Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 129


__ADS_3

Darel terkejut dengan penjelasan google. Dia sangat ingat apa yang di katakan dan dia lakukan pada Tasya.


"Dia benar-benar menjaga nya, aku sudah mengatakan hal yang tidak benar." ucap Darel.


Dia menghela nafas panjang.


Di tempat lain Riski pamitan pada Ibunya untuk pulang ke rumah membawa anak-anak, namun Bu Adel tidak setuju, Riski yang tidak bisa di larang tidak mendengar kan kata-kata ibu nya membawa Stevan dan Raya.


"Om tadi malam aku mimpi mamah." ucap Raya.


"Kita ketemu Mamah sekarang." ucap Riski menenangkan Raya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di rumah.


"Raya, Stevan akhirnya pulang juga." ucap Bibi.


"Humm mbak Tasya sama kak Darel ada di dalam?" tanya Riski.


"Mbak Tasya seperti nya pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kerja Den, kalau Bapak baru saja berangkat ke kantor."


"Oohhh." ucap Riski.


Dia mengambil handphone nya menelpon Tasya, namun handphone Tasya tidak aktif.


"Loh kok gak aktif sih."


Dia mencoba lagi namun tidak aktif juga.


"Aku nyusul mbak Tasya ke kampus dulu yah bik. Suster! tolong jaga Raya dan Stevan.


Riski pun langsung berangkat karena dia merasa tidak nyaman sangat khawatir. Setelah sampai di kampus Riski langsung di hampiri oleh Dewi.


"Pas banget kamu di sini! Kamu pasti datang sama Tasya kan? mana dia?" ucap Tiwi.


"Loh justru saya datang ke sini mau bertemu dengan mbak Tasya."


"Dia sudah dua hari tidak datang." ucap Tiwi.


"Loh kalau mbak Tasya tidak ke sini, lalu dia kemana?" ucap Riski.


"Coba di telpon dulu, tidak mungkin dia pergi tidak pamitan sama sekali."


"Saya sudah mencoba menelpon dan mengirim kan pesan namun tidak masuk."


"Bagaimana dengan suami nya? Siapa tau Tasya pamit atau bilang kemana dia pergi."


Riski menelpon Kakak ipar nya. Darel yang kebetulan sedang bersama klien nya.


"Riski? Ada apa dia menelpon ku?"


"Permisi sebentar yah, saya mau menjawab panggilan." ucap Darel dan pergi.


"Iyah Halo Ki, ada apa?"

__ADS_1


"Mbak Tasya sedang bersama kakak sekarang?"


"Tidak! Emang kenapa?"


"Apa kakak tau kemana mbak Tasya pergi?"


"Palingan ke kampus Ki, dia pagi-pagi sudah berangkat, dia juga tidak mengatakan apa-apa pada kakak karena kamu tahu sendiri apa penyebab nya." ucap Darel.


"Aku sudah di kampus kak Tapi mbak Tasya tidak ada, aku mencoba menelpon nomor nya tidak bisa." ucap Riski.


"Kamu coba cari lagi yah, kakak akan segera pulang." ucap Darel tidak kalah khawatir.


"Bagaimana? Ada?" tanya Tiwi. Riski Menggeleng kan kepala nya.


"Ya ampun Tasya kamu kemana sih? Mana pak Candra nyariin dari kemarin." ucap Tiwi.


"Ya sudah kalau begitu saya pamit yah mbak, kalau ketemu mbak Tasya tolong kabari saya." ucap Riski meninggalkan nomor telepon nya.


Dia pun kembali ke rumah.


Sampai di rumah berharap ada Tasya namun tidak ada. Raya tau mamah nya tidak di temukan membuat nya panik dan ikut sedih.


Sementara di tempat lain Tasya sedang menyetir mobil nya dengan air mata bercucuran di pipi nya sehingga mata nya sembab.


Dia tidak tau kemana dia akan pergi namun dia memilih untuk menjalankan mobil tampa henti.


Dia tidak bisa mengatakan apapun selain menangis. Sadar tidak sadar dia sampai di kota kecil. Minyak mobil nya sudah hampir habis dia pun berhenti di warung kecil.


Perlahan dia turun dari mobil namun rasa sakit yang di ************ nya hampir membuat nya jatuh karena sangat sakit.


Dia melanjutkan perjalanan nya lagi hingga sampai di samping Danau.


Dia berjalan ke pinggir danau itu.


"Aaaaaa...!!! Aku benci semua ini, aku benci semua orang, aku ingin mati saja!" teriak Tasya.


Dia duduk lemah di tangga batu sambil menangis.


"Hati ku sangat sakit, apa yang harus aku lakukan aku kecewa ya Allah." ucap Tasya.


Cukup lama dia di sana sampai ketiduran.


Ibu-ibu pembersih jalanan melihat Tasya.


"Loh Kok malah tidur di sini sih?"


"Mbak! Mbak! Bangun, ini sudah sore kenapa mbak tidur di sini?" tanya ibu itu.


Tasya Terbangun dia terkejut melihat ibu yang ada di depan nya.


"Mbak kenapa tidur di sini? ini sangat kotor." ucap Ibu itu. Tasya berusaha untuk bangun.


"Kalau mbak capek lebih baik pulang, ini juga sudah Sore."

__ADS_1


namun Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Kalau begitu ayo istirahat ke rumah saya dulu, nanti kalau sudah tidak capek lagi mbak baru bisa pergi."


"Terimakasih Buk, tapi saya harus berangkat sekarang." ucap Tasya berusaha untuk berdiri.


"Ya ampun kenapa semakin sakit." batin Tasya. Dia hampir Saja mau jatuh dan untung saja Ibu itu menahan nya.


akhirnya dia di bawa ke rumah nya.


"Silahkan istirahat dulu mbak, rumah saya sangat kecil tidak apa-apa kan?" ucap Ibu itu tu.


Tasya hanya tersenyum.


"Nenek.." panggil anak kecil dari dalam kamar.


Tasya melihat anak perempuan itu seketika mengingat Raya dan Stevan.


"Kalau boleh tau nama mbak siapa? Dan mbak tinggal di mana? Atau ada keluarga yang akan menjemput?"


"Saya tidak mempunyai keluarga, saya hanya mau main saja namun tiba-tiba kepala saya pusing dan ketiduran." ucap Tasya.


Akhirnya Ibu itu meminta Tasya untuk istirahat di rumah nya dulu karena Tasya sangat pucat.


Di tempat lain Darel baru Saja sampai di rumah.


"Bagaimana? Kamu sudah bisa menelpon Tasya?" tanya Darel pada Riski.


Riski Menggeleng kan kepala nya dengan wajah yang sangat khawatir.


Darel meminta orang suruhan nya langsung mencari.


"Papah! Mama mana?" tanya Raya.


Darel menggendong Stevan sambil mengelus kepala Raya.


"Nanti Mamah nya juga pasti pulang kok, kamu sama adek jangan rewel yah, biar papah sama Om cari Mamah." ucap Darel.


Raya mengangguk dia harus mengerti dengan situasi.


Darel memeriksa ke kamar melihat baju Tasya masih utuh namun dia menemukan sebuah surat di bawah buku di nakas.


Dia mengambil dan membaca nya.


"Saat Kakak membaca surat ini aku mungkin tidak ada lagi di rumah, aku mohon jangan mencari ku. Aku titip anak-anak jaga baik-baik yah dan jangan biarkan mereka mencari ku. Aku hanya pergi menenangkan diri."


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2