
"Kalau semua nya sudah tepat, saya menyetujui nya." ucap Darel. Tidak beberapa lama meeting pun selesai, proyek Darel akhirnya jadi dan mungkin setelah proyek pembangunan itu di bangun Darel bisa pulang ke Pekanbaru lagi.
Tasya selesai mandi dia masak untuk dirinya dan juga untuk Stevan makan siang mereka, semua orang pergi untuk hari mingguan di luar termasuk juga Bibi dan Suster.
Baru saja masak handphone Tasya berdering panggilan dari Tiwi, dia akan datang berkunjung menjenguk Stevan.
Tasya sama sekali tidak keberatan karena dia juga kesepian di rumah.
Tidak beberapa lama Tiwi datang.
"Bagaimana keadaan Stevan Sya? Nih aku bawain buah siapa tau Stevan suka." ucap Tiwi.
"Makasih yah Wi. Stevan masih tidur." ucap Tasya.
"Oohhh ya udah deh nanti aja deh." ucap Tiwi sambil meletakkan buah di atas meja.
"Kamu minum dulu nih." Tasya memberikan segelas Jus.
"Oh iya Bagaimana kabar si Clara? Apa dia masih sering gangguin kamu?" tanya Tiwi.
"Huff aku tidak mau membahas nya, sekarang aku hanya yakin sama kak Darel saja." ucap Tasya.
"Kalau menurut aku sih yah, Clara pasti tidak akan berhenti mengganggu rumah tangga kamu, saran aku sih kamu harus bilang sama suami kamu tegas pada Clara." ucap Tiwi.
"Mau nya sih gitu Wi, hanya saja aku tidak ingin terlalu memaksa kak Darel, aku tau dia tulus pada ku, tapi dia juga takut menolak permintaan orang tua nya." ucap Tasya.
"Gak bisa gitu dong Tasya. Sudah jelas pak Darel punya istri, masa iya mau-mau aja si jodohkan sama orang lain."
Tasya menghela nafas panjang.
"Aku tidak mau membahas itu sekarang, lagian kak Darel masih di luar kota."
"Baiklah! tapi ngomong-ngomong rumah kok sepi sekali? Mana Omah, Opah dan juga Raya?"
"Mereka jalan-jalan keluar, bosan hanya di rumah saja." ucap Tasya.
"Lalu Ayah kamu?"
"Semalam dia ijin untuk keluar, tapi belum pulang sampai sekarang."
"Oohh bagus deh, aku tidak harus berpura-pura kalem." ucap Tiwi, Tasya tersenyum.
"Oh iya kamu bilang badan kamu sakit-sakit semua, aku udah bawain minyak yang sangat bagus untuk wanita hamil muda." ucap Tiwi. Dia langsung mengoleskan ke badan Tasya.
"Aku iri deh sama kamu Sya, kamu jauh lebih muda dari aku namun sudah memiliki Suami dan Sekarang sudah hamil." ucap Tiwi.
"Kalau jodoh dan rejeki sudah ada yang ngatur, kamu tidak perlu khawatir mungkin Allah merencanakan sesuatu yang indah untuk kamu, hanya perlu sabar dan banyak berdoa." ucap Tasya.
__ADS_1
"Kamu mah cantik bisa bilang kaya gitu, karena orang cantik mau pun ganteng selalu beruntung dalam hal apapun." ucap Tiwi.
"Nah itu dia kamu harus bersyukur sudah di berikan kesehatan dan sudah di berikan kebahagiaan. Sekarang semua tergantung kamu, kalau mau cantik kamu tinggal perawatan dan mengurus kan badan." ucap Tasya.
"Aku tidak bisa melakukan nya, aku tidak tahan menahan lapar." ucap Tiwi.
"Seharusnya kamu berani mau berubah agar hidup kamu juga berubah, kamu pasti Akan mendapatkan pria seperti apa yang kamu mau." ucap Tasya.
"Kamu benar juga sih, aku akan memulai nya besok, karena aku hari ini sangat lapar." ucap Tiwi langsung memakan gorengan yang ada di atas meja.
"Oh iya sekarang gimana yah kabar Bela?" ucap Tiwi.
"Coba kamu hubungi dia, aku yakin dia pasti menghabiskan waktu hari ini hanya untuk tidur." ucap Tasya.
Tiwi menelpon melalui panggilan Video.
Bela yang masih tidur di kasur mendengar suara handphone nya dia langsung menjawab.
"Halo ada apa Wi? Kamu mengganggu tidur ku saja!" ucap Bela dengan suara yang sangat serak.
"Sudah ku tebak kamu pasti Masih tidur." ucap Tasya.
"Loh kalian sedang bersama? Ada acara apa?" tanya Bela.
"Aku hanya berkunjung saja." ucap Tiwi.
"Kamu lagi di mana Bel? Kenapa kamar kamu berbeda seperti di hotel." ucap Tasya.
"Iyah tadi malam aku party sama teman-teman aku," ucap Bela.
"Humm mencurigakan nih, kamu tidur sama laki-laki yah?" tanya Tasya.
"Hus ngomongin apa sih? aku tidur sendirian nih." ucap Bela sambil mengarahkan kamera ke seluruh ruangan.
"Iyah-iyah kami percaya." ucap Tasya.
"Ya udah kalian lanjut saja dulu, aku mau ke kamar mandi." ucap bela. Panggilan pun berakhir.
"Tasya yah?" tanya Alex yang baru saja masuk.
Bela mengangguk dia turun dari kasur.
"Maaf yah aku tidak bangun Waktu kamu berangkat kerja." ucap Bela memeluk Alex dari depan.
"Kamu pasti sangat lelah tadi malam, aku bahkan tidak tau kamu pulang jam berapa." ucap Alex.
Setelah kembali dari Pekanbaru Alex dan Bela tinggal bersama di apartemen Alex. Mereka bukan pacaran namun tiba-tiba saja langsung dekat dan Bela sangat pandai menggoda Alex.
__ADS_1
Awalnya Alex hanya curhat dan minta bantuin pada Bela, lama-lama karena Bela selalu ada dan memberikan solusi pada nya akhirnya dia nyaman.
Tadi malam Bela ada kerjaan dengan bos nya si sebuah cafe, cukup lama sampai dia kebanyakan minum.
Untung saja rekan kerja nya baik dan mengantar kan pulang.
"Aku sangat lapar." ucap Alex.
"Baiklah kalau begitu aku akan masak dulu, kamu istirahat saja."
"Kita mesan makanan aja yah, biar kamu gak kesusahan."
Bela menggeleng kan kepala nya.
"Makanan yang di masak sendiri itu jauh lebih enak." ucap Bela.
"Emang kamu bisa masak." tanya Alex.
"Humm nyepelein aku aja kamu mah." ucap Bela. Alex tertawa.
"Oh iya kenapa aku bisa tidur di kamar kamu?"
"Tenang aja aku gak ngapa-ngapain kamu kok, tapi lain kali jangan mengulangi nya lagi yah." ucap Alex.
Bela tersenyum sambil mengangguk.
"Ya udah aku ke kamar mandi dulu."
Setelah selesai membasuh wajah nya dia langsung masak ke dapur.
"Kamu cantik banget tampa makeup seperti itu." ucap Alex pada Bela yang sangat fokus masak.
"Jangan lebay deh, di kantor kamu lebih banyak cewek cantik lebih dari aku." ucap Bela.
"Tapi hanya kamu yang paling cantik di mata aku." ucap Alex.
"Huff seperti nya setelah kamu sakit hati, kamu jadi lelaki buaya yang pandai menggoda wanita." ucap Bela.
Alex tersenyum, dia hanya fokus melihat wajah natural Bela.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***