
Omah dan Bu Mita melihat Candra datang membiarkan mereka di dalam. Tenang saja ada Raya dan Stevan yang sedang bermain dengan Dedek nya.
"Nih untuk kamu dan Anak kamu."' ucap Candra.
Tasya berusaha untuk duduk.
"Tidak apa-apa kamu berbaring saja." ucap Candra. Tasya tetap berusaha untuk duduk.
"Apa ini?" tanya Tasya.
"Buka lah." ucap Candra.
Tasya membuka nya. Dia sangat senang di berikan bantal tidur Dan juga Baju untuk anak nya.
"Kamu kok tau sih aku butuh ini?" ucap Tasya. Candra tersenyum. "Makasih yah." ucap Tasya. Candra mengangguk sambil tersenyum.
"Humm ngomong-ngomong kamu kemana dua hari tidak datang bahkan tidak mengatakan apapun Sama aku." ucap Tasya.
"Oohh saya mempunyai kerjaan yang tidak bisa di tinggal kan, saya sudah berbicara dengan ibu Kamu." ucap Candra.
"Tapi ibu tidak mengatakan apa-apa." ucap Tasya.
"Sudah lah, lupakan saja. saya sudah di sini." ucap Candra. Tasya menatap wajah Candra. "Ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan? Ada apa?" tanya Tasya.
Candra Menggeleng kan kepala nya.
"Tidak ada kok, kamu jangan mengkhawatirkan aku, khawatir kan diri kamu sendiri dulu." ucap Candra. Tasya Menghela nafas panjang.
"Aku yakin sekali kalau kamu sedang ada masalah. Mata kamu tidak bisa berbohong. Ada apa?" tanya Tasya.
Candra diam, dia seperti berfikir bercerita atau tidak. Saat mau membuka mulutnya tiba-tiba Bu Mita datang.
"Tasya ada Darel di luar, apa dia boleh masuk?" tanya Ibu nya.
"Papah!" ucap anak-anak. Mereka keluar melihat Darel.
Tidak mungkin Tasya menolaknya, tiga anak nya di dalam kamar itu.
"Suruh masuk saja Bu." ucap Tasya.
Bu Mita mengangguk. Darel masuk dia melihat Candra lagi.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Darel. Tasya berusaha untuk bangun, langsung di bantu oleh Candra di saat Darel juga mau membantu nya.
"Sudah sudah lebih baikan sekarang." ucap Tasya.
Darel menoleh ke arah Candra.
"Apa saya boleh berbicara dengan kamu?" tanya Darel.
"Saya akan permisi Keluar sebentar." ucap Candra namun dia tahan oleh Tasya. "Kamu di sini saja." ucap Tasya.
"Tapi saya mau membahas tentang kita berdua." ucap Darel keberatan sekali kalau ada Candra di sana.
"Kalau kakak tidak suka dia di sini, kakak saja yang pergi dari sini." ucap Tasya. Darel langsung terdiam ketika Tasya berbicara seperti itu.
"Baiklah-baiklah kalau begitu. Tidak masalah kalau dia ada di sini, tapi jangan ikut campur." ucap Darel. Tasya dan Candra hanya diam saja.
"Kenapa kamu meninggalkan rumah Kita? Kenapa kamu memilih untuk tinggal di sini? Saya tidak pernah melarang kamu di sana. Bahkan semua nya yang saya berikan pada kamu, kamu kembali begitu saja." ucap Darel.
"Aku bisa menafkahi diri ku dan juga anak-anak, aku mempunyai orang tua yang benar-benar Baik dan mau mengijinkan aku tinggal di sini." ucap Tasya.
"Saya tau kamu Masih marah pada saya. Pada keluarga saya. Tapi kewajiban saya adalah menafkahi Kalian. Karena kamu Masih istri Ku." ucap Darel.
Tasya Mengambil Surat dari atas meja. "Aku sudah menandatangani nya. Kita sudah sah untuk bercerai. Kakak bebas sekarang." ucap Tasya memberikan Surat itu pada Darel.
"Papah sama mamah kenapa bertengkar? Kan Papah baru datang." ucap Raya. Candra langsung membawa mereka keluar.
"Ayo keluar, kita beli jajan yang banyak." ucap Candra.
Darel Menghela nafas panjang.
"Aku akan menghargai semua keputusan yang di buat oleh keluarga kakak, aku sama sekali tidak Keberatan." ucap Tasya.
"Saya yang Keberatan. Saya tidak mau berpisah dengan orang yang Sangat saya cintai untuk kedua kalinya. Saya tidak mau. Dan saya tidak mencintai Tania." ucap Darel meninggikan suara nya.
Tasya menatap Darel.
"Tapi aku tidak kuat hidup seperti ini kak, untuk apa kita membangun rumah tangga tampa persetujuan Orang tua, Tampa ridho dari mereka." ucap Tasya.
"Ayo kita buktikan kita bahagia jika bersama." ucap Darel. Tasya melihat Darel menangis. Dia memegang tangan Tasya.
"Saya mohon kembali lah seperti dulu. saya Masih sangat mencintai kamu, sangat mencintai Kamu." ucap Darel. Tasya melepaskan tangan nya dari tangan Darel.
__ADS_1
"Aku tidak ingin menjadikan anak-anak sengsara karena kita bersama. mamah hanya menginginkan kamu. Kembali lah pada nya, aku juga akan bahagia sini ketika melihat kamu bahagia di sana." ucap Tasya.
"Kamu dengan Candra memiliki hubungan kan? Kamu dengan dia akan menikah setelah bercerai kan?" tanya Darel.
"Aku rasa itu bukan urusan kakak. Semua nya sudah jelas bukan. Kakak memiliki Tania, aku memiliki Candra." ucap Tasya.
"Tidak mungkin Tasya, saya mohon jangan melakukan itu. Saya sangat mencintai kamu. Sangat menyanyangi kamu." ucap Darel.
"Kalau kakak mencintai aku, mencintai anak-anak kakak tau cara nya memperjuangkan hubungan kita bagaimana. Namun ternyata kakak tidak bisa." ucap Tasya.
"Kakak akan memperjuangkan semua nya Tasya. jangan seperti ini." ucap Darel. "Sudah telat kak, aku tidak akan bisa percaya lagi pada kakak, bersama kakak akan selalu membuat aku dengan anak-anak menderita." ucap Tasya.
Darel menatap wajah istri nya.
"Kamu pasti berbohong kan? Kamu Masih mencintai saya kan?" ucap Darel.
Tasya terdiam sejenak. "Ayo katakan kalau kamu masih mencintai kakak." ucap Darel.
Tasya menunduk kan kepala nya. "Aku minta maaf Kak." ucap Tasya. Darel terdiam dia menghela nafas panjang beberapa kali.
"Tasya berikan kakak waktu untuk memperjuangkan hubungan kita ini." ucap Darel. Tasya Menggeleng kan kepala nya.
"Sebelum kakak menuruti keinginan Mamah, semua nya percuma saja, karena kakak tidak memiliki pendirian sama sekali." ucap Tasya.
Mendengar itu membuat Darel terdiam cukup lama.
"Kakak bukan laki-laki yang bertanggung jawab Sama sekali." ucap Tasya.
"Apa cinta Candra sudah memenuhi hati kamu? Apa tidak ada kesempatan untuk kakak lagi? apa kamu tidak ingin memperbaiki semua nya sebelum terlambat?" tanya Darel.
Tasya tersenyum.
"Aku rasa tidak ada yang perlu di perbaiki. Aku tidak akan pernah di terima di keluarga kakak." ucap Tasya.
"Kalau begitu ayo kita kabur. Kabur bersama kakak." ucap Darel. Tasya terdiam dengan kata-kata Darel. Dia sudah sangat prustasi.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.. Terimakasih 🙏***