
Omah sama Opah bermain bersama Raya dan Stevan.
"Opah sudah pulang?" ucap Tasya yang baru keluar dari kamar. Dia memeluk Opah nya.
"Ada acara apa kalian ke Bandung? Tumben sekali." ucap Opah.
"Bela ulang tahun Opah, dia mengundang kita datang ke acara nya, karena kemarin dia sudah datang aku gantian untuk datang ke acara nya, sekalian juga aku merindukan kalian." ucap Tasya memeluk Opah nya lagi.
"Tinggal lah lebih lama, omah sama Opah masih sangat merindukan Kalian." ucap Opah.
"Kita hanya bisa Tiga hari Opah, aku juga bekerja, dan juga kak Darel harus mengurus beberapa pekerjaan nya, di tambah lagi ibu yang belum sembuh Sampai sekarang." ucap Tasya.
"Ya ampun sudah lama Ibu kamu tidak juga sembuh." ucap Omah. "Nah itu dia Omah, aku jadi bingung sekarang." ucap Tasya.
"Di tambah lagi Ayah sama sekali tidak perduli dengan ibu." ucap Tasya.
"Loh kenapa tidak perduli?" tanya Omah. "Ibu dengan Ayah awal nya bertengkar karena aku, ibu tidak suka melihat Ayah akrab dengan ku. Dan setelah itu diam-diam Ayah tidak pulang ke rumah." ucap Tasya.
Omah dan Opah terdiam.
"Aku ke sini sekalian mau bilang sama Omah untuk membujuk Ayah kembali seperti dulu, sabar dan selalu perduli pada ibu." ucap Tasya.
"Omah tidak bisa memaksakan Ayah kamu seperti itu, Tapi Omah berusaha mengingatkan ayah kamu." ucap Omah. Tasya mengangguk sambil tersenyum.
"Omah masak apa tadi?" tanya Tasya.
"Hum Omah masak Ayam sambel sama Sayur tumis dan juga untuk anak-anak kamu ada sup Ayam." ucap Omah.
"Wahh itu pasti sangat enak, aku boleh makan dulu gak Omah?" tanya Tasya.
"Kebiasaan deh Makan duluan, panggil suami kamu dulu." ucap Omah. Tasya memanggil Darel ke kamar.
"Kak ayo bangun, Omah sudah Masak ayo makan." ucap Tasya menarik tangan suaminya. "Hummm jangan ganggu kakak dulu," ucap Darel Masih sangat mengantuk.
"Ini sudah mau magrib kak, ayo bangun." ucap Tasya.
Tasya mencium bibir Darel.
"Ayo buruan bangun, kalau gak bangun kakak tidak Akan kebaikan makanan." ucap Tasya langsung turun dari kasur namun tiba-tiba Darel menahan tangan Tasya dan menarik nya ke atas nya.
"Bangun kak." ucap Tasya karena Darel kembali tidur setelah berhasil memeluk Tasya.
Darel menggeleng kan kepala nya. Tasya Tersenyum dia mencabut kumis Darel yang tumbuh.
"Aaa sakit." ucap Darel membuka mata nya.
Tasya tertawa.
__ADS_1
"Omah sama Opah udah nungguin sayang, ayo buruan bangun." ucap Tasya. Darel menatap Tasya.
"Kamu manggil apa tadi?" tanya Darel.
"Sayang!" ucap Tasya. Darel mencium pipi Tasya.
"Aku sangat suka kamu manggil seperti itu." ucap Darel. Tasya tersenyum.
"Ya udah buruan bangun kak." ucap Tasya.
Darel akhirnya bangun.
Mereka makan bersama di meja makan.
"Oh iya Darel bagaimana kabar Mamah papah kamu? mereka sehat-sehat saja kan?" tanya Opah.
"Sehat kok Opah." ucap Darel.
"Omah yakin orang tua kamu pasti sangat kesal karena Omah menyuruh Clara waktu itu pergi." ucap Omah.
"Jangan di bahas lagi Omah, dari sejak itu Mertua ku tidak pernah lagi menghubungi aku." ucap Tasya.
"Tapi dia sering mengabari kamu kan?" tanya Omah pada Darel. Darel mengangguk.
"Ya udah jangan berbicara lagi, kita Makan dulu biar Kenyang." ucap Tasya. "Kamu harus Makan yang banyak Tasya biar janin kamu sehat, omah sengaja masak sayur yang banyak agar kamu makan nya juga banyak." ucap omah.
"Humm masakan omah enak banget, Mamah harus belajar Masak dari Omah." ucap Raya.
"Bagaimana Mamah mau belajar masak, mencium bau bawang saja sudah membuat Mamah pusing." ucap Tasya.
Darel dan Omah tersenyum.
"Untung saja Aku mendapatkan suami yang tidak pemarah, kalau dia pemarah dan mempunyai selera yang tinggi, aku akan kuwalahan." ucap Tasya.
"Darel dari dulu selalu memanjakan istri nya, itu sebabnya Omah setuju kamu menikah dengan Darel." ucap Omah.
Tasya dan Darel tersenyum.
Setelah selesai makan Raya dan Stevan malah ingin tidur dengan Omah dan Opah sementara Tasya dan Darel duduk di ruang tamu karena Bela mau datang.
"Bela mana yah, kok lama banget sih. Aku pengen berbaring." ucap Tasya. "Sabar sayang." ucap Darel.
"Oh iya kak, nanti sebelum pulang kita singah ke resort yang terkenal di sini yah, aku sudah lama tidak kesana." ucap Tasya.
."Boleh juga tuh." ucap Darel. Tidak beberapa lama Bela datang.
"Assalamualaikum." sapa Bela.
__ADS_1
"Walaikumsalam. Akhirnya kamu datang juga." ucap Tasya memeluk Bela. Namun ternyata Alex juga datang.
"Eh kak Alex, kakak datang juga." ucap Tasya. Alex Tersenyum.
"Di paksa oleh Bela ke sini." ucap Alex. Tasya menoleh ke arah Bela.
"Iyah deh aku salah, tapi tidak mungkin aku sendirian ke sini malam-malam." ucap Bela. Mereka duduk bersama di ruang tamu.
"Senang deh akhirnya bisa ketemu lagi, aku sangat merindukan kamu." ucap Bela pada Tasya.
"Iyah aku juga senang. Tapi aku tidak senang dan sedikit kesal karena tidak jujur dari awal hubungan kamu dengan Kak Alex." ucap Tasya.
"Maaf, aku hanya malu saja, aku takut di ledekin." ucap Bela.
Tasya Tersenyum.
"Gak mungkin lah, lagian kamu cocok kok sama kak Alex. Iyah kan kak?" tanya Tasya pada Darel.
"Betul banget, biar Alex tidak menggangu istri ku lagi." ucap Darel.
Mereka langsung tertawa.
"Pak Darel Bucin banget yah, di Jaga baik-baik loh istri nya pak." ucap Bela.
"Owh sudah jelas dong, saya tidak Akan membiarkan pria-pria berhidung belang seperti kekasih mu mendekati istri saya." ucap Darel.
Mereka semua tertawa, apalagi Alex yang tertawa canggung karena malu mengingat masa itu."
"Raya sama Stevan mana Tasya? Aku sengaja ke sini sekalian mau melihat mereka, karena tidak mungkin acara Besok mereka ikut, aku juga membawa ini untuk mereka." ucap Bela.
"Kak panggilin mereka dong." Suruh Tasya.
"Bentar Yah," ucap Darel, dia pun pergi mengetuk pintu kamar Omah.
Tidak beberapa lama dia datang membawa Stevan dan Raya.
"Tante Bela." Raya langsung memeluk Bela. Raya ingatan nya cukup kuat ketika seseorang itu memberi kan nya mainan atau membawa nya jajan.
"Haii cantik, apa kabar? Nih Tante bawain kamu hadiah, yang ini untuk Adek." ucap Bela.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***