Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 29


__ADS_3

Darel berjongkok di depan Tasya.


"Kakak mau ngapain?" tanya Tasya.


"Ayo buruan naik!" ucap Darel.


"Tasya paham dia langsung naik ke punggung Darel.


"Semenjak dia rumah saja mungkin berat badan ku naik, kakak yakin gak Akan kecapean?" tanya Tasya.


Darel hanya diam saja, saat menuruni tangga, tiba-tiba Tasya hampir jatuh dia langsung memeluk erat Darel.


Darel jadi tersenyum sendiri. Tasya pun tersenyum dia semakin memeluk Darel.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di bawah.


"Kamu tunggu saja di mobil. kakak Akan membawa barang-barang ke dalam." ucap Darel.


Tasya turun dari gendongan Darel. Namun tiba-tiba Tasya menahan jas Darel.


"Kenapa?" tanya Darel.


"Kaki ku sangat sakit, aku mau nunggu di dalam mobil aja.,x ucap Tasya.


"Ya sudah kamu masuk saja." ucap Darel. Tasya hanya diam. Darel langsung mengerti dia membukakan pintu.


"Masuk sana." ucap Darel. Tasya mengangguk. Di dalam Tasya langsung menutup mata nya sambil berteriak histeris, dia sudah menahan nya dari tadi.


"Huff aku sedang tidak baik-baik saja. Ini sungguh aneh. jantung ku tidak berhenti berdebar." batin Tasya memegang dadanya.


Tidak beberapa lama Darel sudah membawa semua barang ke dalam mobil. Tasya melihat banyak nya barang-barang yang di beli nya.


"Kamu ada yang kelupaan?" tanya Darel.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Kita langsung jemput Anak-anak yah kak, aku kefikiran." ucap Tasya.


"Biar saja dulu mereka main di sana, ini Masih Sore kakak masih ada satu tempat yang harus kamu lihat." ucap Darel.


Tasya menatap Darel dengan penuh penasaran. Di sepanjang perjalanan dia sangat kepo, namun sudah mendekati tempat tersebut jalanan sudah sangat sepi, dan jalanan yang di penuhi dengan tanaman yang bagus bunga yang cantik.


Tasya sudah tau kalau mau di bawa ke taman.


"Ayo turun." ucap Darel membuka kan pintu untuk Tasya.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Aku mau di dalam saja." ucap Tasya sambil melihat ke sekitar taman yang sangat banyak pengunjung dan masingmasing adalah pasangan muda.


Darel sadar apa yang membuat Tasya tidak mau turun.


"Kamu malu yah ke taman seperti ini dengan kakak?" tanya Darel.

__ADS_1


"Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Bukan gitu kak, aku hanya kurang enak saja." ucap Tasya gugup.


"Lebih baik kamu turun deh, lihat semua ini dulu, mumpung kakak bisa bawa kamu jalan-jalan." ucap Darel.


Tasya pun meletakkan tangan di telapak tangan Darel dan turun dari mobil.


"Lihat di sana ad tempat khusus untuk anak-anak, dan di sana ada tempat yang sangat indah, mengambil gambar juga bisa." ucap Darel.


"Kakak pasti sering ke sini yah?" tanya Tasya. Darel mengangguk.


"Dulu waktu Almarhum istri kakak hidup. Dia sangat suka bunga." ucap Darel.


"Kakak mau ngapain?" tanya Tasya saat Darel mau memetik bunga.


Darel memasang wajah bingung.


"Lihat pamplet nya." ucap Tasya. Darel membaca nya peringatan kalau bunga tidak boleh di petik.


Darel mengurung kan Niat nya.


"Kamu suka bunga apa?" tanya Darel sambil berjalan masuk.


"Aku kurang suka bunga, tapi kalau ada yang ngasih aku bakalan Terima." ucap Tasya.


Darel tersenyum.


Mereka sudah sampai di ujung tempat yang paling indah dari sana bisa melihat pemandangan yang sangat Bagus di sore hari.


Darel duduk di samping Tasya.


Tiba-tiba Darel berbaring di paha Tasya.


"Apa yang kakak lakukan?" tanya Tasya kaget.


"Ini sangat nyaman." ucap Darel.


Tasya akhirnya membiarkan saja, dia melihat pasangan yang lain jauh lebih romantis dari mereka berdua.


Tasya menatap wajah Darel sambil tersenyum.


"Bagaimana cara kakak mengawetkan Wajah seperti ini?" tanya Tasya sambil memegang pipi Darel.


Darel Membuka mata nya menatap Tasya.


"Tidak ada!" ucap Darel.


"Huff aku yakin kakak menghabiskan uang untuk wajah bersih dan kencang seperti itu." ucap Tasya. Darel tertawa.


"Mau bagaimana pun saya tidak ingin terlihat buruk saat di depan orang lain," ucap Darel.


"Dasar Pria ganjen." ucap Tasya. Darel langsung berdiri.

__ADS_1


"Apa kata kamu?" ucap Darel bergelut dan Tasya berusaha membela diri sehingga kedua nya jatuh ke tanah.


"Aaaa sosweett banget sih " ucap pengunjung wanita yang baru saja lewat.


Tasya dan Darel tersenyum berdua. Sekejap Darel mencium kening Tasya dan berdiri, Tasya yang terkena serangan seketika Lemas.


"Ini sudah semakin sore, lebih baik kita juga pulang." ucap Darel.


"Langsung ke rumah ibu aja yah, aku takut mereka nyariin kita." ucap Tasya.


"Huff baik lah, namun kamu harus memberikan kakak satu ciuman yang tulus." ucap Darel.


"Ini di tempat ramai kak, malu." ucap Tasya. Darel langsung membawa Tasya keluar dari taman dan masuk ke dalam mobil.


"Sekarang tergantung kamu, mau pilih cium kakak atau kita tidak akan jemput raya dan Stevan." ucap Darel.


Tasya menghela nafas.


Dia mendekat kan wajah nya mau mencium pipi Darel namun Darel dengan kemodusan nya langsung menggeser dan akhirnya Tasya mencium bibir Darel.


Darel semakin menahan dan mereka berciuman di dalam UU itu.


Namun tiba-tiba Tasya sadar dia perlahan mendorong dada Darel.


"Aku sudah kehabisan nafas." ucap Tasya. Darel seketika tersenyum. Pipi Tasya menjadi merona, Tasya menjadi sangat malu.


"Kita berangkat yah." ucap Darel. Mereka pun berangkat ke rumah orang tua Tasya. setelah sampai di sana, Raya dan Stevan langsung mengejar mereka.


"Kalian dari mana saja sih? Anak-anak mencari kalian." ucap Bu Adel.


"Ada urusan sebentar Bu, maafkan kami sudah merepotkan ibu." ucap Darel.


"Bukan masalah itu, tapi anak-anak kamu tidak berhenti bertanya dan menunggu." ucap Bu Adel.


Tasya mengendong Stevan.


"Malam ini Kalian menginap di sini yah, ibu masih Rindu sama cucu ibu," ucap Bu Adel.


Darel menoleh ke arah Tasya. Tasya mengangguk, Darel pun menginyakan.


Setelah itu Bu Adel masuk ke dalam.


"Raya! Kenapa gak main-main sama Nenek?" tanya Darel.


"Main kok Pah, cuman papah Sama Tante pergi gak bilang-bilang." ucap raya. Darel menatap Tasya.


"Loh bibir papah kok ada merah-merah nya sih, papah habis makan apa kok merah." ucap Raya. seketika Darel dan Tasya panik.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya Jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2