Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 278


__ADS_3

"Kamu berbicara dengan orang yang di telepon cukup serius sehingga tidak sadar kalau saya ada di sini." ucap Darel.


Tasya diam. "Apa yang kakak lakukan di sini? Apa bukan nya kakak sudah kembali dengan Tania?" tanya Tasya..


"Kakak datang ke sini untuk membatalkan Niat kamu untuk mengurus surat cerai. Itu tidak akan terjadi saya tidak akan setuju." ucap Darel.


"Jangan mencoba menghalangi aku lagi kak, aku sudah cukup sakit menahan semua ini sendiri, aku ingin bebas." ucap Tasya.


Darel memegang tangan Tasya.


"Kakak sudah memutuskan untuk hidup dengan kamu selama nya. Ayo sama-sama memperjuangkan hubungan ini. Demi anak-anak, demi orang tua kamu." ucap Darel.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Aku rasa itu bukan jalan yang terbaik kak." ucap Tasya.


"Kenapa? Apa kamu tidak kasihan pada Radit?" tanya Darel.


"Justru kakak sendiri yang tidak kasihan melihat dia, karena sifat kakak yang lembek seperti ini membuat nya menderita." ucap Tasya.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu Tasya? Kakak sedang mengusahakan mencari Jalan keluar." ucap Darel. Tasya tertawa kecil.


"Tidak ada yang sedang kakak usaha kan. Kata-kata Riski benar kalau kakak tidak seharusnya jadi suami ku." ucap Tasya.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu Tasya? Apa kamu menyesal menikah dengan Kakak?" tanya Tasya.


"Kalau di tanya kan hal seperti itu semua orang yang di posisi ku akan mengatakan Iyah." ucap Tasya.


Darel langsung terdiam. "Sudah lah nak jangan berantem lagi. Kasihan Radit di bawah seperti nya haus." ucap Bu Mita.


Tasya mengangguk. Tasya pun segera pergi meninggalkan Darel dan juga Ibu nya. "Berikan dia Waktu nak, wajar seperti itu, Tapi Ibu Akan mencoba menasehati dia." ucap Bu Mita.


"Terimakasih yah Bu." ucap Darel. Bu Mita mengangguk.


"Oh iya malam ini nak Darel tidur di sini saja yah." ucap Bu Mita.


"Tapi bagaimana dengan Tasya Bu? Dia tidak akan mengijinkan nya." ucap Darel. "Sudah jangan khawatir kan Soal dia." ucap Bu Mita.


Di malam hari nya..


"Tok..Tok..tok.." bunyi ketukan pintu kamar Tasya.


"Masuk aja Mah." ucap Tasya dari dalam.


Namun ternyata itu adalah Darel. Melihat Darel masuk Tasya langsung duduk. "Ngapain kakak Masih di sini?" tanya Tasya.


"Ibu meminta kakak untuk menginap di sini." ucap Darel.

__ADS_1


Tasya menghela nafas panjang.


"Aku rasa Masih ada kamar kosong. Kakak bisa tidur di sana." ucap Tasya.


Namun Darel tiba-tiba Duduk di samping Tasya.


"Kakak ngapain?" tanya Tasya.


"Di sini sangat nyaman. Kita sudah lama tidak tidur bersama Bukan, apa kamu tidak merindukan kakak?" tanya Darel.


Tasya diam.


Tasya mengingat tadi Ibu nya sudah bilang kalau dia yang minta Darel tinggal di sini.


Tasya tidak bisa menolak namun tetap saja dia tidak mau kalau dia tidur bersama Darel.


Ibu nya juga sudah menasehati dia tadi. Dia hanya mendengar kan belum tau mau melakukan apa.


"Tasya." ucap Darel memegang tangan Tasya. Tasya menatap wajah suaminya.


"Saya Masih suami kamu, jangan mengabaikan saya seperti ini." ucap Darel. Tasya menghela nafas panjang.


"aku hanya tidak terbiasa saja." ucap Tasya.


Darel mencium punggung tangan Tasya. "Saya sangat mencintai kamu, mencintai anak-anak kita. Saya mohon ayo bersama menunjukkan pada orang tu Kakak." ucap Darel.


"Kalau mereka tidak bisa menerima kamu, itu artinya mereka juga tidak menerima keputusan ku." ucap Darel.


"Mereka berhak atas kakak, aku sama sekali tidak ada berhak untuk menahan kakak di sini bersama ku." ucap Tasya.


Darel memegang pundak Tasya kedua nya.


"Dulu Kakak sangat bodoh, sekarang tidak lagi Tasya." ucap Darel.


"Tapi mereka adalah orang tua kakak, kakak tidak boleh menentang orang tua kakak. Mereka memilih yang terbaik untuk kakak." ucap Tasya.


"Kamu yang terbaik untuk kakak, tidak ada orang lain yang terbaik untuk kakak Selain kamu." ucap Darel. Tasya diam. Darel menghapus air mata Tasya.


"Percaya sama kakak, kakak Akan tegas. kakak akan melindungi kamu dengan Radit, Raya dan juga Stevan." ucap Darel.


"Tapi bagaimana dengan mamah dan papah? Kakak masih pacaran dengan Tania." ucap Tasya.


"Kamu tidak perlu membahas mereka. Karena satu-satunya wanita yang di hati kakak adalah kamu Tasya." ucap Darel langsung mencium kening istrinya.


Tasya ketika di berikan sangat cepat Luluh, namun kali ini dia tidak bisa percaya begitu saja dengan Darel.


"Aku akan menunggu pembuktian kata-kata kakak." ucap Tasya.

__ADS_1


Darel mengangguk. Radit menangis. Darel langsung membawa nya ke gendongan nya.


"Humm anak ganteng papah jangan nangis dong." ucap Darel sambil mengayunkan Radit.


"Seperti nya dia haus, coba kamu kasih minum dulu." ucap Darel. Tasya memberikan nya langsung di depan Darel namun tiba-tiba Darel terkejut langsung menutup mata nya.


"Ada apa kak?" tanya Tasya.


"Kamu jangan Membuka nya di depan saya." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Seharusnya aku yang malu, kenapa jadi kakak?" ucap Tasya. Darel Menggeleng kan kepala nya. "Saya akan keluar sebentar kamu bisa menyusui Radit dulu." ucap Darel.


Darel keluar dari sana.


"Papah belum pulang? papah tidur di sini malam ini?" tanya Raya.


"Iyah Nak. Kamu sendiri kok belum tidur sih?" tanya Darel.


"Aku belum ngantuk Pah." ucap Raya. "Tapi kan besok sekolah. Tidur sekarang, Besok Papah antar ke sekolah." ucap Darel.


."Serius Pah?" tanya Raya. "Serius dong." jawab Darel.


Darel mengantar kan ke kamar mereka.


"Loh Stevan mana?" tanya Darel. "Stevan rewel mau tidur sama Mamah, jadi Nenek sama Kakek mengajak nya untuk jalan-jalan agar bisa tidur." ucap Raya.


"Oohhh." ucap Darel. Dia jadi sedikit tidak enak karena anaknya cukup menyusahkan mereka. Setelah selesai mengantarkan Raya untuk tidur dia pun keluar.


"Ibu sama ayah sudah pulang?" ucap Darel melihat Stevan sudah tidur di gendongan Kakek nya.


Darel Langsung mengendong Stevan.


"Maafin Stevan yang sudah merepotkan Ibu dan ayah." ucap Darel. "Sudah tidak apa-apa, Nama nya juga anak kecil. Ayo bawa dia ke kamar nya." ucap Bu Mita.


Darel membawa nya ke kamar, setelah itu dia keluar.


"Oh iya besok kamu adalah kegiatan apa nak?" tanya Pak Ahmad.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.. Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2