
"Ya ampun ku kenapa bisa lupa sih." ucap Tiwi.
"Mumpung Radit tidur ayok keluar." ajak Tasya. "lalu Radit bagaimana?" tanya Tiwi.
"Ada suster yang jagain." ucap Tasya. Setelah itu mereka pun keluar.
Dan ternyata Ivan sedang menemani Stevan main.
"Seperti nya anak kamu hanya butuh teman main dan yang selalu ada untuk dia deh Tasya." ucap Tiwi.
"Mau bagaimana lagi wi, aku tidak bisa meninggal Kan Radit, sementara kak Darel bekerja, Raya juga sekolah. Hanya dengan Nenek nya dia juga pasti bosan." ucap Tasya.
"Bagaimana kalau dia ikut ku saja." ucap Tiwi. Tasya Menggeleng kan kepala nya. "Aku bisa kena marah sama kak Darel memberikan Anak nya pada orang lain." ucap Tasya. Tiwi tertawa.
"aku hanya bercanda saja." ucap Tiwi.
Ivan melihat Tasya dan Tiwi dia berdiri.
"Humm tadi saya melihat dia main sendiri saya hanya ingin menemani nya." ucap Ivan. Tasya tersenyum.
"Ayo main lagi Om." ajak Stevan.
"Tapi Om nya sudah mau pulang nak, nanti lagi yah main nya kalau om nya datang." ucap Tasya.
"Mamah jahat banget sih! kenapa harus meminta Om nya pulang?" ucap Stevan.
"Bukan seperti itu nak, tapi Om nya memang sudah mau pulang." ucap Tasya.
"Aku gak mau, aku mau main." ucap Stevan.
"Ya udah ayo main sebentar saja." ucap Ivan.. Tasya melihat itu sedikit tidak enak karena Stevan.
"Sudah gak apa-apa Tasya, lagian kami tidak ada kegiatan apa-apa." ucap Tiwi.
Tasya tersenyum mereka duduk di ruang tamu.
"Apa menurut kamu Ivan baik?" tanya Tiwi.
"Dia kelihatan nya sangat baik, dia juga suka anak kecil, dia juga terlihat sangat ramah walaupun tidak banyak berbicara namun wajahnya terlihat sangat ramah." ucap Tasya.
"Satu hal yang harus kamu tau tentang Ivan." ucap Tiwi.
"Kenapa? Ada apa dengan dia?" tanya Tasya.
"Dia sudah pernah menikah dan memiliki anak." ucap Tiwi.
"Hah!!" Tasya sangat kaget sampai semua orang menoleh ke arah nya termasuk Ivan. Tasya tersenyum sambil mengucap kan maaf.
__ADS_1
"Kamu jangan kuat-kuat." ucap Tiwi.
"Aku sangat kaget." ucap Tasya.
"Dia sudah bercerai beberapa tahun yang lalu. Bahkan Anak nya sudah berumur 7 tahun." ucap Tiwi. "Dan kamu tau di mana mantan istri nya? Apa kamu tau juga kenapa mereka bercerai?" tanya Tasya.
"Aku tau di mana mantan istri nya dia sudah menikah lagi dan memiliki keluarga yang bahagia. Mereka bercerai kata nya gara-gara orang tua Mantan istri nya tidak menyukai Ivan yang miskin dulu nya." ucap Tiwi.
"Dan anak nya di Mana?" tanya Tasya.."Sekarang tinggal di rumah Ivan. Karena mamah nya keluar negeri ikut dengan suami nya serta anak mereka juga." ucap Tiwi.
"Humm pantesan saja terlihat sangat dekat dengan anak kecil." ucap Tasya.
Sudah sangat lama mereka berbincang-bincang waktu nya Makan siang, Tiwi dan Ivan makan siang di sana.
"Oh iya Wi besok kamu gak Sibuk kan? Bela Dan kak Alex mau datang besok." ucap Tasya.
"Tapi besok aku harus ikut Ivan." ucap Tiwi.
"Pagi saja kok, Siang nya kamu sudah bisa ke sini." ucap Ivan.
"Kamu serius?" tanya Tiwi. Ivan mengangguk.
setelah selesai makan mereka pun pulang dari sana.
"Anak mamah sudah lapar?" ucap Tasya melihat Radit kegirangan dia datang ke kamar.
"Maafin mamah yah lama ngobrol nya di luar." ucap Tasya. Tiba-tiba Darel menelpon nya.
"Ini dia." ucap Tasya mengarah kan kamera ke arah Radit.
Darel tersenyum melihat anak nya kegirangan.
"Kalian sudah Makan Siang? Bagaimana dengan Stevan?" tanya Darel. "Yah dia masih marah sama ku kak." ucap Tasya.
"Ya udah biar saja. Raya belum pulang?" tanya Darel lagi.
"Tadi ibu mengabari mereka akan menjemput Raya sekalian pulang ke rumah. Jadi mungkin mereka sedang menunggu di sana." ucap Tasya.
"Oohh Bagus lah, kamu sendiri sedang apa?" tanya Darel.
"Nih baru saja masuk ke dalam kamar, tadi Tiwi datang sama kekasih nya." ucap Tasya.
"Kekasih?" ucap Darel.
"Humm, sekarang dia sudah memiliki pacar." ucap Tasya.
Darel tersenyum.
__ADS_1
"Kakak sendiri sedang apa? kelihatan nya Sedang di luar." ucap Tasya. "Sebenarnya kakak lagi nungguin Mamah yang tiba-tiba mengajak bertemu." ucap Darel.
"Bertemu? Apa mamah mau marah lagi?" tanya Tasya.
"Gak tau, tapi kakak harus tetap menemui nya." ucap Darel.
Tidak beberapa lama dari kejauhan sudah kelihatan.
"Sudah dulu yah, nanti kakak kabarin lagi. Mamah seperti nya sudah datang." ucap Darel.
"Baiklah kak, assalamualaikum." ucap Tasya.
Tampa kedengaran jawaban Suami nya langsung di Tutup.
"Semoga saja tidak terjadi apa-apa," ucap Tasya dia jadi khawatir sendiri. Dia menatap wajah Radit.
"Sudah berumur satu Minggu lebih namun tidak ada niat untuk melihat cucu nya, aku tidak habis pikir apa yang tengah mereka pikir kan." ucap Tasya.
Tasya meminta suster untuk membawa Stevan istirahat karena sudah siang. Suster mengiyakan dia pun segera keluar.
Tasya Berbaring memberikan Susu pada Stevan.
Dia melihat ponsel nya ada pesan masuk. Ternyata dari Tania dia mengirim kan foto bersama Darel.
Tasya menghela nafas panjang.
"Dia tidak akan berhenti membuat ku Cemburu, Sayang nya aku tidak cemburu aku tau kak Darel hanya mencintai Aku saja." batin Tasya sambil tersenyum.
Dia mematikan ponsel nya tampa membalas pesan dari Tania.
"Mamah tidak mengerti apa yang kamu maksud Kemarin nak, mamah datang ke sini mau membicarakan bagaimana ujungnya semua ini. Mamah tidak bisa membiarkan lagi." ucap Bu Tima.
"Aku tidak mau mah, aku tidak mau meninggalkan istri Ku." ucap Darel. "Kalau kamu tidak mau menikah dengan Tania lebih baik mamah mati saja." ucap Bu Tima.
Darel menghela nafas panjang dia menatap wajah Tania.
"Puas kamu meracuni pikiran mamah saya? kamu dan keluarga kamu sudah sengaja menjebak keluarga saya bukan?" ucap Darel.
"Apa yang kamu maksud Darel? Aku tidak mungkin melakukan hal yang kamu bilang, kamu selalu membenci ku sehingga kamu mengatakan kalau aku sedang menyembunyikan sesuatu." ucap Tania membela diri nya.
Darel menatap Tania dengan tatapan tajam. "Cepat atau lambat akan ketahuan juga." ucap Darel.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏