
"Apa Kakak mau pisah?" tanya Tasya, Darel diam.
Tasya menghela nafas panjang.
"Kalau seandainya ini mudah aku Akan melakukan nya, namun sangat banyak orang yang Akan kecewa dengan keputusan kita." ucap Tasya.
"Ya Allah Tasya! Kenapa kamu begitu tidak mengerti perasaan kakak? Kenapa kamu terlahir jadi adik ipar kakak? Karena status adik ipar kamu Sulit membuka hati untuk kakak." batin Darel.
"Aku minta maaf kalau kakak benar-benar marah pada ku, tapi aku mohon kita jalani saja dulu ini bersama." ucap Tasya.
"Sampai kapan kita Akan seperti ini?" tanya Darel. Tasya diam.
"Ya sudah kalau begitu kalau itu mau kamu. Kita Akan menjalani hubungan ini seperti ini, aku Akan bertahan semampu yang aku bisa." ucap Darel.
Tasya yang mendengar kata-kata Darel terasa sangat nyesek di dada nya.
Dua Minggu kemudian Darel sudah membaik kontrol nya juga rajin sehingga cepat sembuh.
Karena Darel sudah sembuh, Tasya pun mulai mengurus kembali urusan tentang dia mau menjadi dosen. Dan dia sudah mulai bekerja hari ini.
"Assalamualaikum!" sapa Tasya yang baru saja pulang di sore hari.
"Walaikumsalam! Mamah." ucap Raya dan Stevan langsung berlari ke arah Mamah nya.
Tasya tersenyum dan langsung memeluk mereka.
"Mamah kenapa Lama sekali pulang nya?" tanya Raya.
"Tadi di Kampus Mamah harus mengajar sangat banyak orang sehingga mamah telat deh." ucap Tasya.
"Yah mamah!" ucap Raya.
"Non Laura sudah pulang? Syukurlah Non sudah pulang mereka tidak mau tidur siang dan makan nya Hanya sedikit Saja!" ucap pengasuh.
"Tasya menatap kedua anak nya..
"Kenapa gak mau tidur?" tanya Tasya.
"Mau Bobo sama Mamah." ucap Raya.
"Tapi kan Mamah nya lagi kerja. Gak boleh seperti itu besok lagi Yah." ucap Tasya.
"Mereka akan terus tidak mau tidur siang kalau tidak ada kamu!" ucap Darel yang baru saja pulang.
Tasya menatap Darel. Dia mau menyalim tangan Darel namun Darel Melawati nya begitu saja.
Hubungan Darel dan Tasya akhir-akhir ini semakin dingin, Darel tidak seperti dulu lagi. Bahkan Darel tidak pernah lagi mengganggu Tasya dan memilih tidur di kamar sendiri.
Tasya hanya menghela nafas panjang saja.
"Ya udah kalau begitu kita makan Abis tuh mandi yah " ucap Tasya. Mereka mengangguk.
__ADS_1
Setelah selesai makan Tasya membawa mereka ke kamar. Tasya terlebih dahulu memandikan mereka berdua dan setelah itu memberikan mereka mainan agar dia bisa mandi juga.
Tidak beberapa lama akhirnya dia selesai mandi.
"Hufff di hari pertama bekerja membuat ku sangat letih, Bahkan pikiran ku saja terkuras." ucap Tasya duduk di depan meja rias.
Dia Mengeringkan rambut nya melihat pantulan diri nya di cermin.
"Dan sekarang setelah pulang kerja aku harus mengurus anak-anak juga. Aku pikir melakukan hal seperti ini sangat lah muda ternyata tidak." batin Tasya.
Tiba-tiba Omah nya menelpon melakukan panggilan Video.
"Assalamualaikum Omah." ucap Tasya.
"Walaikumsalam sayang! Bagaimana Hari ini?" tanya Omah.
"Alhamdulillah semua nya baik-baik saja Omah, hanya sedikit letih, namun di hari pertama ku ini sungguh sangat lah menyenangkan." ucap Tasya.
Omah tersenyum.
"Kamu hanya butuh waktu untuk beradaptasi saja, Omah sangat senang akhirnya kamu bisa menjadi dosen." ucap Omah.
"Alhamdulillah kalau omah suka, karena aku melakukan hal ni karena ingin membuat Omah sama opah dan keluarga juga bangga." ucap Tasya.
Omah tersenyum.
"Opah Mana Mah?" tanya Tasya.
Tasya tersenyum.
"Suami kamu mana?" tanya Omah.
"Humm dia ada di kamar nya Omah." ucap Tasya.
"Loh kamar nya? Bukan nya kamar Kalian satu?" tanya Omah Heran.
"Humm iya Omah, maksud aku dia ada di kamar nya, sementara aku ke sini untuk mengambil beberapa keperluan perawatan wajah ku Saja!" ucap Tasya berbohong karena dia sudah salah ngomong.
"Oohhh begitu. Ya udah kalau begitu udah dulu yah. Kamu tetap semangat yah." ucap Omah.
"Iyahh Omah, makasih banyak yah Omah." ucap Tasya.
Panggilan pun berakhir.
"Hufff badan Mamah sangat lelah, Mamah Istirahat dulu yah." ucap Tasya pada anak-anak nya.
Tapi mereka langsung naik ke atas ranjang dan mengganggu Tasya yang hendak istirahat.
Alhasil dia tidak bisa istirahat lebih dulu dia harus menemani mereka bermain dan akhirnya tidur.
Melihat mereka berdua sudah tidur Tasya pun ikut tidur namun di ujung kasur karena sudah sangat lelah.
__ADS_1
"Tok!! tok!! tok!!! bunyi ketukan pintu kamar Tasya.
Namun tidak ada sautan dari dalam akhirnya Darel membuka pintu yang tidak di kunci.
"Raya! Stevan ikut Papah yok." ajak Darel. Namun dia langsung terdiam melihat Mereka semua tertidur dengan gaya yang tidak teratur.
Darel mendekati mereka. Dan mereka sangat nyenyak. Darel menatap Tasya. Wajah nya sangat lelah sehingga dia mendengkur.
...Namun Tasya tiba-tiba terbangun karena merasa seseorang menyentuh kaki nya, Darel mau membenarkan kaki Tasya yang mau jatuh ke lantai. ...
Namun Tasya terbangun dia langsung melepaskan nya, Tasya memperbaiki tidur nya dan kembali tidur dengan nyenyak tampa menyadari Darel ada di sana.
"Eh Bapak ada di sini?" tanya Suster yang baru saja masuk.
Darel langsung membuat jari nya ke bibir nya.
"Sssstt!" ucap Darel. Suster itu langsung terdiam.
"Saya mau mengambil pakaian kotor dan Dodot kotor anak-anak Pak." ucap suster.
"Silahkan! Jangan berisik." ucap Darel. suster mengangguk. Darel pun keluar dari ruangan itu.
Tiba-tiba handphone nya berdering panggilan dari Mamah nya.
"Halo Mas, assalamualaikum!" sapa Darel.
Walaikumsalam! Kamu sudah pulang kerja?" tanya Mamah Tima.
"Sudah mah." ucap Darel.
"Anak-anak kamu mana?" tanya Mamah nya.
"Mereka sedang tidur di mah." ucap Darel.
"Loh kok cepat sekali tidur nya?" tanya mamah Tima.
"Mereka tidak tidur siang maka nya cepat tidur Mah." ucap Darel.
"Oohhh istrinya kamu di mana?" tanya mamah Tima lagi.."Dia juga tidur menemani anak-anak di kamar Mah." ucap Darel.
"Oohhh wajar saja dia tidur karena dia pasti kelelahan di kampus dan pulang harus mengurus anak-anak, kamu harus perhatian sama dia." ucap Mamah Tima.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya jika ada saran tulis di kolom komentar ya...
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1