
"Aku suka mulut pria yang tidak bau asap rokok." ucap Tasya. Darel seketika terdiam.
"Kakak hanya merokok beberapa batang saja tadi habis mandi." ucap Darel.
"Aku tidak suka." ucap Tasya dengan nada menuntut.
"Humm baiklah, kalau mau mencium kamu kakak akan gosok gigi!" ucap Darel.
"Bukan itu yang aku mau, aku mau kakak berhenti merokok." ucap Tasya. Darel tersenyum.
Darel mengelus kepala Tasya yang Masih memakai mukenah dia tersenyum sambil mengangguk.
Tasya turun dari tempat tidur membuka mukenah nya sementara Darel berbaring di tempat tidur memandangi istri nya.
"Oh iya kak, kapan kakak membeli ini semua?" tanya Tasya.
"Tadi!" jawab Darel.
"Kakak mau Makan? Aku nyiapin makanan dulu yah." ucap Tasya. Darel mengangguk.
Istri nya segera keluar.
"Aku tau kamu hanya gugup saja, dan beralasan menyiapkan Makan malam." ucap Darel.
keesokan harinya Tasya bangun lebih awal namun ternyata Bibik melarang nya melakukan tugas-tugas di rumah karena perintah Suami nya.
Tasya akhirnya menurut saja, dia siap-siap berangkat ke kampus.
"Kak aku duluan berangkat yah." ucap Tasya baru saja turun dari atas, sementara Darel baru saja bangun dan menemani anak-anak nya bermain.
"Kenapa sangat cepat?" tanya Darel.
"Iyah mas aku lupa bilang sama kamu ada kegiatan anak-anak di pagi hari, aku pamit yah." ucap Tasya menyalim tangan suami nya.
"Kamu sama siapa berangkat?"tanya Darel.
"Sama Taksi Kak, kakak jangan terlalu khawatir." ucap Tasya berlari meninggalkan Anak-anak nya yang juga baru bangun.
Darel pun menitipkan anak-anak pada Bibik dia juga harus siap-siap ke kantor. Baru saja selesai mandi Ponsel nya berdering.
"Mamah! tumben sekali Mamah nelpon pagi-pagi." ucap Darel.
"Iyah Halo mah?"
"Selamat pagi nak, bagaimana kabar nya?" tanya Mamah Tima.
"Alhamdulillah sehat mah, di sana bagaimana kabar Mamah Sama Papah?" tanya Darel Balik.
"Papah kamu sedikit demam, tapi kamu jangan khawatir nanti juga sembuh." ucap Bu Tima.
"Humm kalau tidak sembuh secepat nya bawa ke rumah sakit yah mah." ucap Darel.
"Baiklah."
__ADS_1
"Apa yang penting banget mah sehingga Mamah nelpon pagi-pagi sekali." ucap Darel.
"Humm Mamah hanya ingin tau kabar anak dan cucu Mamah saja." ucap Bu Tima.
"Raya sama Stevan sehat kok mah sekarang mereka sudah banyak tuntutan dan juga aktif-aktif. Sekarang mereka lagi ada di bawah sama Bibik." ucap Darel.
"Istri kamu mana?"
"Tasya sudah berangkat ke kampus pagi tadi mah."
"Oohhh pantesan saja nelpon gak di jawab sama dia."
"Bagaimana hubungan kamu sejauh ini dengan Tasya?" tanya mamah.
"Do'akan saja yah mah supaya baik-baik saja." ucap Darel.
"Mamah selalu berdoa." ucap Mamah Tima.
Cukup lama mereka berbincang-bincang. Darel juga harus berangkat ke kantor dia pun mengakhiri panggilan telepon.
"Pah!" panggil Raya berdiri di samping Darel yang sarapan.
"Apa sayang?" tanya Darel.
"Aku Bosan di rumah saja." ucap Raya.
"Loh kok bosan? Kan ada Stevan teman main, mainan kamu juga banyak." ucap Darel.
"Pokoknya aku bosan di rumah, aku mau ikut papah ke kantor." ucap Raya.
"Pokoknya aku mau ikut!" ucap Raya.
"Ya udah Iyah! Sekarang ganti baju yang bagus." ucap Darel.
Tidak beberapa lama Darel duduk di kursi belakang bersama anak-anak nya dan supir di depan.
"Nanti kalau udah di kantor gak boleh nakal yah." ucap Darel.
"Oke papah." ucap Raya.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Semua orang melihat Darel turun dari mobil.
"Ya ampun kalau bos kita membawa anak seperti itu ganteng nya kelewatan banget. Seperti Di novel-novel." ucap wanita yang tergila-gila pada Darel.
Darel dengan pakaian formal, Stevan yang pakai pakaian formal sama seperti Papah nya membuat sangat lah keren di tambah lagi anak perempuan yang memakai dress warna hitam serta rambut yang tertata cantik dan juga kaca mata menempel di kepala nya membuat sangat cantik.
Mereka masuk ke dalam perusahaan.
Semua orang salut ternyata Raya dan Stevan sangat mengikuti gaya-gaya ayah nya yang sangat berwibawa.
"Selamat pagi Pak, ini jadwal hari ini." ucap sekretaris. Darel mengambil nya. Dan ternyata jadwal nya sangat lah padat.
Di melihat ke anak-anak nya.
__ADS_1
"Ya udah lebih baik aku bawa mereka ke ruangan ku dulu." batin Darel.
Namun baru saja di tengah perjalanan ke ruangan Stevan sudah lari mengejar kucing entah dari mana asal nya. Sementara Raya tetap berdiri anggun di samping papah nya yang belum sadar Stevan pergi.
"Loh Stevan mana Ya?" tanya Darel.
"Gak tau Pah." ucap Raya dengan Santai.
Darel seketika langsung panik semua orang di perusahaan sibuk.
Akhirnya Darel dapat di sudut ruangan gudang memegang kucing yang sudah mencakar wajah nya namun dia tidak mau melepaskan Masih sangat asyik bermain dengan kucing itu.
Raya yang melihat adik nya seketika menepuk jidatnya.
"Huff kalau seperti ini papah tidak akan membawa kita lagi ke sini dek." batin raya karena dia sudah sangat senang bisa pertama kali ke perusahaan papah nya sendiri.
Darel menggendong Stevan dan membawa nya keruangan nya, sekretaris segera membawa kan Obat untuk luka Stevan.
Setelah selesai di obati tinggal lah Darel dengan anak-anak nya.
Darel duduk menatap mereka berdua.
Namun tiba-tiba handphone nya Berdering panggilan dari istri nya.
"Kak apa benar anak-anak di bawa ke perusahaan kakak?" tanya Tasya.
"Humm benar." jawab Darel dengan suara lesu.
"Ada apa kak? kenapa Suara kakak sangat layu, mereka membuat kekacauan?" tanya Tasya.
"Nama nya juga anak-anak." ucap Darel.
"Aku Akan menjemput mereka ke sana." ucap Tasya.
"Jangan Mamah! Kami mau di sini." ucap Raya langsung karena mendengar mamah nya ngomong.
"Sudah biarkan saja mereka di sini," ucap Darel.
"Tidak bisa kak! Mereka akan menggangu jam kerja kakak." ucap Tasya.
"Selesaikan dulu pekerjaan kamu, setelah itu baru datang ke sini kalau kamu tidak lelah." ucap Darel.
"Baiklah." ucap Tasya pasrah. Dia melihat di postingan orang-orang yang sangat banyak memuji ketampanan suami nya dan juga anak-anak nya.
Bahkan banyak juga yang mengatakan mereka mau menikahi dengan Darel hanya memperbaiki keturunan. mereka tau nya Darel adalah Duda.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya..
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***