Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 139


__ADS_3

"Darel menyusul Tasya ke kamar dia memberikan obat mual dan mengoleskan minyak kayu putih ke badan Tasya.


"Huff aku tidak bisa makan seperti biasa lagi kak, aku bahkan tidak berselera lagi." ucap Tasya.


"Sudah jangan di paksa nanti kalau lapar makan lagi, sekarang kamu istirahat saja." ucap Darel membantu Tasya keluar.


"Kamu jangan terlalu memanjakan tubuh kamu, nanti kebiasaan." ucap Bu Tima pada Tasya, Tasya hanya diam merasa sangat segan.


Bu Tima hanya mengambil buah dan pergi ke ruang tamu. Bibik yang melihat tingkah Bu Tima berbeda dia kebingungan.


"Sudah gak apa-apa, kamu minum dan setelah itu minum obat yah, besok kita coba periksa." ucap Darel, Tasya mengangguk.


"Mamah kenapa bete aja sih dari tadi Papah perhatikan?" tanya papah Darel yang baru saja keluar dari kamar dan duduk di samping Bu Tima yang duduk di ruang tamu.


Bu Tima hanya diam saja.


"Papah nanya loh ini, kenapa gak di jawab?"


"Huff coba deh kamu berbicara sama anak kamu itu."


"Loh kenapa? apa yang harus di bicarakan dengan Darel?"


"Papah gimana sih? Papah tau kan kalau Tasya sudah hamil dan Darel akan mengumumkan pernikahannya." ucap Bu Tima.


"Loh bagaimana bisa? keluarga kita akan jadi bahan omongan kalau seperti ini."


"Nah itu dia Pah. Mamah sekarang pusing."


"Tapi kalau Tasya sudah hamil kita tidak bisa mengatakan apapun lagi Mah. Dari pada kita menanggung malu di esok hari karena kehamilan Tasya."


"Kan bisa di sembunyikan dulu Pah, Mamah sudah bilang untuk membiayai Tasya selama dia mengandung tapi dia harus meninggalkan Darel dan dia menikah dengan wanita pilihan kita Pah." ucap Bu Tima.


Sementara di kamar Darel memijit-mijit punggung Tasya agar bisa tidur.


Keesokan harinya Tasya dan Riski sudah ada di rumah makan bersama Bela dan juga adik nya. sebenernya Riski ingin membawa ponakan nya namun tidak di ijinkan oleh Bu Tima.


"Kamu makin cantik aja yah, sekarang pacaran sama siapa?" tanya Tasya pada Bela.


"Aku baru saja putus, aku sangat patah hati karena dia bermain belakang, tidak ada pria selama ini yang berani mempermainkan ku seperti itu."


"Oohh jadi kamu ke sini cuman mau nenangin hati doang? Maka nya kamu sebagai cewek gak boleh menghianati laki-laki." ucap Tasya.


Bela menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Kamu sendiri bagaimana dengan Alex?"


Tasya yang tadi nya tersenyum seketika senyuman di bibir nya hilang dia menoleh ke arah Riski.


"Jangan membahas nya lagi, aku tidak bersama dengan kak Alex dan aku tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi sama dia." ucap Tasya.


"Huff bagaimana bisa? Aku tau kalau kamu sangat mengangumi kak Alex dia juga sangat lah tipe kamu, baik, tampan, kaya dan pintar dia juga masih jomblo."


"Masalah nya aku tidak lagi mempunyai rasa sama dia karena aku sudah punya pasangan."


"Hah? Seriusan?"


"Iyahh aku sudah menikah sirih dengan nya."


"Jangan bercanda deh Tasya!"


"Awalnya aku menikah hanya karena terpaksa namun setelah semakin ke sini kami memiliki kecocokan dan akhirnya mengutarakan perasaan masing-masing dan akhirnya kami bersatu."


"Aku tidak percaya! Kamu sama sekali tidak cerita apa-apa sama aku. Kalau memang iya kamu menikah dengan siapa?"


"Aku menikah dengan kakak ipar aku sendiri, permintaan terakhir Mbak Amel adalah aku harus menikah dengan suami nya dan mengurus anak-anak nya."


Bela seakan tidak percaya dia tercengang lama sambil menatap wajah Tasya yang sangat serius.


Riski pun mengangguk.


"Itu artinya kamu menikah semenjak almarhum saudara perempuan kamu meninggal?" Tasya mengangguk.


"Kamu pembohong yang sangat handal, dan aku Teman yang sangat bodoh sehingga aku tidak tau kalau kamu sudah menikah pantesan saja Waktu itu ponakan kamu di bawa ke Bandung."


Tasya mengangguk.


"Maafkan aku sebelum nya tidak cerita apa-apa karena aku belum siap."


"Sekarang aku bisa menebak kalau kamu sedang hamil."


"Hah bagaimana kamu bisa tau?"


"Terlihat sangat jelas dari wajah kamu. dan tadi juga saat makan kamu muntah-muntah."


Tasya tersenyum.


"Tapi kenapa kelihatan nya kamu sedang banyak fikiran? Apa kamu tidak bahagia sama suami kamu? Apa dia jahat sama kamu?"

__ADS_1


"Dia sangat baik pada ku, dia sangat memanjakan ku, tapi masalah nya sekarang Keluarga ku dan keluarga dia inginkan kami berpisah."


"Loh kenapa?"


"Karena sebenarnya dari awal tidak ada yang setuju namun karena permintaan Mbak Amel semua nya harus menuruti nya karena menginginkan kesembuhan."


Penjelasan Tasya langsung di pahami oleh Bela.


"Terus sekarang keputusan kamu sama suami kamu seperti apa?"


"Mau tidak mau kami harus melanjutkan untuk mengadakan acara sekarang suami ku sedang mengurus berkas-berkas nya." ucap Tasya.


"Huff bagus lah kalau begitu suami kamu bertindak cepat, karena semakin di biarkan perut kamu besar yang malu bukan keluarga Suami kamu tapi keluarga kamu sendiri." ucap Bela.


Tasya mengangguk.


"Aku yakin kamu pasti bisa kok, aku percaya sama keputusan kalian, jangan perduli omongan orang lain."


"Tapi menurut kamu salah gak sih kalau aku menikah dengan kakak ipar aku sendiri dan juga salah gak kalau suami aku menikah dengan adik ipar sendiri yang jauh lebih muda dari diri nya?"


"Menurut orang lain itu sih sedikit aneh apabila suami kamu adalah orang terpandang terkenal di kalangan para pejabat dan juga orang-orang penting di luaran sana itu sebab nya orang tua nya terlalu menjaga reputasi anak nya."


Tasya menghela nafas panjang.


"Aku merasa tidak pantas menjadi istri kak Darel kalau seperti ini."


"Tidak boleh berbicara seperti itu! seharusnya kamu harus membuktikan kalau cinta kalian itu nyata semua orang harus tau kalau kalian memiliki cinta yang kuat." ucap Bela.


Bela menasehati Tasya sampai Tasya menangis karena tersentuh dengan semangat yang di berikan oleh teman nya itu.


Tidak beberapa lama Darel datang ke tempat itu.


"Loh kamu kok nangis sayang?" tanya Darel menghapus air mata Tasya.


Bela melihat Darel Seketika dia tercengang untuk pertama kalinya dia melihat Darel. Dia pikir Darel layak nya seperti om-om yang mempunyai anak dua sudah terlihat tua namun nyatanya tidak dia seperti melihat bujangan.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2