Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 104


__ADS_3

Namun tiba-tiba handphone nya yang di atas meja berdering.


"Bibik yakin itu adalah si Bapak." ucap Bibik. Tasya langsung melihat nya dan ternyata dugaan nya benar.


"Iyah, Halo. Assalamualaikum,"


"Walaikumsalam." jawab Darel.


"Kamu masih di rumah?"


"Humm aku Masih di rumah."


"Sebelum kamu ke kampus, boleh mampir ke kantor kakak dulu?"


"Mampir? Mau ngapain kak? jarak kampus ke perusahaan kakak sangat lah jauh." ucap Tasya.


"Kakak merindukan kamu," ucap Darel Dengan nada yang sangat manja.


Tasya menatap Bibik yang seperti nya penasaran apa pembahasan mereka.


"Humm baiklah aku akan menyempatkan diri ke sana."


Darel terdengar sangat senang.


"Aku menunggu mu Baby, Muacchhh!!!." panggilan segera di akhiri Tampa mengatakan apapun.


"Apa yang di katakan pak Darel Non?" tanya Bibik.


Tasya memerhatikan wajah Bibik yang sangat khawatir.


"Jangan-jangan Bapak tau kalau Senior non Tasya ke sini lewat CCTV."


"Emang CCTV ini terhubung pada nya?" tanya Tasya. Bibik mengangguk.


"Gawat nih kalau kakak Sampai tau." ucap Tasya.


"Tapi tadi gak marah-marah kan non?" tanya Bibik.


"Enggak kok Bik, namun kak Darel meminta ku datang ke kantor nya dengan alasan rindu." ucap Tasya.


Seketika Bibik memegang lengan Tasya.


"Matilah kita Non, ini pasti karena bapak sudah melihat CCTV. Bukan hanya Non saja yang kena pasti kami semua kena terutama security yang hari ini tidak bisa bekerja karena sakit." ucap Bibik.


Tasya jadi ikut panik namun dia berusaha biasa saja.


"Lebih baik aku segera siap-siap saja bik, titip anak-anak." ucap Tasya berlari ke atas.


"Ya ampun semoga saja nanti si Bapak tidak marah." batin Bibik.


"Kalau Papah tau Om Alex datang dia pasti sangat marah." ucap Raya semakin membuat Bibik khawatir.

__ADS_1


"Raya kok ngomong seperti itu?" tanya Bibik.


"Waktu di Bandung Papah cemburu sama om Alex itu sebab nya kami di usir pulang ke sini sama Omah." ucap Raya sambil memasang wajah bete.


Bibik duduk di lantai sambil memegang kepala nya yang tidak pusing.


"Papah selalu cemburuan terhadap Mamah Tasya padahal sama mamah Amel dulu tidak seperti itu." ucap Raya.


"Karena papah kamu yang sangat Cemburu an itu sebabnya Mamah Amel tidak mempunyai kawan Pria." ucap Bibik.


"Terakhir kali Bibik ingat Marah nya Papah saat kawan satu angkatan Mamah datang ke rumah, di saat Papah benar-benar sangat marah." ucap Bibik.


Raya hanya memasang wajah kesalnya saja.


"Aku tidak tau bagaimana Papah Besok kalau aku sudah punya pacar." ucap Raya.


Seketika Bibik tertawa ter ngik-ngik mendengar kan kata-kata Raya. Melihat ekspresi serius berbicara layaknya seperti orang dewasa dan membahas pacar.


"Bibik kenapa tertawa? Aku sedang bertanya bagaimana Papah Besok kalau aku mempunyai pasangan, dia pasti tidak mengijinkan dia datang ke rumah. Bisa jadi juga dia mengirim kan bodyguard untuk mengawasi ku." ucap Raya.


"Ya ampun Non Raya, Non raya itu masih sangat kecil sudah membahas pacar saja." ucap Bibik tidak berhenti tertawa.


"Ahh Bibik tidak seru." ucap Raya.


Bibik tidak berhenti tertawa.


"Lihat lah mandi saja masih di bantuin, baju nya Masih di sediakan sama suster, Makan Masih di siapkan sama Bibik, bisa-bisa berfikir mempunyai pacar." ucap Bibik.


"Bagus lah kalau begitu. Sudah Lima tahun non Raya di urus sama Bibik, Bibik juga Bosan." ucap Bibik.


"Kalau begitu aku akan bilang sama Papah kalau Bibik Bosan bekerja di sini." ucap Raya.


"Kalau non Raya ngomong seperti itu Bibik juga kaduin non Raya mau punya pacar padahal masih kecil." ucap Bibik sambil tertawa dan langsung berlari.


Raya yang takut di kaduin dia langsung mengejar Bibik, mereka saling kejar-kejaran di ruang tamu sehingga kedua nya kecapean.


"Aku nyerah deh Bik." ucap Raya, Bibik tertawa lagi.


"Anak kecil melawan orang tua sih." ucap Bibik.


Suster dan Stevan baru saja turun melihat Raya dan Bibik duduk di lantai dengan keringat yang bercucuran membuat nya penasaran.


"Ada apa Bu?" tanya Suster.


"Non Raya kata nya mau..." belum selesai berbicara Raya langsung menutup mulut Bibik dengan cara memeluk kepala Bibik.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Tasya yang baru Saja datang.


Semua nya langsung diam.


"Mamah cantik banget mau ketemu Papah. Aku yakin Mamah pasti mau menggoda papah biar gak marah kan?" tanya Raya dengan tatapan curiga.

__ADS_1


"Ayolah Raya kamu itu anak kecil tidak boleh berbicara seperti itu, dan kalau sama Bibik harus sopan." ucap Tasya.


"Iyah mah, aku salah. Lebih baik mamah segera berangkat nanti Papah semakin marah." ucap Raya.


Tasya melihat aneh dengan sifat Anak nya yang mengusir nya.


"kalian lagi nyebunyiin sesuatu yah?" tanya Tasya Curiga.


"Enggak kok mah, tanya aja sama Bibik. Enggak kan bik." ucap Raya mengajari Bibik.


"Iyah non gak ada kok, Non hati-hati di jalan yah semoga saja Bapak benar-benar tidak Marah." ucap Bibik.


"Baiklah kalau begitu Bik." ucap Tasya.


Setelah Tasya pergi Bibik tertawa lepas melihat ekspresi Raya.


"Maka nya non kalau masih kecil gak boleh bahas soal pacar." ucap Bibik lagi.


"Ihh Bibik kaya gak tau anak jaman sekarang saja." ucap Raya.


"Ya udah, ya udah Bibik minta maaf. Bibik hanya bercanda saja." ucap Bibik.


"Bibik benar jangan kasih tau Mamah sama papah yah." ucap Raya lagi.


"Kasih tau gak yah." ucap Bibik seketika membuat Raya merengek lucu membuat Stevan melihat nya tertawa.


Di tempat lain Tasya baru saja melewati kampus nya handphonenya sudah banyak pesan masuk dari pak suami nya.


"Kamu sudah di mana?"


"Ini sudah hampir jam 12."


Masih banyak lagi pesan namun Tasya sama sekali tidak membalas nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga. Tasya mau masuk melihat security sudah berbeda dari yang kemarin semua orang menyambut dan menyapa nya dengan baik dan sopan.


"Saya mau bertemu dengan pak Darel." ucap Tasya pada Mbak resepsionis.


"Silahkan Mbak " ucap resepsionis, Tasya pun langsung ke ruangan pak suami.


"Assalamualaikum!"


Tasya masuk ke ruangan itu tampa mengetuk, namun setelah masuk tidak ada siapa-siapa di dalam.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2