
"innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un." ucap Riski.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un." ucap Tasya, Air mata nya seketika langsung keluar ketika menutup mata ibu nya.
Riski langsung memeluk Mbak nya.
"Kita kuat mbak, kita kuat, ibu sekarang sudah tidak sakit lagi. Dia akan bertemu dengan mbak Amel di sana." ucap Riski.
Dia berusaha kuat demi Tasya. Tidak beberapa lama dokter masuk memeriksa keadaan buk Adel.
Dokter melepaskan semua alat dari badan buk Adel dan menutup nya.
Darel, pak Ahmad dan buk Mita masuk ke dalam setelah mendengar kabar itu.
Darel langsung memeluk istrinya, sementara pak Ahmad langsung memeluk Riski.
"Yang Kuat yah Tasya, sekarang Ibu sudah tenang di alam sana, kamu jangan sedih, kita harus banyak berdoa untuk ibu." ucap Darel.
Buk Mita dan juga Tiwi membantu memegang Stevan dan Raya. Tasya dan Riski terlihat sangat terpukul, namun sebelum nya dokter sudah bilang kalau ibu nya hanya berpura-pura Sehat saja.
Ibu nya di pindahkan bukan karena sembuh melainkan ingin bertemu keluarga nya, dokter sudah bilang keadaan nya tidak baik namun sepertinya buk Adel tau kalau dia tidak sanggup lagi akhirnya dia pasrah.
Hari itu Jenazah di bawa ke rumah duka di Mandi kan Dan juga di do'akan, hari itu juga jenazah langsung di Makam kan karena lebih cepat lebih baik.
Saat mau di kubur kan Tasya dan Riski menangis sejadi-jadinya, mereka berusaha untuk ikhlas namun tetap saja terasa sangat sakit untuk mereka.
Tidak beberapa lama selesai, baca Doa dan langsung pulang.
"Riski!" panggil Tasya mengetuk pintu kamar ibu nya. Riski Ada di dalam kamar ibu nya. Tidak ada respon dari dalam Tasya langsung masuk Saja.
Dia melihat adiknya bersandar Lemas di lantai sambil memeluk foto Ibu nya.
"Jangan sedih lagi dek, ibu akan sedih juga melihat nya." ucap Tasya. "Aku belum bisa memberi kan apapun untuk ibu, aku belum bisa membahagiakan dia. Semua nya baru saja baik namun Kenapa ibu harus pergi." ucap Riski.
"Kamu kuat kok dek, kamu harus kuat demi mbak di sini, mbak selalu ada untuk kamu. Kalau kamu sedih mbak juga akan sedih." ucap Tasya.
Riski menatap wajah Tasya. Riski memeluk nya.
"Aku sayang sama mbak." ucap Riski. "Mbak juga sayang kok sama Riski. kita Kuat menghadapi ini jangan sedih lagi." ucap Tasya.
Riski menangis di pelukan Mbak nya. "Aku ingin istirahat mbak, badan ku sangat lelah." ucap Riski. Riski berbaring di paha Mbak nya. Tasya dan Riski memandangi wajah Ibu nya yang ada di foto.
__ADS_1
Keesokan harinya Buk Mita memasak untuk sarapan Riski, Darel dan juga Tasya di rumah Buk Adel.
"Ibu tadi malam menginap di sini?" tanya Tasya. buk Mita menggeleng kan kepala nya.
"Loh kenapa buk?" tanya Tasya. Buk Mita hanya tersenyum saja.
"Kamu sama sekali tidak masalah kalau ibu mau menginap di sini, kami akan sangat senang." ucap Riski. Buk Mita tersenyum.
"Terimakasih Yah nak, tapi Ibu Masih kurang enak saja." ucap buk Mita.
"Ibu sama ayah sudah mau menikah, sudah waktunya untuk membuat nyaman tinggal dengan kami." ucap Riski.
"Kamu tidak masalah sama sekali ibu menikah dengan ayah kamu?" tanya buk Mita pada Riski. "Aku senang agar ayah ada yang ngurus dia tidak kesepian lagi." ucap Riski.
"Aku juga ingin mempunyai Ibu lagi, aku ingin ibu juga menganggap ku sebagai Anak kandung." ucap Riski.
"Tentu Nak, tentu ibu Akan sayang sama kamu." ucap buk Mita langsung memeluk Riski.
Tasya dan Darel tersenyum melihat itu.
Setelah selesai makan Tasya mau ke lantai atas menyusul anak-anak nya yang sedang Makan di atas di suapin suster.
"Ayo buruan habisin makanan nya nak." ucap Tasya. "Iyah Mah." ucap Raya. Stevan langsung duduk di pangkuan Tasya.
"Mamah jangan sedih lagi yah, jangan nangis." ucap Raya.
Tasya mendengar kata-kata Anak nya membuat nya terharu sehingga tidak terasa Air mata nya keluar.
Raya menghapus air mata Tasya.
"Aku juga Rindu Mamah Amel, tapi aku ingat kata mamah gak boleh sedih harus berdoa." ucap Raya.
Tasya semakin terharu dengan kecerdasan raya dia pun langsung memeluk Raya.
"Terimakasih sayang sudah ada di sini untuk mamah, jangan pernah tinggalkan mamah yah." ucap Tasya, Raya mengelus badan mamah nya berusaha untuk bersifat dewasa.
Darel yang melihat itu hanya bisa tersenyum.
Satu Minggu sudah kepergian buk Adel. Tasya mengantarkan Riski ke bandara untuk melanjutkan kuliah nya.
"Kamu jaga diri baik-baik di sana yah nak." ucap pak Ahmad. Riski mengangguk.
__ADS_1
"Ibu sayang sama kamu, selesai kan kuliah kamu, jika libur datang lah ke sini." ucap buk Mita, Riski menyalim tangan Bu Mita.
"Semangat." ucap Darel menyemangati Riski.
mereka berpelukan, tidak lupa Riski juga mengelus kepala kedua Keponakan nya.
Sementara sebelum nya dia sudah pamit pada Omah dan Opah di rumah, mereka tidak bisa bisa ikut karena sudah mudah kelelahan.
Dia melihat ke arah Tasya Air mata nya langsung keluar dan memeluk Tasya begitu erat.
"Kita tidak tidak bisa bertemu dalam jangka waktu yang dekat, kamu di sana jaga diri baik-baik, kuliah dengan serius." ucap Tasya.
Riski mengangguk.
"Mbak sangat menyayangi kamu." ucap Tasya. Tasya mencium kening Adik nya. "Kamu sudah janji pada mbak gak akan sedih lagi, jangan Nangis, mbak selalu berdoa yang terbaik untuk kamu." ucap Tasya.
Riski mengangguk. Riski pun pun melambai kan tangan nya.
"Sampai jumpa lagi Kota Pekanbaru, sampai jumpa lagi buk." ucap Riski, hati nya begitu sakit ketika melambaikan tangan, wajah ibu nya selalu terngiang di mata nya.
Tasya tersenyum melepaskan adik nya, dia berharap Adik nya pulang sudah menyelesaikan kuliah nya.
"Kamu pasti bisa dek, mbak yakin kamu pasti bisa." batin Tasya.
Setelah Riski tidak kelihatan lagi mereka pun pulang.
"Bagaimana urusan surat-surat persyaratan untuk menikah ayah?" tanya Tasya.
"Sudah mau Selesai nak." ucap Pak Ahmad.
"Lalu kapan rencana nya ayah? Lebih cepat lebih baik." ucap Tasya. "Nanti tunggu di bicarakan sama keluarga dulu." ucap pak Ahmad.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1