Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 255


__ADS_3

"Oh iya Pak, makasih yah sudah bawa aku ke sini, aku merasa sangat tenang ketika jauh dari hal yang biasa ku lihat." ucap Tasya.


"Apakah kamu merasa orang di sekitar mu selalu mengingat kan kepada suami kamu?" tanya Candra. Tasya diam.


"Saya minta maaf kalau bertanya hal yang seharusnya saya tidak tanya." ucap Candra.


"Sebenarnya Raya dan Stevan sangat mengingatkan saya kepada Kak Darel. Melihat mereka saya tidak tega. Namun tidak bisa berbuat apa-apa lagi." ucap Tasya.


"Itu sudah pasti, Semua nya tergantung di kamu nya. Kamu sudah mengambil keputusan untuk terus mengurus mereka jadi kamu harus sanggup untuk menahan semua nya." ucap Candra. Tasya tersenyum.


Cukup Lama mereka di sana dan akhirnya Candra mengantarkan Tiara pulang. Dia tidak lagi singgah karena harus pulang mengurus pekerjaan nya.


"Terimakasih yah pak sekali lagi." ucap Tasya. Candra tersenyum sambil mengangguk.


"Om Candra mau kemana?" tanya Raya.


"Mau pulang." jawab Candra.


"Loh kok langsung pulang sih? Kan kita belum main, Om sudah janji mau nemenin kamu main sama-sama." ucap Raya.


"Om besok ke sini lagi yah, Om ada kerjaan." ucap Candra.


"Oohh gitu yah om. Ya udah om hati-hati di jalan yah." ucap Raya. Candra tersenyum dia mencubit pipi Raya.


"Om permisi yah." Ucap Candra meninggalkan mereka.


"Mamah sama Oma Candra dari mana?" tanya Raya.


"Dari luar Sayang. Ayo kita masuk." ajak Tasya.


"Mamah papah nelpon mamah gak?" tanya Raya. Tasya terdiam sejenak dia menatap wajah Raya.


"Enggak ada Sayang. Mungkin itu tidak mungkin, raya gak boleh tanya itu lagi yah sayang." ucap Tasya.

__ADS_1


"Aku hanya Rindu Papah mah. kemarin waktu di sana Nenek yang selalu melarang dan memarahi aku membahas Mamah, sekarang dengan Papah aku tidak bisa berbicara. Mamah sangat jahat." ucap Raya.


"Bukan seperti itu Sayang. Mamah bukan tidak mau menghubungi papah, tapi kamu tau sendiri Nomor papah kamu ganti kalau Nenek kamu ketahuan kalau kita berhubungan dengan papah." ucap Tasya.


Raya menangis, Tasya mencoba membujuk nya namun Raya sama sekali tidak mau. Dia menolak untuk di sentuh oleh Tasya. Tiba-tiba Bu Mita datang dia langsung memeluk Raya.


Bu Mita menatap putri nya. "Aku mau istirahat dulu Bu." ucap Tasya. Bu Mita sangat mengerti dia mengangguk.


"Ya udah kamu istirahat, serahkan Raya sama ibu." ucap Bu Mita, Tasya mengucap kan terima kasih setelah itu dia pun pergi masuk ke kamar nya.


"Raya kenapa sayang? Gak boleh seperti itu yah Sama Mamah." ucap Bu Mita. "Mamah sangat jahat nek, dia tidak mau menelpon Papah." ucap Raya.


Bu Mita mengendong Raya ke Sofa.


"Bukan mamah yang gak mau raya, tapi papah memang tidak bisa di hubungi. Mamah dalam keadaan hamil seperti itu gak boleh stress karena banyak fikiran." ucap Bu Mita.


"Aku rindu papah nek, aku ingin papah sama Mamah sama-sama lagi." ucap Raya. Bu Mita memeluk Raya, dia sangat tau bagaimana perasaan Cucu nya itu.


Tasya di dalam kamar dia baru saja menukar pakaian nya. Dia berbaring sebentar namun kefikiran Raya dia pun meminta suster membawa Raya ke kamar nya.


"Kenapa diam saja di sana? ayo di sini Bobo bareng sama Mamah." ucap Tasya. Raya diam. "Ayo Sini sayang jangan malu-malu." ucap Tasya. Raya mendekati Tasya dan langsung memeluk nya.


"Aku minta maaf mah, aku yang salah sudah Marahin mamah. Aku salah." ucap Raya sambil menangis. "Mamah juga minta maaf yah. Sudah raya gak boleh sedih lagi." ucap Tasya.


"Mamah gak marah sama aku lagi kan? Aku minta maaf." ucap Raya. "Mamah gak marah kok sama Raya. Tapi lain kali Raya harus mengerti sama keadaan mamah di sini Yah sayang." ucap Tasya. Raya mengangguk.


"Aku minta maaf yah Mah." Raya sangat merasa bersalah dia terus meminta maaf tampa henti sambil memeluk Mamah nya.


"Aku boleh tidur di sini kan malam ini mah?" tanya Raya.


Tasya mengangguk. "Adek Stevan sekalian di ajakin sini." ucap Raya.


"Stevan bobok sama nenek, kakek pulang lambat karena di kantor banyak kerjaan." ucap Raya.

__ADS_1


"Oohh ya udah Raya bobok sama Mamah. Ayo bobok sayang." ucap Tasya.


Raya berbaring namun tangan nya mengelus perut Tasya.


"Nanti kalau Dedek nya sudah lahir dia gak boleh ketemu sama Nenek yang ada di Dubai. Nanti kasihan Dedek nya." ucap Raya.


"Udah Sayang jangan bahas itu lagi, ayo kita tidur." ucap Tasya. akhirnya mereka berdua tidur dengan nyenyak. Sementara di tempat lain Darel menutup laptop nya dia membaringkan tubuhnya di kasur.


"Kalian bagaimana kabar nya di sana? Kakak sangat merindukan Kalian." ucap Darel. Tiba-tiba ibu nya masuk tanpa mengetuk pintu Sama sekali.


"Kamu Seharian tidak Makan kata Tania kenapa nak?" tanya Bu Tima. Darel diam saja.


"Kamu harus Jaga kesehatan, gak boleh mengabaikan waktu Makan." ucap Bu Tima.


"Tiara ada gunanya aku sehat mah, aku tidak bisa bersama istri dan anak aku lagi." ucap Darel. "Mau sampai kapan sih kamu membahas mereka dan mengharapkan mereka? Mamah sudah bilang kalau ada Tania yang bakalan nemenin kamu, bisa memberikan keturunan yang banyak untuk kamu." ucap Bu Tima.


Darel diam. "Mamah gak mau kamu seperti ini, kamu harus Jaga kesehatan jangan hanya karena wanita itu kamu jadi sakit-sakitan seperti ini. mamah gak suka." ucap Bu Tima.


"Mamah sangat egois, mamah tidak pernah mengerti pada keadaan ku yang sekarang, aku ingin sendirian mamah Keluar saja." ucap Darel.


"Mamah melakukan yang terbaik untuk kamu." ucap Bu Tima. "Bukan seperti ini yang terbaik untuk aku mah, Mamah menghancurkan kebahagiaan aku bersama Tasya dan anak-anak aku, Mamah sangat tega ." ucap Darel.


"Mamah hanya memikirkan Kamu, mamah tau kamu tidak bahagia dengan dia." ucap Bu Tima lagi.."Aku bahagia dia mah, aku sangat bahagia dengan dia aku sangat mencintai Tasya, kalau bukan karena mamah orang tua aku, aku akan memilih istri dan anak-anak ku." ucap Darel.


"Kamu jangan berharap bisa melakukan apa yang kamu mau! Mamah jamin hidup kamu tidak Akan pernah bahagia." ucap Bu Tima marah.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2