
"Radit minum baik-baik nak, jangan terlalu menyakiti mamah. Kasihan Mamah nya kesakitan." ucap Darel..Dan benar saja setelah berbicara seperti itu Radit pelan untuk minum. Tasya merasa lega walaupun sedikit sakit namun tidak sesakit yang tadi.
"Anak pintar papah." ucap Darel tersenyum. Radit merespon suara Darel. Tasya yakin ikatan mereka sangat kuat sekali.
Tidak beberapa lama dia selesai minum dan tertidur.
"Ya sudah kalau begitu sudah tidur. Saya sedang di perjalanan." ucap Darel.
"Kakak mau kemana?" tanya Tasya.
"Ke bandara, saya akan kembali ke Dubai malam ini." ucap Darel. Tasya terdiam sejenak, Saat mau berbicara tiba-tiba panggilan nya langsung mati.
"Apa yang kamu lakukan Tania? sini kembali kan ponsel saya!" ucap Darel.
"Tidak bisa! kamu sama dia harus berhenti berhubungan." ucap Tania langsung menghapus nomor Tasya, padahal sudah sangat bersusah payah mencari nomor istri nya namun langsung di hapus oleh Tania.
"Pokoknya kamu tidak boleh berhubungan dengan dia." ucap Tania mengembalikan ponsel Darel.
Darel diam. Dia sangat kesal karena Tania. Namun dia memilih untuk diam saja.
Tasya di bawa Makan malam ke kamar oleh Ibu nya. "Makan dulu yah nak." ucap Bu Mita. Tasya tersenyum sambil mengangguk.
"Terimakasih yah Bu." ucap Tasya. langsung Makan karena dia juga sudah sangat lapar. Bu Mita menggendong Radit.
"Cucu nenek anteng banget, baru siap minum yah? Humm kamu sudah sangat Kenyang sekali." ucap Bu Mita.
Tasya tersenyum. "Oh iya Tasya kamu gak boleh banyak-banyak berfikir yang membuat kepala kamu pusing yah, ibu gak mau Cucu ibu jadi sengsara." ucap Bu Mita.
"Baik Bu." jawab Tasya. Bu Mita tersenyum. Tidak beberapa lama Omah masuk. Dia membawa buah untuk Tasya.
"Masih Makan? omah pikir tadi sudah selesai. Nih omah bawa buah." ucap Omah meletakkan di atas meja.
"Terimakasih yah omah." ucap Tasya. Omah tersenyum.
"Oh iya dari tadi Omah tidak melihat Candra atau nak Darel, apa mereka sudah pulang?" tanya Omah.
"Mereka sudah pulang Omah.Omah tadi mungkin sedang tidur, itu sebabnya dia tidak Ijin." ucap Tasya.
"Oohhh." ucap omah sambil duduk di pinggir Sofa. Dia melihat Radit yang di gendong oleh Menantu nya.
__ADS_1
"Omah mau menggendong nya?" tanya Bu Mita. Omah mengangguk omah pun Menggendong Radit.
"Dulu Yang Omah gendong seperti ini adalah mamah kamu, ternyata Omah Masih bisa mengendong anak Mamah kamu." ucap Omah pada Radit.
Tasya tersenyum.
"Siapa yang paling imut di saat bayi Omah?" tanya Tasya.
"Tentu nya Cucu Omah dong." ucap Omah pada Tasya.. Tasya dan Bu Mita tersenyum.
Setelah Tasya selesai Makan, Radit lagi-lagi minta susu.
"Huff baru saja dia selesai minum. Aku sampai Makan beberapa kali." ucap Tasya.
"Itu adalah hal biasa untuk anak laki-laki. Dulu ayah kamu juga seperti itu." ucap omah.
"Raya sama Stevan mana Bu?" tanya Tasya.
"Oohh mereka tidur dengan Omah malam ini, biar kan saja agar tidak mengganggu kamu dengan Radit." ucap Bu Mita.
"Oohh. Ya udah gak apa-apa Bu." ucap Tasya.
Tasya sepanjang malam tidak bisa tidur karena Radit terlalu cengeng sekali, dia sampai bingung bagaimana mengurus Radit. Dia juga sudah sangat pusing karena tidak ada istirahat.
Dia membujuk Radit agar tidak menangis namun tetap saja Radit mau nya di gendong. Sudah tidur sebentar lagi-lagi dia bangun.
Tasya sampai sangat Sedih karena tidak pandai. Dia mau membangun kan Ibu nya namun tidak berani. Dia juga takut merepotkan mereka.
Sampai pagi hari nya Tasya baru bisa tidur karena Radit juga sudah tidur nyenyak.
"Tasya di luar ada Tiwi." ucap Bu Mita pada Tasya sambil membuka pintu kamar. Dia melihat Tasya tidur bersandar di ke sandaran Kasur.
Tasya membuka mata nya. "Ada apa Bu? Aku tidak bisa tidur semalaman." ucap Tasya. "Ada Tiwi di depan."' ucap Bu Mita.
"Suruh masuk saja Bu." ucap Tasya setengah sadar.
Setelah Tiwi masuk ke kamar dia membantu menjaga Radit, sementara Tasya bisa tidur dengan tenang. Tiwi tidak ada kerjaan karena kebetulan hari Sabtu.
Dia baru saja bermain-main dengan Radit namun tiba-tiba ponsel nya berdering panggilan dari Candra menanyakan kabar Tasya, karena dia menelpon Tasya tidak bisa.
__ADS_1
"Kamu habis nelpon sama siapa?" tanya Tasya pada Tiwi. "Pak Candra nelpon nanyain keadaan kamu, handphone kamu tidak bisa di telpon." ucap Tiwi.
"Humm seperti nya handphone ku mati, aku tidak ada memeriksa nya mulai dari tadi malam." ucap Tasya.
Tiwi membantu mengisi daya ponsel Tasya.
Tasya ke kamar mandi karena kebelet. Setelah keluar dia melihat jam sudah jam sepuluh.
"Hufff tidak terasa sudah jam sepuluh saja, aku tidak bisa tidur di buat oleh Radit, aku bingung apa yang terjadi pada nya." ucap Tasya.
"Kalau kamu bergadang itu adalah hal yang biasa." ucap Tiwi.
"Itu membuat nada ku sangat Lemas Wi.' ucap Tasya. Tiwi tersenyum. "Pak Candra akan datang sebentar lagi ke sini, gak apa-apa kan?" tanya Tiwi. "Humm gak apa-apa Kok." ucap Tasya.
"Oh iya Wi, bukan aku bermaksud untuk ikut campur Tapi aku mau bertanya tentang hubungan kamu dengan Pak Candra sebenarnya bagaimana?" tanya Tasya.
"Apa kamu tidak percaya pada ku? aku sudah mengatakan kalau Kalau kami tidak ada hubungan apa-apa." ucap Tiwi. Tasya diam. Dia hanya ingin memperjelas lagi.
"Lagian bukan nya kamu sama pak Candra sudah bersama? Kamu sudah menerima cinta nya." ucap Tiwi.
"Aku memang sudah bersama dengan pak Candra, tapi awalnya kami hanya berjanji untuk menjalani nya saja. Aku akan mencoba untuk membuka hati namun nyatanya sampai sekarang aku tidak bisa, aku hanya bisa menganggap dia sebagai kakak laki-laki ku, tidak lebih." ucap Tasya.
Tiwi tersenyum.
"Aku paham kok bagaimana perasaan kamu. Jangan terlalu di paksain karena itu juga tidak baik." ucap Tiwi.
"Aku bingung berbicara pada Candra Tiwi. Ini semua adalah salah ku, awalnya aku berfikir tidak bisa Jauh dari nya karena aku mencintai dia, namun ternyata aku salah." ucap Tasya.
...,....
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏
__ADS_1