
"Sebenarnya dia kemana sih?" Ucap Bu Tima.
Dia melihat postingan baru Tasya. Ternyata foto mereka berdua bersama Radit.
"Raditya Pratama.. Nama yang sangat bagus sekali. Cocok sekali dengan wajah nya." ucap Bu Tima.
"Mamah lagi lihatin apa?" tanya pak Yuda yang baru saja datang. Bu Tima langsung mematikan ponsel nya.
"Enggak kok Pah. Papah kok bisa di sini?" tanya Bu Tima.
"Kebetulan papah Lewat sini. Tadi kata nya Sama Tania. Kok Tania nya gak ada?" tanya Pak Yuda.
"Dia ada urusan mendadak, jadi pamit duluan." ucap Bu Tima. "Oohhh.. Jadi bagaimana kabar Darel? Apa dia sudah mengabari dia ada di mana?" tanya Pak Yuda.
"Sampai sekarang belum ada Pah." ucap Bu Tima.
"Huff dia sungguh sangat keras kepala!" ucap Pak Yuda.
"Sudah Pah biarkan saja, Lagian tidak ada yang harus kita khawatir kan lagi karena Tasya yang memutuskan untuk bercerai." ucap Bu Tima.
"Kamu benar juga mah." ucap Pak Yuda. Dia pun memesan makanan dan Minuman agar dia bisa lebih rileks dulu.
Keesokan harinya Darel sudah menunggu di t
Cafe tempat yang di janjikan oleh mertuanya.
"Maaf sudah membuat kamu menunggu nak." ucap Pak Ahmad. Darel berdiri dia menyalim tangan mertua laki-laki nya.
"Tidak masalah Ayah." ucap Darel.
Mereka pun duduk bersama.
"Maaf kan kaki yang tiba-tiba mengajak kamu bertemu." ucap Bu Mita. Darel tersenyum.
"Tasya Tidak Ikut yah Bu?" tanya Darel. Bu Mita dan pak Ahmad Menggeleng kan kepala nya.
"Dia belum bisa keluar dari rumah, Selain itu dia juga tidak tau pertemuan kita ini." ucap Pak Ahmad.
"Dia sama sekali tidak tau saya kembali ke sini?" tanya Darel. Bu Mita menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Dan juga dia tidak boleh tau pertemuan kita ini." ucap Bu Mita. Darel semakin bingung.
"Kami mengundang kamu ke sini karena mau membicarakan soal kamu dengan keluarga kamu dan hubungan kamu sama istri kamu." ucap pak Ahmad.
Jantung Darel berdetak cepat dia sangat takut kalau orang tua istri nya meminta untuk mereka bercerai saja.
"Kamu bukan berniat untuk ikut campur, namun kami sebagai orang tua tidak akan sanggup melihat putri kami seperti ini." ucap Pak Ahmad.
"Saya minta maaf Ayah." ucap Darel. "Kami mau bertanya sama kamu tentang keputusan kamu pada hubungan rumah tangga kalian." ucap pak Ahmad.
"Saya tidak bisa memutuskan apa pun Ayah. Saya bingung." ucap Darel. "Jangan membuat situasi semakin kacau Darel. Sebagai laki-laki kamu harus tegas, jangan mengambil langkah yang salah." ucap Pak Ahmad.
"Karena kalau kamu mengambil langkah yang salah kamu akan menderita seumur hidup sama seperti yang ayah lalui dulu." ucap Pak Ahmad.
"Tasya sudah memutuskan untuk bercerai dengan kamu,. kamu sendiri bagaimana? kalau kamu sanggup untuk membahagiakan istri kamu, kami bisa menjaga dan merawat nya." ucap Pak Ahmad.
"Saya tidak habis pikir pada kedua orang tua kamu yang sama sekali tidak memikirkan perasaan anak nya. Sekarang kamu harus memilih antara Tasya dan juga orang tua kamu." ucap pak Ahmad.
"Sayang tidak bisa memilih salah satu nya Ayah. Apakah saya tidak bisa menjaga perasaan mereka sekaligus?" tanya Darel.
Pak Ahmad Menghela nafas panjang.
"Saya Akan memilih istri dan anak-anak saya Ayah. Dan saya akan berbicara dengan orang tua saya." ucap Darel.
"Kamu harus menjaga istri kamu dengan baik kalau itu adalah keputusan kamu. Ayah sama ibu akan memberikan kesempatan kali ini namun kalau besok sudah tidak ada lagi harapan untuk kamu." ucap pak Ahmad.
Darel mengangguk. "Ayah sama ibu harus percaya pada saya. Saya sangat mencintai Tasya." ucap Darel. Bu Tima dan Pak Ahmad tersenyum.
"Baiklah kalau begitu. Kamu harus bertemu dengan Tasya, jelas kan semua nya, Kalian berdua harus bersama untuk membuktikan kalau kalian akan bahagia pada orang tua kamu." ucap pak Ahmad.
Darel mengangguk. Setelah itu Pak Ahmad dan Bu Mita pergi. Darel menghela nafas panjang.
"Untung saja aku mempunyai Mertua yang baik, kalau tidak mereka pasti akan meminta aku menceraikan Tasya dengan Cepat. Peluang ini tidak boleh aku sia-siakan aku harus segera memperbaiki semua nya." ucap Darel.
Ponsel nya berdering telepon dari Tania namun dia mengabaikan Nya.
"Tapi bagaimana aku bisa berbicara dengan Tasya? apa dia akan mau memaafkan aku lagi?" ucap Darel.
"Tapi kalau soal Mamah dengan papah aku bisa mengatasi nya, aku tidak mau kehilangan anak-anak dan istri ku." ucap Darel.
__ADS_1
Dia pun langsung ke rumah mertua nya. Sebelum masuk dia mengumpulkan keberanian dulu. Dia menekan Bel Rumah yang membuka pintu adalah Suster.
"Papah." ucap Raya dan Stevan. Darel langsung memeluk mereka. Darel memberikan oleh-oleh yang di bawa oleh nya tadi.
"Terimakasih papah." ucap Raya.
"Mamah mana?" tanya Darel karena melihat Radit sedang di kasus oleh suster.
"Seperti nya Non Tasya ada di balkon menjawab telepon Pak." ucap suster. Darel pun berjalan ke balkon.
Dia melihat ternyata Benar Tasya ada di sana.
"Kakak kapan pulang? Aku sangat merindukan kakak, kakak sudah janji sebelum nya kalau Akan membawa ku jalan-jalan." ucap Tasya berbicara.
Darel yang mendengar itu terdiam dia tidak ingin mengganggu Tasya dulu. Cukup lama. Darel menunggu mereka selesai menelpon.
"Ekhem-Ekhem!!" Darel berdehem Membuat Tasya kaget.
"Kak Darel! Bagaimana bisa kakak di sini?" tanya Tasya kaget.
"Kamu berbicara dengan orang yang di telepon cukup serius sehingga tidak sadar kalau saya ada di sini." ucap Darel.
Tasya diam. "Apa yang kakak lakukan di sini? Apa bukan nya kakak sudah kembali dengan Tania?" tanya Tasya..
"Kakak datang ke sini untuk membatalkan Niat kamu untuk mengurus surat cerai. Itu tidak akan terjadi saya tidak akan setuju." ucap Darel.
"Jangan mencoba menghalangi aku lagi kak, aku sudah cukup sakit menahan semua ini sendiri, aku ingin bebas." ucap Tasya.
Darel memegang tangan Tasya.
"Kakak sudah memutuskan untuk hidup dengan kamu selama nya. Ayo sama-sama memperjuangkan hubungan ini. Demi anak-anak, demi orang tua kamu." ucap Darel.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏