucap Bu Tima.


"Udah kok Tante tadi di luar. Jangan khawatir." ucap Gilang dia pun mengendong Raya menyusul Stevan.


Di tempat lain Tasya sedang menunggu di lobby universitas untuk bertemu dengan pimpinan utama. Cukup lama menunggu nya baru bisa bertemu dan membicarakan nya.


Mereka juga makan siang bersama. Pimpinan utama menyukai Tasya karena dia merasa nilai-nilai dan semua sifat Tasya pas dengan yang di butuhkan oleh universitas.


Akhirnya di putuskan Minggu depan Tasya sudah bisa mulai aktif. Buat Minggu ini Tasya di sarankan untuk mengenal universitas bagaimana dan kelas nya di Mana kapan saja dia masuk.


Tasya sangat senang dia mengucapkan terimakasih kepada pimpinan dan juga masih banyak orang-orang jabatan tinggi yang ikut menandatangani Tasya di terima menjadi Dosen.


Riko adalah salah satu Dosen juga di sana, dia di urus untuk menemani Tasya untuk satu Minggu ini.


"Selamat yah akhirnya kamu di terima juga." ucap Riko.


"Makasih yah, semoga saja kita bisa bekerjasama dengan baik." ucap Tasya. Riko mengangguk.


"Oh iya sebelum nya kenalin nama aku Riko, aku tinggal di dekat sini juga." ucap Riko.


"Aku Laura, tinggal ku lumayan jauh dari sini, dan aku dosen matematika." ucap Tasya.


Riko tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu mari saya antar ke ruangan kamu." ucap Riko.


Cukup lama mereka berbincang-bincang. Riko akhirnya pulang duluan.


"Saya pamit pulang duluan yah, ini sudah Sore. Senang akhirnya ada wanita muda yang mau menjadi Dosen di Universitas kami ini." ucap Riko.


"Ah bapak bisa saja. Kalau begitu saya juga Akan pulang." ucap Tasya mereka pun berpisah. pria yang menjemput Tasya tadi ada kerjaan yang belum selesai sehingga tidak bisa mengantar kan Tasya pulang dan dia akhirnya pulang dengan Taksi.


"Anak-anak pasti sudah menunggu aku di rumah, mereka pasti Akan marah juga aku pulang lambat." Batin Tasya melihat jam sudah jam empat sore.

__ADS_1


Bagaimana yah keadaan Kak Darel sekarang, sampai sekarang juga dia tidak membalas pesan ku, kalau aku menelpon nya, bagaimana kalau Ayah tau." batin Tasya.


Dia melihat pesan nya tak kunjung di balas, dia memutuskan untuk menelpon karena penasaran dengan keadaan suami nya.


Cukup lama panggilan baru di jawab.


"Halo kak, Maaf aku mengganggu kakak, sekarang bagaimana keadaan kakak?" tanya Tasya.


"Ini Papah Tasya!" ucap Papah mertua nya. Seketika Tasya kaget.


"Loh ini bukan nya nomor kak Darel yah Pah?" tanya Tasya..


"Iyah benar, tapi Darel Masih di ruang ICU, tidak ada yang bisa masuk." ucap Papah mertua nya.


"apakah Kak Darel semakin parah? Bagaimana dengan kata dokter pak?" tanya Tasya.


"Kamu jangan panik kita harus banyak berdoa, insyaallah Darel Akan sembuh." ucap Papah mertua nya menenangkan Tasya.


"Kalau Sudah bertemu dengan Kak Darel hubungi aku yah Pah." ucap Tasya,


"Baik nak, kamu jangan sedih, semua Akan baik-baik saja." ucap Papah mertua nya.


Tidak beberapa lama panggilan pun mati.


"Ya Allah Tolong berikan kesehatan pada kak Darel, cukup kak Amel yang engkau ambil cepat, Tolong jangan membuat keluarga ini berdukacita lagi." batin Tasya dia menangis.


Di ruangan ICU.


"Amel... A..mel.." panggil Darel dengan suara yang sangat Lemas. Suster yang mendengar itu memeriksa keadaan Pasien.


"Tasya... Tasya..." panggil Darel lagi.


Suster menyuntikkan Obat ke badan Darel agar bisa lebih baik.


"Bagaimana dengan Anak kaki dok?" tanya Papah Darel.


"Pasien sudah sadar dari Obat bius dan obat tidur nya, namun pasien selalu memanggil nama Amel dan juga Tasya, kalau boleh mereka siapa yah? seperti nya pasien sangat merindukan mereka." ucap Suster.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2