
Darel terdiam sejenak. "Adik kamu mana?" tanya Darel.
"Dia ada di kamar sama suster Pah." ucap Raya.
"Ya udah kalau Raya gak mau simpan aja yah." ucap Darel.
"Papah setiap hari membeli mainan, aku bosan Pah." ucap Raya.
Lagi-lagi Darel terdiam.
"Lalu Raya mau apa nak? Ayo jalan-jalan sama Papah." ajak Darel.
"Aku rindu Tante Tasya aku rindu Mamah." ucap Raya.
Darel menurun kan Raya melihat suster mengendong Stevan turun ke bawah sambil menangis.
"Kenapa dia menangis sus?" tanya Darel.
"Gak tau kenapa Pak Stevan lebih cengengesan." ucap suster.
Darel menggendong Stevan menenangkan nya. Ternyata Stevan ngantuk setelah di tidur kan oleh Darel dia langsung tidur dengan nyenyak.
Saat sedang menepuk-nepuk pantat Stevan handphone Darel berdering, dia mengambil nya dan terkejut melihat nama Tasya.
"Kenapa dia menelpon ku?" batin Darel bertanya sendiri. Dia menjawab nya.
"Halo! Assalamualaikum." sapa Darel.
"Walaikumsalam." ucap Tasya.
"Aku mengganggu Kakak?" tanya Tasya.
"Enggak kok, ada apa?" tanya Darel. Tasya yang di respon seperti itu oleh Darel sedikit merasa dia mengganggu.
"Bagaimana kabar Stevan dan Raya?" tanya Tasya.
"Mereka baik-baik saja." jawab Darel.
"Humm.. Bagus deh kalau begitu kak. Aku boleh ngomong sama mereka?" Tanya Tasya sedikit gugup.
"Stevan sedang tidur." ucap Darel.
"Ini sudah magrib kenapa dia tidur jam segini?" tanya Tasya.
"Dia lebih rewel dari biasanya sehingga susah tidur." ucap Darel.
Tasya terdiam dia jadi khawatir.
"Ya udah Kalau begitu kakak istirahat lah," ucap Tasya langsung mematikan sambungan telepon nya.
Darel yang mau berbicara seketika terhenti karena handphone nya sudah mati.
Tasya setelah mematikan handphone dia melemparkan handphone nya ke atas kasur membaringkan tubuhnya.
"Bagaimana aku berfikir akan pulang ke sana sementara kak Darel saja merespon ku seperti itu. Sekarang pasti Pengasuh sudah ada di rumah." ucap Tasya namun tiba-tiba handphone nya berdering.
Dengan malas dia mengambil handphone nya namun terkejut melihat Darel menelpon nya kembali.
"Iya! Halo kak." ucap Tasya.
"Makasih sudah menjawab telepon kakak. Seperti nya kamu sedang sibuk terburu-buru mematikan handphone." ucap Darel.
Tasya diam.
"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Darel. Tasya yang di tanya menjawab.
__ADS_1
"Aku sudah lebih baikan kok kak. Makasih yah sudah bayarin uang rumah sakit." ucap Tasya.
"Kakak minta maaf sudah membuat kamu sakit. Kakak sangat menyesal." ucap Darel.
"Lupakan saja kak." ucap Tasya.
"Kapan kamu akan pulang ke Pekanbaru? Raya dan Stevan merindukan kamu." ucap Darel.
Tasya terdiam.
"Kakak tidak memaksa kamu untuk pulang kok, kamu juga butuh istirahat." ucap Darel.
"Hum kakak benar, mungkin aku cukup lama di sini." ucap Tasya. Darel menghela nafas.
"Kamu jaga kesehatan yah." ucap Darel.
"Baiklah. Kakak juga jaga kesehatan." ucap Tasya.
Namun tiba-tiba Raya masuk ke kamar sambil menangis.
"Papah...." ucap Raya menangis.
"Kamu kok nangis? Kenapa?" tanya Darel.
"Suster marah Pah." ucap Raya.
"Marah kenapa?" tanya Darel, suster pun masuk ke kamar.
"Maafkan saya Pak, saya bukan marah namun Raya mau main keluar." ucap suster.
"Sudah tidak apa-apa, Suster istirahat saja." ucap Darel.
"Maafkan saya Pak, saya permisi." ucap Suster.
"Raya gak boleh seperti itu!" ucap Darel.
Darel melihat ternyata Tasya Belum mematikan handphone nya.
"Raya jangan nangis lagi, mau ngomong sama Mamah Tasya?" tanya Darel.
"Mau Pah." ucap Raya dia langsung menghapus air mata nya.
"Kamu ngomong sama Raya sebentar yah." ucap Darel.
Tasya yang dari tadi langsung menangis mendengar suara Raya mengangguk.
"Mamah.." panggil Raya.
"Iyah sayang. Ini Mamah." ucap Tasya.
"Mamah kapan pulang? Aku rindu Mamah." ucap Raya sambil menangis.
"Raya jangan nangis ya sayang, nanti Mamah pulang." ucap Tasya.
"Mamah bohong. Mamah gak sayang sama aku lagi." ucap Raya.
"Gak boleh ngomong seperti itu nak. Mamah sayang kok sama Raya." ucap Tasya.
Cukup lama mereka berbicara sampai Raya tertidur memeluk handphone Darel.
Ternyata Tasya menemani Raya sampai tidur.
"Raya! Raya!" panggil Tasya namun ternyata tidak ada jawaban, Darel mengambil handphone nya.
"Raya sudah tertidur." ucap Darel.
__ADS_1
"Oohhh." ucap Tasya.
"Kalau begitu udah dulu yah kak aku mau mandi." ucap Tasya. Darel menginyakan.
Darel menatap Raya ketiduran di karpet dia pun mengangkat ke kasur.
"Maafkan Papah yah nak, papah tidak bisa membuat Kalian bahagia." ucap Darel mencium kening anak-anaknya.
Setelah itu dia mengistirahatkan tubuh nya sebentar di samping Raya sementara Tasya dia merasa senang bisa berbicara dengan Raya dan Darel menanyakan kapan dia pulang.
Dia bukan mandi melainkan memilih keluar kamar mencari opah dan Omah nya.
"Bik! Omah mana?" tanya Tasya.
"Ada di kamar nya Non." ucap Bibi. Tasya berlari ke kamar Omah nya Tampa mengetuk dia langsung masuk.
"Omah! Omah!" panggil Tasya.
"Ada apa? Kamu sangat berisik!" ucap Omah melihat Tasya masuk ke kamar. Tasya langsung naik ke kasur.
"Aku mau pulang ke Pekanbaru malam ini Omah." ucap Tasya.
"Jangan aneh-aneh deh Tasya. Ini sudah malam." ucap Omah.
"Aku serius Omah, aku sudah memutuskan untuk pulang ke Pekanbaru." ucap Tasya.
"Bagus deh, omah Senang mendengar nya. Omah akan mengurus tiket kamu dan bisa Besok pagi berangkat." ucap Omah.
Tasya tersenyum.
"Makasih yah Omah." ucap Tasya langsung keluar.
Omah dan Opah hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Cucu mereka Masih seperti anak remaja.
Keesokan harinya Tasya di antar kan oleh Opah, omah ke bandara tidak ketinggalan dengan Bela dan Alex.
"Kamu hati-hati yah, semoga selamat sampai tujuan." ucap Alex. Tasya mengangguk.
"Makasih yah sudah mau nganterin aku ke sini." ucap Tasya.
"Ekhem-Ekhem!" Bela berdehem.
Tasya tersenyum.
"Kamu juga yah Bel makasi udah mau nganterin aku ke sini." ucap Tasya.
.Bela tersenyum mereka berpelukan.
"Udah gih masuk nanti kamu ketinggalan pesawat." ucap Omah, Tasya mengangguk mereka pun akhirnya berpisah.
"Omah Opah aku antar pulang yah." ucap Alex. Omah mengangguk.
"Terus aku pulang sama siapa?" tanya Bela.
"Loh bukannya kamu bawa mobil?" tanya Alex.
"Hehehe iya yah aku lupa." ucap Bela.
"Humm Bela modus." ledek Omah. Bela tersenyum.
"Ya udah kalau gitu aku pulang yah Omah, Opah. Kak Alex hati-hati bawa Omah." ucap Bela.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***