
"Kalau lewat akun media sosial enggak sih Bu, kalau masalah pekerjaan lewat Gmail masih sangat sering." ucap Ajeng.
"Hubungan kami kurang baik, saya mau minta maaf sudah merepotkan kamu. Saya mau kamu memberi tahu nya kalau saya tiga Minggu lagi akan melahirkan dan Tolong berikan Surat ini pada nya." ucap Tasya memberikan hasil USG nya pada Ajeng.
"Kenapa tidak memberikan nya sendiri Bu? Bukan nya itu lebih bagus?" tanya Ajeng.
"Paket dari saya selalu di tolak. Saya harap kamu bisa membantu saya, saya ingin dia datang di hari persalinan saya nanti." ucap Tasya.
"Baiklah Bu, saya akan segera mengirimkan dan memberi tahu Pak Darel." ucap Ajeng.
Tasya tersenyum.
"Terimakasih banyak yah." ucap Tasya.
"Sama-sama Bu." ucap Ajeng.
"Oh iya Bu silahkan di minum dulu agar lebih tenang." ucap Ajeng pada Tasya. Tasya pun meminum Teh itu sampai habis. "Saya tidak bisa lama-lama di sini, saya permisi ya." ucap Tasya.
"Saya boleh minta nomor telepon ibu? Saya akan mengabari nya nanti." ucap Ajeng setelah sudah di berikan Tasya pun meninggalkan apartemen Nya Ajeng.
Ajeng mengantar kan keluar. Setelah pergi Ajeng pun masuk lagi. Dia melihat Tasya sudah pergi Roki segera keluar dari persembunyian nya.
Ternyata dari tadi Roki ada di dalam apartemen Ajeng namun hanya di kamar saja, dia tidak boleh kan keluar oke Ajeng.
"Sayang apa yang terjadi? tumben istri bos datang?" tanya Roki memeluk pinggang Ajeng.
"Ada sesuatu yang harus di kirim. Kamu sendiri kenapa peluk-peluk seperti ini?" tanya Ajeng. Roki tertawa kecil sambil menggoda Ajeng.
"Boleh kah malam ini aku tidur di sini? aku Masih sangat merindukan kamu. Beberapa Minggu ini kita selalu sibuk dengan urusan masing-masing." ucap Roki.
"Siapa yang mengijinkan kamu tidur di sini? tidak ada yah!" ucap Ajeng. Roki memasang wajah sedih sambil cemberut.
"Yahh sayang kok gitu sih?" tanya Roki. Ajeng Menghela nafas panjang.
"Ya sudah lupakan saja , jangan terlalu banyak mengganggu ku aku mau mengurus beberapa pekerjaan lagi." ucap Ajeng.
Roki memasang wajah cemberut.
"Kamu kok mengabaikan aku seperti ini sih? Aku tidak bisa kalau di abaikan seperti ini, sudah berapa lama kita tidak bertemu seperti ini, aku sangat merindukan kamu." ucap Roki tiba-tiba menggendong Ajeng ke sofa.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan Roki?" tanya Ajeng. "Jangan mengabaikan ku seperti ini, aku bisa saja melakukan hal yang tidak kamu suka." ancam Roki.
Ajeng tersenyum dia mengelus pipi Roki yang sudah Kesal karena nya. "Menjauh lah dari atas ku." ucap Ajeng. Namun Roki tidak mau, dia semakin menindih Ajeng..
"Abaikan pekerjaan kamu kali ini, aku mohon." ucap Roki.
Ajeng melihat wajah Roki sudah sangat memohon akhirnya dia pun mengangguk.
"Baiklah-Baiklah aku akan menemani kamu, sekarang lepaskan aku." ucap Ajeng. Roki tidak mau dia malah semakin menindih Ajeng dan memeluk nya sangat erat.
"Kamu tau aku sangat merindukan kamu setiap detik, aku sangat khawatir kamu sudah bosan dengan ku sehingga kamu mengabaikan ku seperti ini." ucap Roki.
Ajeng mengelus kepala Roki.
"Tidak mungkin aku Bosan dengan pacar ku yang sangat Manja ini, mana mungkin ada pengganti nya di hati ku." ucap Ajeng.
Roki tersenyum dia mencium pipi Ajeng begitu kuat.
Ajeng tersenyum pada Roki.
Tasya tidak langsung pulang melainkan memilih untuk berhenti di taman yang sering di kunjungi oleh nya dengan suami nya.
"Aku hanya berpura-pura kuat untuk menghadapi ini semua. Ini sangat tidak bisa aku jalani sendiri." ucap Tasya dia menangis.
"Ambillah." ucap Candra yang tiba-tiba datang memberikan tisu pada Tasya. Tasya menoleh ke samping nya dia terkejut karena ada Candra di sana.
"Bapak bagaimana bisa di sini? Sudah lama bapak kemana saja? kenapa bapak tidak pernah menemui aku lagi? Bapak tidak tau kah aku mencari bapak." ucap Tasya.
Candra mendekati Tasya dia memegang tangan Tasya.
"Bapak kemana saja? Kenapa bapak pergi begitu saja?" tanya Tasya sambil memukul Dada Candra.
Candra menahan nya. "Jangan, jangan lakukan itu saya hanya butuh waktu untuk sendiri." ucap Candra. Tasya menangis.
"Papah ayo buruan." ucap anak laki-laki yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Tasya dan Candra melihat ke arah anak itu.
"Siapa itu pak?" tanya Tasya.
__ADS_1
Candra tidak menjawab dia berlari pada anak itu mengendong nya.
"Ayo kenalin ini namanya Tante Tasya."
"Halo Tante, nama Aku Rafa," ucap anak laki-laki itu sambil menyalim tangan Tasya.
"Rafa ayo kita ke sana yok sama Mamah." ucap wanita yang sebelumnya di lihat oleh Tasya di Cafe.
Rafa mengangguk. Dia pun menyusul wanita itu. Dia tersenyum pada Chandra.
"Aku akan segera menyusul Kalian." ucap Candra.
Mereka pun pergi.
"Oh iya kapan kamu akan melahirkan?" tanya Candra. "Sekitar Tiga Minggu lagi." ucap Tasya.
"Oohh. semoga lancarkan yah, tidak ada Kendala apapun." ucap Candra. Tasya tersenyum sambil mengangguk.
"Siapa Anak laki-laki dan perempuan itu? Aku juga sebelum nya melihat bapak bersama mereka di sebuah Cafe.
"Anak saya." ucap Candra. Tasya seketika Terdiam.
"Kalau begitu saya permisi Pak." ucap Tasya meninggalkan Candra begitu saja. Candra kebingungan dia mengejar Tasya.
"Tasya kita belum selesai berbicara, kenapa kamu langsung mau pergi begitu saja." ucap Candra menahan tangan Tasya. namun Tasya sama sekali tidak perduli. Dia meninggal Candra berjalan secepat mungkin yang dia bisa.
"Tasya kamu kenapa? Saya masih merindukan kamu, saya pulang karena kamu. Kenapa kamu mengabaikan saya seperti ini?" tanya Candra.
Tiba-tiba Tasya berhenti dia menoleh ke arah Candra.
"Lebih baik Bapak menjadi pria yang setia, bapak sudah punya anak dan istri Masih saja mencoba menyukai wanita lain. Bapak sama sekali tidak menjaga perasaan istri dan anak bapak. Aku tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain, Aku minta maaf, lebih baik bapak jangan menemui Aku lagi dan aku tidak akan pernah mencari bapak lagi." ucap Tasya langsung masuk ke dalam mobil.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
. Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏