Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 96


__ADS_3

"Hummm.. kenapa? Apa kamu kefikiran." ucap Darel. Tasya mengangguk.


"Semua yang terjadi pada malam itu jangan di ingat lagi Yah kak, anggap saja aku khilaf atau karena aku tidak suka kakak dengan mbak Sinta." ucap Tasya.


Darel diam dia kembali fokus ke jalanan. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan kampus.


"Makasih yah kak, kakak hati-hati di perjalanan." ucap Tasya mau turun namun di tahan oleh Darel. Darel mendekati wajah Tasya dan mencium kening istrinya.


Darel langsung memundurkan badan nya. Tasya jadi Heran dengan sifat Darel.


"Aku turun yah." ucap Tasya langsung turun dari mobil.


Darel Seketika tersenyum sendiri dia menutup wajahnya yang sangat malu.


"Aaaaaa aku seperti merasa kan cinta di masa-masa muda dulu." ucap Darel. Dia melihat dari mobil Tasya yang masuk selalu di sapa oleh mahasiswa yang melewati nya.


"Istri ku memang paling cantik." ucap Darel. Diam-diam mengambil foto Tasya yang pas menoleh ke belakang.


Setelah itu dia pun pergi.


Sementara Tasya sebelum ke kelas dia ke kantor dulu. Dia melihat Candra duduk di Kursi nya.


"Selamat pagi Pak." sapa Tasya. Candra melihat Tasya dia langsung berdiri.


"Pagi juga! Saya sudah menunggu kamu dari pagi tadi." ucap Candra. Tasya menatap Candra seperti kebingungan.


"Tumben-tumbenan bapak menunggu saya, ada apa yah Pak? Ada sesuatu yang bisa saya bantu?" tanya Tasya.


"Saya mau mengajak kamu buat mengiringi kegiatan hari ini." ucap Candra.


"Humm kegiatan berkunjung ke panti asuhan Pak?" tanya Tasya.


"Iyah, betul."


"Kami kemarin sudah menggalang dana dan juga sudah tektekan seikklas nya. Alhamdulillah dapat banyak dan hari ini mahasiswa siap untuk itu. Tapi saya minta maaf Pak Hari ini Kelas saya mengadakan ujian yang tidak bisa di tinggal kan." ucap Tasya.


Candra terdiam.


"Humm bagaimana kalau meminta Dosen lain mengganti kan kamu " ucap Candra.


"Tidak bisa Pak." ucap Tasya.


"Baiklah kalau begitu tidak masalah besar. Kami Akan berangkat Tampa Dosen Tasya." ucap Candra.


"Maaf kan saya sekali lagi Pak." ucap Tasya.


Candra mengangguk dia pun langsung keluar, setelah Candra keluar Tiwi masuk.


"Good morning Dosen Tasya." ucap Tiwi sambil mencolek Pipi Tasya.

__ADS_1


"Morning!!" jawab Tasya.


"Masih pagi sudah memasang Raut wajah yang suram itu, ada masalah apa sama Pak Candra?" tanya Tiwi.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Gak apa-apa kok." ucap Tasya.


"Humm Baiklah kalau tidak mau cerita, tapi seperti nya hari ini kamu di antar sama suami kamu lagi yah?" tanya Tiwi.


Tasya mengangguk.


"Wi sore ini kamu sibuk gak? aku mau curhat sama kamu." ucap Tasya.


"Sekarang pun aku pun bisa kalau ini tentang suami kamu." ucap Tiwi.


"Aku harus segera ke kelas, nanti sore saja." ucap Tasya.


Darel sampai di kantor dia di sambut oleh karyawan nya. Karena suasana hati nya sangat baik hari ini dia membalas semua sapaan karyawan nya.


Baru saja duduk di ruangan nya sudah di suduhkan dengan Kopi hangat. Namun tiba-tiba mood nya rusak melihat telepon dari Sinta.


"Halo!" ucap Darel.


"Kamu gimana sih Rel? Hari ini aku harus berangkat ke Dubai, kamu sudah janji mau ngaterin aku ke bandara, sekarang kamu Malah menghilang." ucap Sinta sangat keras sehingga Darel menjauh kan Ponsel dari telinga nya.


"Aku harus ke kantor pagi, dan sekarang aku sedang ada kerjaan, aku minta maaf gak bisa nganterin kamu. Lagian supir aku sudah ada untuk kamu kan." ucap Darel.


"Aku minta maaf." ucap Darel.


"Terus tadi malam kamu kenapa meninggalkan aku begitu saja? Dan wanita itu kenapa mencium kamu?" tanya Sinta.


"Humm masalah itu lupakan saja!" ucap Darel langsung mematikan sambungan telepon.


"iihh nyebelin banget sih!" ucap Sinta mau menelpon Balik namun pesawat nya sudah mau berangkat akhirnya dia mematikan ponsel nya.


"Mengganggu mood ku saja!" ucap Darel.


Di tempat lain Alex baru saja selesai dengan pekerjaan nya. Dia mau menghubungi Tasya yang berjanji akan makan siang bersama hari ini.


"Humm pasti sekarang dia lagi di kampus, lebih baik biarkan saja lah aku juga tidak mau mengganggu nya." ucap Alex.


Sementara Tasya sudah duduk di Cafe untuk makan siang.


"Oh iya hari ini aku ada janji ngajak kak Alex makan bersama, lebih baik aku meminta nya ke sini, soalnya ini dekat juga kok dari tempat nya." ucap Tasya menelpon Alex.


Alex langsung mendatangi lokasi Tasya. Mereka pun makan bersama.


"Oh iya orang tua kamu tinggal di mana? Kakak juga ingin kenalan sama mereka." ucap Alex.

__ADS_1


"Tempat tinggal orang tua Tasya sangat jauh." ucap Darel yang baru saja datang dan langsung duduk di samping Tasya.


"Kak Darel!" ucap Tasya. Darel tersenyum.


"Kebetulan aku ada pertemuan di dekat sini. Sekalian saja mampir mau Makan eh ternyata ada is..." tiba-tiba mulut Darel di tutup oleh Tasya dengan makanan.


"Kakak pasti sangat lapar." ucap Tasya.


Darel tersenyum manis. dia malah Balik menyuapi istri nya.


Sementara Alex hanya diam sambil fokus pada makanan nya.


"Oh iya kak bagaimana Selama tinggal dengan Pekanbaru?" tanya Tasya basa-basi.


"Humm cukup panas di sini, namun mendapatkan suasana yang baru sangat lah enak. Kakak harap bisa lebu betah di sini." ucap Alex.


Tasya tersenyum.


"Kakak mau keliling Pekanbaru kan? Besok kalau aku libur aku Akan mengajak kakak keliling." ucap Tasya.


Alex tersenyum sambil mengangguk. Darel yang mendengar itu seketika merasa kesal.


"Ya udah kalau begitu aku duluan yah, bentar lagi lanjut Kerja lagi." ucap Alex setelah selesai makan.


"Kenapa terburu-buru kak? Padahal tadi ngomong kalau jadwal kerja kakak tidak banyak." ucap Tasya.


"Mungkin tiba-tiba ada pekerjaan. Biarkan saja dia pergi!" ucap Darel. Tasya menatap Darel yang tersenyum pada nya.


"Humm Baiklah, kakak hati-hati." ucap Tasya. Alex pun pergi setelah membayar tagihan.


Tasya menatap Darel.


"Kenapa menatap kakak Seperti itu?" tanya Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Oh iya nanti sore kamu di jemput sama supir yah, kakak telat pulang." ucap Darel sambil menatap wajah Tasya.


"Gak apa-apa kok, aku minta anterin sama teman ku." ucap Tasya.


"Siapa? Apa itu Pria?" tanya Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Aku yakin pasti wanita gemuk yang berbadan pendek itu, aku percaya pada nya, kakak tidak Masalah kamu pulang dengan dia." ucap Darel.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2