
"Aku tidak mudah di bohongi, kamu keluar masuk hotel bersama dia, bahkan aku tidak pulang ke rumah kamu bersama dia." ucap Bela. Alex menghela nafas panjang.
"Kamu itu salah paham, aku hanya mencintai kamu, aku dengan dia hanya sebatas pekerjaan saja, kamu. Bisa tanya kan pada Asisten ku." ucap Alex.
Bela terlihat sangat tidak percaya, dia turun dari kasur mencari kan baju untuk Alex.
"Ganti sendiri! Aku mau menukar sprei." ucap Bela dengan nada yang sangat judes.
Alex hanya bisa diam mengikuti perintah Bela.
Bela melihat Alex masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Tidak beberapa lama dia keluar dari kamar mandi dia memerhatikan Bela yang merapikan kasur setelah di ganti sprei nya.
"Kamu masih marah yah sama aku? Kamu hanya salah paham." ucap Alex. Namun Bela diam saja.
Alex menghela nafas panjang.
"Aku bingung menjelaskan seperti apa sama kamu, sementara aku juga bingung dengan status kita sekarang." ucap Alex. Bela menoleh ke arah Alex.
"Kamu tidak ada memberi kepastian hubungan kita sebagai apa sekarang, pacar kah, tunangan kah, calon istri atau teman atau sekedar pemuas nafsu aku tidak tau." ucap Bela.
Alex menatap Bela.
"Kalau begitu jadilah kekasihku, aku mencintai kamu." ucap Alex memegang tangan Bela.
Bela terdiam.
"Aku sangat trauma dengan kata pacar itu sebabnya aku tidak meminta kamu jadi kekasih ku, namun sekarang aku memberanikan diri untuk mengatakan ini, aku membuktikan kalau aku benar-benar mencintai kamu." ucap Alex.
Bela tetap diam.
"Menikah lah dengan ku." ucap Alex. Bela Seketika tertegun. "Jangan bercanda deh, aku lagi serius." ucap Bela.
Alex menggeleng kan kepala nya.
Dia berjalan ke arah meja dan membuka laci dia mengambil Kotak dari dalam dan memberikan pada Bela.
"Aku tau kamu belum siap untuk ini semua, kalau kamu belum yakin maka jadilah pacarku, jadikan aku satu-satunya pria yang di hati kamu." ucap Alex.
Bela mengangguk sambil tersenyum.
"Aku mau jadi pacar kamu." ucap Bela. Alex langsung memasang kan cincin di jari Bela.
__ADS_1
"Biasa nya momen seperti ini adalah pertunangan, namun aku akan mengganti yang baru jauh lebih mahal lagi untuk acara pertunangan kita nanti. Aku janji akan berusaha lebih keras lagi demi kamu Dan masa depan kita." ucap Alex.
Bela langsung memeluk Alex.
"Terimakasih. Ini sudah cukup kok, aku sudah sangat senang." ucap bela.
Alex memeluk Bela. "Aku mohon hidup lah dengan ku, aku tidak bisa hidup tanpa kamu." ucap Alex.
Bela tersenyum sambil mengangguk.
Di tempat Tasya dia baru saja selesai menyuapi anak-anak nya makan.
"Assalamualaikum!" Darel baru saja pulang dia langsung mendekati Tasya yang duduk di sofa mencium kening nya.
"Tumben banget jam segini baru pulang kak?" tanya Tasya.
"Biasa di kantor banyak banget kerjaan. Nih aku bawain kue untuk kamu." ucap Darel.
Tasya mengambil nya dan memanggil anak-anak nya.
"Kamu gak mau?" tanya Darel, Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Kamu kenapa Sayang? Aku baru pulang kamu sudah cemberut seperti ini." ucap Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Kalian makan dulu yah." ucap Darel pada anak nya dan mengikuti Tasya ke kamar.
"Ibu masih marah sama kamu yah? Dia belum mau berbicara sama kamu?" tanya Darel dengan lembut. Tasya menoleh kearah Darel sambil memasang wajah cemberut.
"Aku juga tidak paham kenapa ibu seperti itu Kak. Aku sudah berusaha mengambil hati nya, merawat nya tapi tetap saja dia tidak suka. Dan aku sadar semakin banyak aku mengajak nya berbicara dia semakin marah." ucap Tasya.
Darel duduk di pinggir kasur sambil berfikir.
"Mungkin Ibu kamu memiliki masalah di masa lalu itu membuat nya seperti ini." ucap Darel.
"Aku tidak tau kak, aku dari kecil sudah tinggal sama Omah." ucap Tasya.
"Bagaimana kamu bertanya pada Omah atau Opah, bisa juga kamu bertanya pada Ayah kamu." ucap Darel.
"Sebelum nya aku sudah bertanya Kak, mereka hanya bilang Ibu tidak menyukai ku mungkin karena saat itu dia ingin anak laki-laki namun ternyata yang lahir adalah perempuan." ucap Tasya.
Mendengar itu Darel sudah merasa sakit hati walaupun itu bukan dia, namun dia salut melihat istrinya yang terlihat biasa saja.
"Jadi kamu mau melakukan apa sekarang?" tanya Darel.
__ADS_1
"Aku mau merawat Ibu Kak, aku mau merawat nya seperti dia merawat aku bayi dulu." ucap Tasya.
Darel memegang tangan Tasya.
"Semangat yah sayang jangan putus asa, aku yakin sekeras-kerasnya watak Ibu dia pasti akan luluh dengan sifat kamu yang perduli pada nya." ucap Darel.
Tasya mengangguk sambil tersenyum.
"Humm bagaimana malam ini kita jalan-jalan keluar yok, kamu juga harus butuh suasana yang berbeda agar tidak terlalu pusing aku takut anak kita kenapa-kenapa." ucap Darel mengelus perut Tasya.
"Aku baik-baik saja kak, aku harus istirahat aku harus ke kampus pagi besok." ucap Tasya.
"Oohh ya udah kalau begitu. Kakak mandi dulu yah." ucap Darel.
Tasya pun mengambil pakaian ganti untuk Darel.
Setelah selesai memilih pakaian untuk suami nya dia pun keluar.
Dia melihat Ibu nya ke kamar.
"Ibu sudah tidur yah?" tanya Tasya. namun buk Adel tidak menjawab nya.
Tasya mendekati dan ternyata benar sudah tidur, dia membenarkan selimut ibu nya.
Dia duduk di pinggir kasur sambil mengelus kepala Ibu nya.
"Ibu semakin hari semakin kurus, kesehatan ibu semakin berkurang aku sangat khawatir tapi ibu tidak mau melakukan apapun yang tidak ibu suka." ucap Tasya.
"Ibu boleh membenci ku sampai kapan pun itu tidak masalah bagi ku, tapi aku mohon jangan menolak semua kebaikan ku, aku ingin merawat ibu sampai sembuh." ucap Tasya.
"Aku mungkin anak yang ibu benci tapi hanya aku satu-satunya yang ada di sini untuk menjaga ibu. Mbak Amel pasti sangat sedih melihat ibu seperti ini dan kalau Riski tau dia pasti tidak fokus dengan kuliah nya." ucap Tasya.
Dia mengusap kepala Ibu nya, menatap wajah Ibu nya tidak terasa dia menangis.
"Aku ingin sekali saja di perlakukan baik oleh Ibu, di anggap ada oleh ibu." ucap Tasya dia menahan suara tangis nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***
__ADS_1