Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 225


__ADS_3

"Kalau begitu kami permisi Dulu yah pak." ucap Candra langsung meninggalkan Tasya, tidak lupa memberikan ponsel Tasya kembali.


Darel membawa istri nya pulang terlebih dahulu.


"Tenang kan diri kamu dulu." ucap Darel memberikan Minum pada istri nya setelah sampai di rumah.


"Mamah kenapa Pah?" tanya Raya.


"Stevan, Raya main dulu yah, mamah lagi gak enak badan." ucap Darel. Raya mengangguk.


"Ayah selingkuh dengan buk Mita Kak." ucap Tasya. Darel terdiam. "Ternyata kecurigaan aku selama ini benar. Ibu tidak jarang mengigau mengatakan ayah pergi dengan perempuan lain, ternyata semua nya terjawab sudah." ucap Tasya.


Darel memeluk Tasya.


"Maafkan aku yang tidak bisa membantu kamu Tasya, karena sebelumnya kakak juga sudah Curiga." ucap Darel. Tasya menatap wajah Darel.


"Apa maksud kakak?" tanya Tasya.


"Kakak juga sudah curiga, saat itu kakak berniat untuk mencari tahu dan tidak sengaja melihat buk Mita dengan ayah kamu masuk ke hotel yang sama." ucap Darel.


"namun karena waktu itu kamu percaya Ayah kamu setiap l, kakak merasa bersalah sudah mencurigai, kakak memutuskan untuk tidak mencari tahu nya." ucap Darel. Tasya tidak berhenti menangis.


"Riski juga sempat Curiga dia mencari tahu sendiri namun tidak menemukan apapun, dia bertanya pada ayah kamu langsung dia tidak jujur sama sekali." ucap Darel.


Tasya semakin menangis. "Ayah sangat aku percaya, namun kenapa harus seperti ini yang di lakukan pada kami." ucap Tasya.


"Kamu yang sabar yah Sayang." ucap Darel mengelus kepala Tasya.


Tasya tidak habis pikir dengan ayah nya. Sementara di tempat lain Buk Mita sangat khawatir dia takut kalau Tasya terlanjur membenci nya sebelum dia tau kalau dia adalah Ibu kandung nya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya pak Ahmad duduk di samping buk Mita. "Aku semakin bingung bagaimana menjelaskan pada nya kalau aku adalah ibu kandung nya, dia pasti tidak akan mau mendengarkan ku." ucap buk Mita.


"Kita pasti menemukan jalan keluar nya, kamu jangan khawatir yah." ucap pak Ahmad memeluk Buk Mita.


Keesokan harinya.


"Sayang kamu yakin baik-baik saja?" tanya Darel pada Tasya yang memutuskan untuk di rumah saja hari ini.


"Kakak jangan khawatir, aku hanya ingin menenangkan diri saja." ucap Tasya.

__ADS_1


"Baiklah sayang, kabari kakak kalau ada sesuatu yah." ucap Darel mencium kening Tasya dan langsung keluar.


"Raya, Stevan temani mamah di dalam istirahat yah." ucap Darel. Raya menginyakan mereka pun langsung masuk ke dalam.


Darel mau berangkat namun dia melihat mobil mertua nya datang memasuki halaman rumah.


"Selamat pagi nak, ayah datang ke sini mau bertemu dengan Tasya. Dia ada kan?" tanya pak Ahmad. Darel melihat buk Mita berjalan di belakang pak Ahmad.


"Bukan nya saya melarang nya pak, tapi seperti nya Tasya ingin sendiri." ucap Darel. Pak Ahmad dan Buk Mita terdiam.


"Apa yang harus saya lakukan untuk bapak? Saya minta maaf sekali lagi." ucap Darel.


"Tidak apa-apa nak, mungkin Tasya sangat kecewa. Tapi tolong beritahu dia kalau Ayah ingin menceritakan sesuatu." ucap Pak Ahmad.


"Saya akan menyampaikan nya nanti pak." ucap Darel.


"Tapi Tasya baik-baik saja kan? Dia tidak sakit kan?" tanya buk Mita Sangat khawatir.


"Tasya baik-baik saja kok buk, mungkin karena hamil sedikit lemas." ucap Darel. "Baiklah Pak, buk, saya harus ke kantor sekarang." ucap Darel.


"Iyah nak, kamu juga pulang saja." ucap pak Ahmad.


"Pak saya mau memeriksa kembali file yang saya berikan kemarin." ucap Ajeng, Darel mengangguk.


Darel duduk di kursi nya, namun tidak bisa melupakan kejadian di keluarga istri nya.


Tiba-tiba dia mengingat dulu cerita almarhum istri nya.


Flash back...


"Amel kamu kenapa?" tanya Darel pada Amel yang duduk sendirian di balkon kamar sampai di malam hari.


"Mas Darel, kamu sudah pulang.?" ucap Amel.


"Kenapa kamu termenung di sini? Ini sudah malam tidak baik untuk kesehatan kamu yang lagi hamil tua." ucap Darel.


"Aku lagi memikirkan Adek ku yang tinggal di tempat Omah mas, dia sedang membutuhkan biaya, namun ibu melarang memberikan uang karena itu bukan anak nya." ucap Amel.


"Hah! Maksud kamu bagaimana?" tanya Darel.

__ADS_1


"Iyah Mas, ibu gak bolehin aku ngasih uang untuk bayar kuliah dia." ucap Amel.


"Sudah lah jangan di ambil pusing, kirim saja melalui kartu ku, Lagian ibu kamu tidak akan tau." ucap Darel. Amel tersenyum.


"Terimakasih yah mas, kalau bukan aku yang membantu nya siapa lagi." ucap Amel. "Loh kenapa orang tua kamu sangat membenci Adik kamu?" tanya Darel.


"Tasya bukan lah anak dari ibu ku, aku dengan dia berbeda Ibu." ucap Amel. Namun saat itu Darel sangat cuek tidak perduli dengan status orang lain dia langsung mengalihkan pembahasan membawa istri nya masuk ke dalam.


Flash back Off...


"Pak Darel! Pak!" panggil Ajeng. Darel langsung sadar.


"Iyah ada apa?" tanya Darel.


"Bapak lagi banyak pikiran yah? Kenapa melamun? Dari tadi saya berbicara bapak tidak mendengar kan." ucap Ajeng.


"Maaf-maaf, saya kurang fokus, kamu bisa mengulangi nya lagi?" ucap Darel. Ajeng pun langsung menjelaskan kembali. Tidak beberapa lama akhirnya selesai, Darel pun langsung menandatangani.


"Oh iya Pak. Apa bapak jadi cuti selama satu bulan itu?" tanya Ajeng. "Seperti nya jadi Ajeng, tapi saya belum tau kapan menentukan tanggal nya, nanti kalau sudah dapat waktu yang tepat saya akan mengabari kamu." ucap Darel.


"Baik Pak, saya hanya takut nanti banyak orang yang kecewa karena sudah tanda tangan perjanjian kerja." ucap Ajeng.


"Saya paham kok, kamu jangan terlalu ambil pusing." ucap Darel. Ajeng pun mengangguk setelah itu dia pun permisi untuk keluar.


Di tempat lain, Tasya melihat Raya dan Stevan main handphone di tempat tidur nya.


"Kalian lagi apa nak?" tanya Tasya.


"Kami lagi nonton Mah, papah nyuruh untuk menemani mamah tapi gak boleh berisik." ucap Raya. Tasya tersenyum.


"Sudah makan pagi belum?" tanya Tasya.


"Sudah dong Mah. Mamah gak makan pagi? Kasihan nanti Dede nya kelaparan." ucap raya.


Tasya tersenyum, "Ya udah mamah bangun nih, bantuin mamah turun ke bawah yah." ucap Tasya. Mereka berdua dengan sigap membantu.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya. Biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***


__ADS_2