
Tasya dan Stevan pergi mandi karena hari sudah sore.
Tidak beberapa lama mereka turun ke bawah dan melihat Tasya yang Makan sambil di nasehati oleh Darel.
Tasya membawa Stevan duduk di ruang tamu. setelah selesai makan Darel memandikan Raya.
"Raya sampai sekarang gak mau ngomong juga nih?" tanya Darel pada Raya.
"Raya tau gak kalau yang Raya lakukan itu adalah dosa, Raya mengabaikan Papah. Bahkan juga marah pada Tante Tasya dan Stevan." ucap Darel.
"Raya adalah kakak Stevan, Raya yang akan jadi contoh untuk dia, jadi Raya harus melakukan yang terbaik." ucap Darel.
Raya tiba-tiba menangis. Darel langsung memeluk Raya.
"Papah mau mulai dari sekarang Raya jangan seperti ini lagi yah. kalau Raya seperti ini Tante Tasya tidak Akan betah dia Akan kembali ke Bogor." ucap Darel.
Raya menggelengkan kepalanya.
"Aku minta maaf Pah." ucap Raya.
"Raya jangan minta maaf sama papah, minta maaf sama Tante Raya dan Stevan yah." ucap Darel.
"Seharian Tante Tasya merasa bersalah dia khawatir sama raya, apa Raya tega membuat Tante Tasya sedih?" ucap Darel.
Raya memeluk papah nya.
"Aku minta maaf Pah. Aku janji gak seperti itu lagi." ucap Raya, Darel tersenyum dia mengelus punggung Raya.
"Ya udah kita turun ke bawah yok." ajak Darel mereka pun turun ke bawah.
Stevan melihat Papah nya dia langsung berlari ke Darel dari tadi papah nya tidak mengurungkan nya.
"Papah... Papah..." ucap Stevan. Raya tersenyum dia melihat Raya yang memegang celana Papah nya.
"Ayo sini sayang." ucap Tasya pada Raya.
Raya langsung menangis dan memeluk Tante nya.
"Aku minta maaf Tante. Aku janji gak seperti itu lagi." ucap raya.
"Udah Tante maafin kok," ucap Tasya tersenyum memeluk Raya.
"Raya juga minta maaf sama Adek. Adek juga minta maaf Sama kakak." ucap Tasya. Mereka pun bersalaman.
"Mulai dari sekarang gak boleh gitu lagi yah." ucap Darel, Raya mengangguk.
"Udah jangan Nangis lagi. Malam ini Raya tidur sama Tante Tasya aja, biar Adek tidur di dekat Papah." ucap Darel, Raya mengangguk dia memeluk raya.
Darel menatap Tasya sambil tersenyum.
Namun Tasya langsung mengalihkan pandangannya.
Mereka bermain bersama. Darel mencoba untuk dekat dengan Tasya namun Tasya selalu menghindar.
"Sini biar Papah bantu." ucap Darel pada Raya yang minta tolong pada Tasya memasang Kepala Barbie nya.
Darel duduk di dekat Tasya namun Tasya langsung menghampiri Stevan.
__ADS_1
Darel melihat Tasya menghela nafas panjang. Dari tadi dia berusaha untuk duduk bareng Tasya namun Tasya nya sengaja menghindar.
"Papah mau mandi dulu yah." ucap Darel pada Raya.
Darel pergi meninggalkan mereka di ruang tamu. Tasya hanya melihat nya saja.
Tidak terasa hari semakin malam Stevan dan Raya sudah masuk ke kamar sementara Tasya menjawab telepon keluar.
Darel melihat dari jendela Tasya yang senyum-senyum sambil berbicara.
"Papah.. Papah." panggil Raya dari atas. Darel menoleh ke atas.
"Iyah sayang kenapa?" tanya Darel.
"Tante Tasya mana?" tanya Raya.
Darel melihat Tasya Masih asik menelpon.
"Humm ini adalah alasan ku." batin Darel.
"Bentar yah, papah panggil dulu." ucap Darel. Raya mengangguk.
Darel menyusul Tasya. Tasya menoleh ke arah Darel.
"Bentar kak, aku lagi bicara sama Temen ku." ucap Tasya langsung. Darel jadi tidak enak mau ngomong.
"Iyah kak, seperti nya Minggu depan aku sudah bisa ke Bogor, kita bisa berteman aku juga tidak sabar." ucap Tasya.
"Kakak? Pria mana yang di panggil oleh Tasya dengan sebutan kakak selain aku." gumam Darel sambil memasang wajah cemburu.
Tidak kuat mendengar percakapan mereka Darel masuk ke dalam.
"Kamu panggil sendiri aja yah. Papah ada kerjaan sebentar." ucap Darel.
Tidak beberapa lama akhirnya Tasya kembali ke kamar bersama Raya.
Dia melihat Darel yang sangat asik bermain dengan Stevan.
Karena sangat asik bermain Stevan keringatan lagi.
"Kakak! Kakak apakan Stevan? dia sampai berkeringat seperti ini." ucap Tasya langsung.
"Hanya bermain saja." ucap Darel.
"Ya ampun kak, dia sudah mandi mana mungkin malam-malam seperti ini mandi lagi dia tidak akan nyaman tidur kalau berkeringat." ucap Tasya.
Darel mengambil remote AC membuat suhu AC semakin dingin.
Tasya menatap Darel. Darel langsung tersenyum.
"Kamu abis telponan sama siapa!" tanya Darel.
"Kepo deh " ucap Tasya sambil membuka baju Stevan.
Darel menatap Tasya.
"Sya! Kamu jangan coba berbohong." ucap Darel.
__ADS_1
"Kakak aneh banget sih." ucap Tasya.
Darel diam dia duduk di karpet sambil bermain handphone.
"Aku mau ngisi botol dulu kak, Titip Mereka yah." ucap Tasya. Darel mengangguk.
"Raya! Jagain Adek yah, papah keluar sebentar jangan keluar nanti Tante Tasya marah lagi." ucap Darel dan langsung keluar.
"Tasya! Tasya!" ucap Darel menahan Tasya.
"Kakak ngapain?" tanya Tasya.
"Kamu sengaja yah mau menghindari kakak? Kamu mengabaikan kakak?" tanya Darel.
Tasya memasang ekspresi heran.
"Kakak kenapa sih? Dari tadi Aneh banget." ucap Tasya.
"Kamu jangan pura-pura tidak tau.kamu sengaja menghindari kakak kan?" tanya Darel lagi.
Tasya Menghela nafas panjang.
"Tasya.. Kamu tau kalau Kakak menyukai kamu, kenapa Kamu melakukan itu? Tampa kakak kasih tau kamu pasti paham." ucap Darel.
Tasya terdiam.
"Berikan kakak kesempatan untuk membuat kamu juga menyukai kakak." ucap Darel.
"Kakak bela-belain cepat pulang dari kantor biar bisa menghabiskan waktu bersama, percuma saja kakak ke kantor kalau selalu memikirkannya Kamu." ucap Darel.
Tasya menatap mata Darel.
"Yang kakak lakukan membuat aku risih," ucap Tasya langsung. Darel diam.
"Apa kamu tidak mau mencoba membuka hati untuk kakak? apa sudah ada pria Lain di hati kamu?" tanya Darel.
"Ya ampun susah banget sih berhadapan sama orang yang lebih tua, langsung-langsung aja." batin Tasya.
"Maksud nya bukan gitu kak." ucap Tasya.
"Apa Kakak begitu jelek? apa Kakak tidak pantas mencintai kamu?" tanya Darel.
"Huff dasar bapak posesif." ucap Tasya langsung meninggalkan Darel. namun Darel menahan Tasya.
Darel menatap mata Tasya.
"Boleh kakak memeluk kamu?" tanya Darel. Tampa jawaban Darel langsung memeluk Tasya.
"Kamu tau kakak tidak bisa tidak memikirkan kamu satu jam Saja." ucap Darel.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***