Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 284


__ADS_3

"Ada apa yah Pak?" tanya pak Yuda.


"Saya sarankan agar anak kita cepat menikah, putri saya sudah cocok untuk menikah. Dia juga sudah dewasa mereka sudah Cocok." ucap Ayah nya Tania.


"Tolong kasih waktu yah Pak." ucap pak Yuda.


"Baiklah saya mengerti. Kalau begitu bagaimana kerjasama kita akhir-akhir? tanggapan bapak seperti apa?" tanya Ayah nya Tania.


Karena mereka sudah lama kerja sama. Bahkan Keponakan Ayah nya Tania yang menjadi sekertaris pak Yuda.


"Seperti biasa Pak. Sangat lancar sekali, saya sangat beruntung bisa bekerjasama dengan perusahaan bapak. Kalau bukan bantuan Bapak mungkin tidak bisa sesukses ini." ucap pak Yuda.


Ayahnya Tania tertawa kecil.


"Kalau begitu tidak ada pilihan lain Bapak harus segera menikah kan Anak bapak dengan putri Saya."


"Saya tidak bisa mengatur semua nya pak. Itu semua tergantung pada putra saya." ucap Pak Yuda.


"Baiklah kalau begitu. Saya menunggu bulan ini." ucap ayah nya Tania. Setelah itu dia pun pergi. Tiba-tiba sekretaris pak Yuda datang.


"Sebaiknya pernikahan mereka di segerakan Pak. Saya takut kalau paman menghentikan kerja sama dengan perusahaan ini." ucap sekretaris nya yang bernama Fir.


"Yang kamu bilang benar, tapi semua nya tergantung pada Darel." ucap Pak Yuda.


"Darel sungguh sangat bodoh. Bisa-bisanya dia mengabaikan wanita seperti Tania." ucap Fir lagi.


"Lebih baik kamu kembali bekerja." ucap Pak Yuda. Fir mengangguk dia pun langsung pergi.


"Kalau sempat Ayah nya Tania mencabut kerja sama nya dengan perusahaan Saya. Hancur semua karier yang saya bangun. Ini tidak bisa di Biar kan." ucap Pak Yuda.


Karena sebelumnya Keluarga Tania memutuskan kerja sama karena Darel meninggalkan Tania. Namun Pak Yuda dan juga Bu Tima memohon agar tidak melakukan Itu, Sampai akhirnya Bu Tima janji akan memaksa anaknya menikah dengan Tania.


Tania sangat mencintai Darel karena dia merasa Darel pria yang sempurna itu sebab nya dia meminta bantuan Orang tua nya.


Seperti permintaan Orang tua Darel. Dia berhenti bekerja menjadi model karena ingin Tania menghabiskan waktu dengan Darel. Tania dengan senang hati melakukan itu.


Bu Tima baru saja mau tidur karena merasa kepalanya Pusing memikir kan Anak nya, namun tiba-tiba Suami nya menelpon.


Dia bertanya tentang Darel dan menceritakan kalau Calon besan mereka datang.

__ADS_1


Bu Tima mendengar itu semakin pusing. Sementara Tasya dari tadi melihat keluar berharap suami nya pulang.


"Kamu lagi lihatin Apa sih nak? Dari tadi kelihatan nya sangat gelisah sekali." ucap Bu Mita pada Tasya yang duduk di ruang tamu.


"Ini loh Bu sudah jam Lima Sore, kenapa kak Darel gak juga pulang-pulang? Sementara pesan-pesan ku tidak di balas satu pun." ucap Tasya.


"Jangan khawatir nak, mungkin dia tengah sibuk." ucap Bu Mita. Tiba-tiba ponsel Tasya berdering. Riski mengabari kalau dia sudah sampai di bandara.


Tasya terlihat sangat senang, supir langsung Otw menjemput dia ke sana. Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di rumah.


Riski langsung memeluk Tasya pertama kali. Tasya menangis karena sangat rindu. Begitu juga dengan Riski.


"Bagaimana kabar kamu sekarang dek? Kenapa kamu kelihatan sangat kurus sekali?" tanya Tasya.


"Aku baik-baik saja mbak, mungkin kurus karena olahraga saja. Mbak sendiri bagaimana kabar nya?" tanya Riski.


"Seperti yang kamu lihat, mbak baik-baik saja sekarang." ucap Tasya. Riski tersenyum dia mencium pipi kedua Tasya.


"Aku tidak bisa tenang sebelum melihat mbak. Dan sekarang perasaan ku lega melihat mbak baik-baik saja." ucap Riski. Tasya tersenyum.


Riski menyalim tangan Bu Mita.


"Ayah mana Bu?" tanya Riski. "Dia lembur Nak. Tapi dia sudah tau kok kalau kamu sudah sampai di sini." ucap Bu Mita.


Riski menggendong mereka berdua.


"Om Riski aku sangat kangen om." ucap Raya. "Om juga kangen kok, kalian sedang apa di kamar tadi?" tanya Riski.


"Aku sedang belajar Om, dan Stevan hanya menganggu saja, dia tidak mau main sendiri." ucap Raya. Riski mengendong mereka ke sofa.


Bibi membantu membawa Tas Riski ke kamar yang sudah di siapkan untuk nya. Mereka sangat asyik berbincang-bincang.


"Oh iya aku lupa Bu. Radit mana?" tanya tanya Riski. Dia baru ingat.


"Ya ampun baru ingat sama Keponakan sendiri. Ini dia." ucap Tasya langsung menjemput Radit yang di kasuh oleh suster di kamar.


Riski langsung meminta Radit agar bisa di gendong oleh nya.


"Ya ampun Ganteng sekali." ucap Riski.

__ADS_1


"Dulu waktu aku bayi di gendong juga gak Sama Om?" tanya Raya.


"Dulu om mau gendong, tapi mamah tidak boleh kan, karena om belum pandai." ucap Riski.


"Mamah Amel gak bolehin ya Om?" ucap Raya. Riski mengangguk.


Saat asyik berbincang-bincang tiba-tiba ada orang datang.


"Assalamualaikum." Ternyata Darel yang datang.


"Walaikumsalam." Jawab mereka bersama sambil menoleh ke arah pintu.


Riski sangat kaget melihat ada Darel di sana.


Dia mau berdiri namun di tahan oleh Tasya.


"Ngapain kakak ke sini lagi?" tanya Riski. Darel diam.


"Kamu dengerin Mbak dulu, kamu jangan emosi yah." ucap Tasya.


"Bagaimana tidak membahas emosi mbak? Pria yang membuat mbak sedih datang ke sini tiba-tiba." ucap Riski.


Sebenarnya Kak Darel sudah dua hari di sini, mbak dengan kak Darel sedang mencari jalan keluar dengan masalah yang mbak hadapi. mbak mohon jangan marah dulu." ucap Tasya.


Riski kebingungan.


"Apa maksud nya mbak? Apa mbak berbaikan lagi dengan kak Darel?" tanya Riski.


"Iyah Riski. Kakak mengaku kakak salah." ucap Darel. Riski memberikan Radit pada Bu Mita. Riski mendekati Darel, namun Tasya menahan Adik nya.


"Apakah kakak Masih memiliki akal sehat? setelah perbuatan kakak pada mbak Tasya kakak berbicara seperti itu?" ucap Riski.


"Kakak minta maaf, kamu sudah sepantasnya marah pada Kakak." ucap Darel. "Tidak cukup dengan kata maaf Kak. Kakak terlalu banyak menyakiti hati mbak Tasya. Tapi dengan gampang nya kakak meminta maaf dan juga berbaikan dengan mbak Tasya? Aku rasa ini sangat lucu sekali." ucap Riski.


"Sudah Riski, sudah dek. Kamu baru saja pulang, kak Darel juga baru pulang, nanti kalau ayah melihat ini dia pasti marah sama kamu." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.. Terimakasih 🙏***


__ADS_2